Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.740.000
Beli Rp2.605.000
IHSG 5.746,648
LQ45 569,322
Srikehati 278,381
JII 347,610
USD/IDR 18.136

Yogyakarta Mantapkan Diri Jadi Pusat Industri Kreatif, Ekspor Kerajinan Tembus Pasar Dunia

Nur Khotimah, Rosiana Chozanah

Rabu, 11 Maret 2026 | 08:23 WIB
Yogyakarta Mantapkan Diri Jadi Pusat Industri Kreatif, Ekspor Kerajinan Tembus Pasar Dunia
Temu Bisnis dan Business Matching IKM Kerajinan (Suara.com/Rosiana)
  • Yogyakarta punya ekosistem kreatif lengkap dengan pusat desain, balai industri, kampus, dan bahan baku lokal.
  • Ekspor DIY 2025 naik 2,14% mencapai 558,72 juta USD, dengan kerajinan, tekstil, dan kulit diminati pasar global.
  • Tantangan utama pemasaran dan logistik, sehingga pemerintah dorong digitalisasi dan partisipasi pameran internasional.

Suara.com - Yogyakarta semakin meneguhkan diri sebagai pusat industri kreatif nasional lewat gelaran Temu Bisnis dan Business Matching IKM Kerajinan pada Selasa (10/3/2026) di Hotal Grand Rohan, Bantul.

Acara ini mempertemukan Kementerian Perindustrian, pelaku usaha, serta perwakilan daerah untuk memperkuat sektor kerajinan sekaligus membuka peluang pasar global.

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Reni Yanita, menilai ekosistem kreatif di DIY sudah lengkap.

Kehadiran Pusat Desain Industri Nasional (PDIN), balai kerajinan dan batik, balai kulit karet plastik, hingga Politeknik ATK menjadi fondasi kuat bagi pengembangan industri kreatif.

Ditambah potensi bahan baku lokal seperti keramik Bantul, bambu, kulit, dan batik, Jogja disebut memiliki modal besar untuk bersaing.

Meski begitu, tantangan utama masih ada di pemasaran dan biaya logistik. Reni menekankan pentingnya strategi digitalisasi agar produk kerajinan bisa menembus pasar nasional bahkan internasional.

"Pengrajin harus siap bersaing dan menyesuaikan desain sesuai kebutuhan pembeli, termasuk permintaan custom dari hotel atau proyek di luar Jawa," ujar Reni.

Ekspor DIY Tumbuh Positif

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM DIY, Yuna Pancawati, mencatat nilai ekspor DIY sepanjang 2025 mencapai 558,72 juta USD, naik 2,14 persen dari tahun sebelumnya.

Produk utama berasal dari sektor industri pengolahan, khususnya tekstil, kulit, dan kerajinan.

Pasar ekspor terbesar DIY adalah Amerika Serikat (43,68%), Uni Eropa (24,14% dengan Jerman sebagai tujuan utama), Jepang (7,31%), serta ASEAN (2,11% dengan Thailand sebagai pasar utama).

Produk kerajinan Indonesia juga mencatat kenaikan ekspor 15 persen dibanding 2024, dengan permintaan tinggi untuk keranjang dekoratif, storage, hingga peralatan kecil seperti sendok kayu yang populer di Jepang dan Korea.

Dorongan Pameran Internasional

Untuk memperluas pasar, Kemenperin mendorong IKM aktif mengikuti pameran internasional. Buyer luar negeri disebut menilai konsistensi, sehingga keikutsertaan berulang menjadi kunci membangun kepercayaan.

"Sinergi ini bukan hanya memperkuat sektor industri, tetapi juga membangun citra daerah dan memberi dampak sosial positif bagi masyarakat," kata Yuna.

Dengan dukungan ekosistem yang lengkap, capaian ekspor yang terus meningkat, serta dorongan pemerintah pusat dan daerah, Yogyakarta semakin mantap menempatkan diri sebagai pusat industri kreatif sekaligus pemain penting di pasar kerajinan global.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kemenperin Bantah Industri Tahan Produksi Usai Kesepakatan Tarif RI-AS

Kemenperin Bantah Industri Tahan Produksi Usai Kesepakatan Tarif RI-AS

Bisnis | Jum'at, 27 Februari 2026 | 20:21 WIB

Kemenperin Catat Industri, Kimia dan Tekstil Lagi Loyo di Februari

Kemenperin Catat Industri, Kimia dan Tekstil Lagi Loyo di Februari

Bisnis | Jum'at, 27 Februari 2026 | 16:51 WIB

Indeks Kepercayaan Industri Merosot di Februari ke Level 54,02

Indeks Kepercayaan Industri Merosot di Februari ke Level 54,02

Bisnis | Kamis, 26 Februari 2026 | 19:15 WIB

Terkini

Peneliti IPI Apresiasi 'Dasco Effect': DPR Berperan Strategis Jembatani Menkeu dan BI

Peneliti IPI Apresiasi 'Dasco Effect': DPR Berperan Strategis Jembatani Menkeu dan BI

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 15:44 WIB

Luhut Ungkap Prabowo Mau Kasih Bansos Tunai Rp5,4 Juta/Orang, Penerimanya Disaring Pakai AI

Luhut Ungkap Prabowo Mau Kasih Bansos Tunai Rp5,4 Juta/Orang, Penerimanya Disaring Pakai AI

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 15:44 WIB

KAI Pajang Aset Siap Bisnis, dari Stasiun hingga Lahan Komersial

KAI Pajang Aset Siap Bisnis, dari Stasiun hingga Lahan Komersial

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 15:40 WIB

BBM Langka Usai Kenaikan Harga, SPBU Vivo Hentikan Operasional

BBM Langka Usai Kenaikan Harga, SPBU Vivo Hentikan Operasional

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 15:34 WIB

Usai Isu Reshuffle Menkeu, Purbaya Kini Janji Lakukan Penghematan Belanja Besar-besaran

Usai Isu Reshuffle Menkeu, Purbaya Kini Janji Lakukan Penghematan Belanja Besar-besaran

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 15:24 WIB

Ekonom Sayangkan Harga BBM Naik Terlalu Tinggi, Padahal Pemerintah Bisa Cegah Sejak Awal

Ekonom Sayangkan Harga BBM Naik Terlalu Tinggi, Padahal Pemerintah Bisa Cegah Sejak Awal

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 15:19 WIB

BI Rate Naik, Bank Mandiri Segera Sesuaikan Bunga Kredit dan Tabungan

BI Rate Naik, Bank Mandiri Segera Sesuaikan Bunga Kredit dan Tabungan

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 15:10 WIB

Stok BBM di SPBU BP, Vivo dan Shell Langka setelah Pertamina Naikkan Harga

Stok BBM di SPBU BP, Vivo dan Shell Langka setelah Pertamina Naikkan Harga

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 14:58 WIB

Indonesia Dua Tahun Bebas dari Daftar Kasus ILC, Menaker Soroti Kuatnya Dialog Sosial

Indonesia Dua Tahun Bebas dari Daftar Kasus ILC, Menaker Soroti Kuatnya Dialog Sosial

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 14:52 WIB

BPJS Kesehatan Defisit Rp2 Triliun Per Bulan, Terancam Gagal Bayar

BPJS Kesehatan Defisit Rp2 Triliun Per Bulan, Terancam Gagal Bayar

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 14:45 WIB