Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Bahlil Jelaskan soal Stok BBM Nasional Cuma 25 Hari: Mau Simpan di Mana?

Liberty Jemadu, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Rabu, 04 Maret 2026 | 17:48 WIB
Bahlil Jelaskan soal Stok BBM Nasional Cuma 25 Hari: Mau Simpan di Mana?
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan stok BBM nasional hanya berada di level 21 hari karena Indonesia tak memiliki infrastruktur penyimpanan. [Antara]
  • Menteri ESDM Bahlil menjelaskan stok BBM nasional terbatas 21 hari karena kapasitas penyimpanan maksimal hanya 25 hari.
  • Indonesia mengimpor sekitar 19% kebutuhan minyak mentah dari Timur Tengah yang melalui Selat Hormuz.
  • Presiden Prabowo memerintahkan pembangunan kapasitas penyimpanan energi nasional hingga mencapai standar global tiga bulan.

Suara.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkap alasan mengapa stok BBM nasional hanya berada di level 21 hari. Hal itu disebabkan kapasitas penyimpanan atau storage minyak nasional yang hanya mampu menampung cadangan untuk ketahanan maksimal selama 25 hari.

Hal ini diungkapkan di tengah kekhawatiran publik akan stok BBM nasional di tengah konflik di Teluk antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran. Akibat konflik itu pasokan minyak terhenti karena jalur utama perdagangan minyak di Selat Hormuz tak aman dilewati.

Indonesia merupakan salah satu negara di dunia yang mengimpor minyak dari Teluk melalui Selat Hormuz. Bahlil mengatakan sekitar 19 persen kebutuhan minyak Indonesia atau sekitar 25,36 juta barel berasal dari Timur Tengah.

"Jangan salah persepsi. Memang sejak lama kemampuan storage kita tidak lebih dari 21-25 hari. Jadi standar nasionalnya minimal itu di 20-21 hari, maksimal 25 hari. Kami terakhir rapat sama Dewan Energi Nasional, dan Pertamina itu 22-23 hari," kata Bahlil kepada wartawan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (4/2/2026).

Karena alasan tersebut, ketahanan minyak nasional tidak bisa berada di level lebih dari 25 hari.

"Kenapa kita enggak melakukan persediaan lebih dari 25 hari, kalau diadakan mau disimpan di mana? Storage-nya enggak cukup," kata Bahlil.

Bahlil meminta agar informasi mengenai stok BBM diluruskan. Menurutnya, kendala bukan terletak pada ketidakmampuan menyediakan pasokan lebih dari 25 hari, melainkan terbatasnya fasilitas penampungan yang tersedia.

Namun disampaikannya, Presiden Prabowo Subianto telah memberikan perintah agar kapasitas penyimpanan minyak nasional ditingkatkan menjadi setara dengan standar global.

"Presiden Prabowo perintahkan ke kami bangun storage, supaya ketahanan energi kita ada. Insyaallah storage-nya sampai tiga bulan, ini lah standar minimum konsensus global," kata Bahlil.

Sebelumnya Bahlil mengatakan pemerintah akan mencari sumber minyak mentah di luar Timur Tengah untuk mengatasi krisis akibat gejolak geopolitik.

"Pasokan energi (crude) untuk kebutuhan Indonesia yang melalui Selat Hormuz berasal dari negara-negara Timur Tengah sekitar 19 persen kebutuhan nasional atau sebesar 25,36 juta barel. Selebihnya, kita ambil dari Afrika, Angola, Amerika, kemudian dari beberapa negara lain seperti Brasil yang tidak melalui Selat Hormuz," katanya menambahkan.

Sebagai bagian dari strategi mitigasi, lanjut Menteri ESDM, pemerintah sedang mengalihkan sebagian impor minyak mentah dari negara-negara Timur Tengah ke negara lain yang lebih aman pasokannya, termasuk pasokan dari Amerika Serikat.

Untuk kebutuhan impor BBM, Bahlil menjelaskan saat ini Indonesia mendapatkan pasokan dari negara-negara di luar kawasan Timur Tengah, termasuk Asia Tenggara.

"Impor BBM relatif tidak masalah," katanya menegaskan.

Adapun untuk komoditas liquefied petroleum gas (LPG), yang kebutuhan nasionalnya masih dipenuhi melalui impor sekitar 7,3-7,8 juta ton per tahun, lanjut Bahlil, pemerintah mengarahkan sebagian besar pasokannya dari Amerika Serikat sebagai langkah diversifikasi sumber dan penguatan ketahanan energi nasional.

Pengalihan komoditas itu merupakan salah satu rekomendasi utama Sidang Anggota DEN ke-1 Tahun 2026.

Selain itu, rapat menyimpulkan perlunya optimalisasi pemanfaatan sumber energi domestik, dengan mengacu pada keberhasilan program biodiesel sebagai salah satu referensi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Stok BBM Lebaran 2026 Dijamin Aman Pertamina Patra Niaga Cek Kesiapan Sarana dan Fasilitas

Stok BBM Lebaran 2026 Dijamin Aman Pertamina Patra Niaga Cek Kesiapan Sarana dan Fasilitas

Otomotif | Rabu, 04 Maret 2026 | 12:42 WIB

Pengamat UGM Soroti Risiko Cadangan BBM 20 Hari di Tengah Perang AS- Iran

Pengamat UGM Soroti Risiko Cadangan BBM 20 Hari di Tengah Perang AS- Iran

News | Selasa, 03 Maret 2026 | 16:34 WIB

Airlangga Belum Bisa Pastikan Dampak Iran Vs AS-Israel ke Stok BBM

Airlangga Belum Bisa Pastikan Dampak Iran Vs AS-Israel ke Stok BBM

Bisnis | Selasa, 03 Maret 2026 | 16:22 WIB

Perang AS & Israel vs Iran Kunci Selat Hormuz, Krisis BBM di Indonesia?

Perang AS & Israel vs Iran Kunci Selat Hormuz, Krisis BBM di Indonesia?

Bisnis | Selasa, 03 Maret 2026 | 07:05 WIB

Bahlil Kesel Importir Menang Banyak Saat RI Senang Impor BBM

Bahlil Kesel Importir Menang Banyak Saat RI Senang Impor BBM

Bisnis | Selasa, 17 Februari 2026 | 17:33 WIB

Terkini

Kegagalan Investasi TaniHub Risiko Bisnis, Bukan Tindak Pidana

Kegagalan Investasi TaniHub Risiko Bisnis, Bukan Tindak Pidana

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 01:05 WIB

Eks Dirut BVI Bantah Terima Kickback dari Investasi TaniHub

Eks Dirut BVI Bantah Terima Kickback dari Investasi TaniHub

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 23:41 WIB

TASPEN Cepat Kilat, 99 Persen Pensiunan Terima Gaji Ke-13 di Hari Pertama Tanpa Potongan

TASPEN Cepat Kilat, 99 Persen Pensiunan Terima Gaji Ke-13 di Hari Pertama Tanpa Potongan

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 22:13 WIB

Asuransi Astra Rayakan Eksistensi 70 Tahun dengan ACTION! dan Apresiasi Pewarta 2026

Asuransi Astra Rayakan Eksistensi 70 Tahun dengan ACTION! dan Apresiasi Pewarta 2026

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 21:38 WIB

RUU P2SK Disepakati, Besok Dibawa ke Paripurna

RUU P2SK Disepakati, Besok Dibawa ke Paripurna

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 20:46 WIB

Pengamat: Pengusaha Jangan Baru Ribut Saat DSI Bereskan Tata Kelola Ekspor

Pengamat: Pengusaha Jangan Baru Ribut Saat DSI Bereskan Tata Kelola Ekspor

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 19:42 WIB

Punya Lisensi, WSKT Mulai Garap Proyek Infrastruktur di Arab Saudi

Punya Lisensi, WSKT Mulai Garap Proyek Infrastruktur di Arab Saudi

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 19:31 WIB

IHSG Anjlok Karena Investor Ragukan Kredibilitas Kebijakan Pemerintah

IHSG Anjlok Karena Investor Ragukan Kredibilitas Kebijakan Pemerintah

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 18:48 WIB

Purbaya Ungkap DPR Bisa Evaluasi LPS, OJK, dan BI berkat RUU P2SK

Purbaya Ungkap DPR Bisa Evaluasi LPS, OJK, dan BI berkat RUU P2SK

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 18:34 WIB

Strategi Bertahan di Tengah Rupiah yang Semakin Jatuh ke Jurang

Strategi Bertahan di Tengah Rupiah yang Semakin Jatuh ke Jurang

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 18:26 WIB