- IHSG ditutup menguat 2 poin (0,03%) ke level 8.019 pada Selasa, 3 Maret 2026, ditopang faktor eksternal dan internal.
- Sentimen negatif pasar dipicu konflik Timur Tengah yang mengancam jalur energi dan berpotensi memicu inflasi global.
- Bank Indonesia berkomitmen menjaga stabilitas inflasi dan sistem keuangan meski terdapat kekhawatiran dampak konflik global.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih menghijau pada penutupan sesi pertama perdagangan Selasa, (3/3/2026). IHSG menguat 2 poin atau 0,03 persen ke level 8.019.
Berdasarkan riset Pilarmas Investindo Sekuritas, menyebut pergerakan indeks ditopang sentimen eksternal dan internal, meski pasar tetap dihantui kekhawatiran inflasi global akibat konflik yang memanas di Timur Tengah.
Dari eksternal, bursa regional bergerak mixed di tengah kekhawatiran dampak serangan terkoordinasi Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap target Iran. Eskalasi tersebut memicu lonjakan harga minyak dan menimbulkan kekhawatiran kenaikan inflasi global akibat meningkatnya biaya energi.
![Pekerja mengamati layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (16/4/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2024/04/16/61792-ihsg-indeks-harga-saham-gabungan-bursa-efek-ilustrasi-bursa-ilustrasi-ihsg.jpg)
Ancaman terhadap jalur pengiriman melalui Selat Hormuz juga memperbesar risiko gangguan pasokan energi dunia. Kondisi ini dinilai berpotensi membebani pertumbuhan ekonomi global dan mendorong tekanan inflasi lebih lanjut.
Selain itu, pejabat senior AS dilaporkan mengindikasikan adanya persiapan peningkatan serangan terhadap Iran, yang memberi sinyal bahwa operasi militer belum berakhir. Di sisi lain, dinamika politik di parlemen AS juga menjadi sorotan, dengan Partai Republik mendukung langkah militer presiden, sementara Partai Demokrat berencana mengajukan voting terkait kewenangan perang (war powers) pekan ini.
Pasar global juga menanti pertemuan tahunan China yang dijadwalkan berlangsung mulai 4 Maret hingga sekitar 11 Maret. Dalam agenda tersebut, otoritas Tiongkok diperkirakan akan menetapkan target ekonomi, memaparkan prioritas kebijakan, serta merilis Rencana Lima Tahun ke-15 untuk periode 2026–2030.
Dari domestik, pasar dibayangi tekanan aksi jual di tengah kekhawatiran dampak konflik terhadap inflasi dalam negeri. Ketergantungan Indonesia terhadap impor minyak dinilai berpotensi mendorong kenaikan biaya energi, yang pada akhirnya dapat menekan APBN dan memperlebar defisit anggaran.
Meski demikian, Bank Indonesia (BI) menegaskan komitmennya menjaga stabilitas inflasi nasional dan sistem keuangan menjelang Lebaran di tengah ketidakpastian global. BI juga menyatakan akan terus bersinergi dengan pemerintah dan para pemangku kebijakan guna menjaga stabilitas harga serta mendukung pertumbuhan ekonomi yang berdaya tahan.
Trafik Perdagangan
Pada perdagangan pada hari ini, sebanyak 26,10 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 18,17 triliun, serta frekuensi sebanyak 1,78 juta kali.
Dalam perdagangan hari ini, sebanyak 394 saham bergerak naik, sedangkan 324 saham mengalami penurunan, dan 240 saham tidak mengalami pergerakan.
Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada Hari ini diantaranya, SICO, RMKO, ARTA, BOAT, HUMI, GTSI, OILS, LEAD, PGUN, CARS, KOCI.
Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, RANC, SOTS, INDS, MDIA, DPUM, TFAS, POLI, BIPP, BESS, ICON, AEGS.
Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi. Investor disarankan untuk melakukan riset mendalam sebelum mengambil keputusan.