- Kajian LPEM FEB UI mengestimasi kontribusi AMMAN terhadap PDB nasional sebesar Rp173,4 triliun selama 2018–2024.
- Aktivitas AMMAN juga menciptakan efek pengganda sosial ekonomi, meningkatkan pendapatan rumah tangga dan mengurangi kemiskinan.
- Kontribusi fiskal total AMMAN mencapai Rp39,05 triliun dan menghasilkan penghematan devisa bersih USD7,66 miliar selama periode kajian.
Kontribusi tersebut mencakup pembayaran pajak, royalti, dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP), serta peningkatan penerimaan fiskal dari sektor-sektor terkait. Dari perspektif eksternal, aktivitas ekspor AMMAN juga berpotensi memberikan kontribusi positif terhadap neraca pembayaran Indonesia.
Total ekspor perusahaan mencapai USD10,29 miliar selama periode kajian, yang menghasilkan penghematan devisa bersih sebesar USD 7,66 miliar, atau rata-rata USD 1,09 miliar per tahun. Temuan ini mengindikasikan peran AMMAN dalam memperkuat stabilitas eksternal dan cadangan devisa Indonesia.
Dalam aspek ketenagakerjaan, aktivitas AMMAN rata-rata menghasilkan sekitar 55 ribu lapangan kerja per tahun secara nasional. Angka ini bahkan mencapai puncaknya pada tahun 2024 dengan lebih dari 105 ribu kesempatan kerja.
Ke depan, LPEM FEB UI menilai beroperasinya smelter tembaga AMMAN diharapkan dapat semakin meningkatkan nilai tambah domestik serta memperkuat hilirisasi industri mineral nasional.
Dengan dukungan kebijakan yang tepat dan penguatan ekosistem industri hilir, AMMAN dinilai berpotensi menjadi salah satu pendorong struktur ekonomi nasional, meningkatkan nilai tambah sumber daya alam, serta mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berkelanjutan dan inklusif.