Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.845.000
Beli Rp2.715.000
IHSG 7.129,490
LQ45 690,764
Srikehati 337,455
JII 482,445
USD/IDR 17.273

Gegara Perang, Zulhas Klaim RI Kebanjiran Order Pupuk Urea dari Negara Lain

Achmad Fauzi | Fakhri Fuadi Muflih | Suara.com

Kamis, 12 Maret 2026 | 19:34 WIB
Gegara Perang, Zulhas Klaim RI Kebanjiran Order Pupuk Urea dari Negara Lain
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan. [Suara.com/Achmad Fauzi].
  • Konflik global antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel meningkatkan permintaan impor urea dari berbagai negara ke Indonesia.
  • Menteri Zulkifli Hasan menyatakan banyak negara meminta urea dari Indonesia dengan harga berapapun sejak Kamis (12/3/2026).
  • Peluang ekspor ini memungkinkan pabrik pupuk tua Indonesia dioptimalkan kembali sambil memprioritaskan kebutuhan domestik.

Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan atau Zulhas mengungkapkan situasi konflik global, yakni perang antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel justru membuka peluang baru bagi industri pupuk nasional. Sejumlah negara disebut tengah berlomba mengimpor pupuk urea dari Indonesia.

Menurut Zulhas, meningkatnya ketegangan geopolitik membuat banyak negara membutuhkan pasokan pupuk dalam jumlah besar untuk menjaga produksi pangan mereka.

Ia mengatakan kondisi tersebut membuat Indonesia, sebagai salah satu produsen urea terbesar di dunia, memiliki posisi yang cukup strategis.

"Tapi gara-gara perang ini, itu hampir banyak negara itu menginginkan urea. Jadi banyak negara itu kemudian ingin impor urea banyak dari tempat kita," ujar Zulhas di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Kamis (12/3/2026).

Ilustrasi. Sejumlah pekerja melakukan pengantongan pupuk urea di gedung produksi dan pengantongan pupuk urea. (Foto: Antara/Rahmad)
Ilustrasi. Sejumlah pekerja melakukan pengantongan pupuk urea di gedung produksi dan pengantongan pupuk urea. (Foto: Antara/Rahmad)

Zulhas menjelaskan permintaan pupuk urea dari berbagai negara bahkan datang dengan nilai yang sangat tinggi.

"Nah kita diminta untuk ekspor banyak. Urea ke tempat, ke negara, banyak-banyak negara minta. At any cost, at any price dari urea," ucapnya.

Ia menilai kondisi ini menjadi peluang bagi industri pupuk nasional untuk kembali menggeliat, termasuk dengan mengoptimalkan kapasitas produksi yang ada.

Sejumlah pabrik pupuk yang sebelumnya direncanakan akan dihentikan operasinya karena faktor efisiensi bahkan kini kembali dimanfaatkan untuk memenuhi permintaan pasar global.

"Yang tadinya pabrik kita yang tua yang tadinya istilahnya kita pelan-pelan kita suntik mati kita mau ganti, sementara ini kita bisa produksi lagi," jelasnya.

Menurut Zulhas, tingginya permintaan tersebut membuat produksi dari pabrik-pabrik lama tetap bisa dimanfaatkan karena harga pasar pupuk dunia saat ini cukup tinggi.

"Karena biaya dan harga berapa pun banyak negara yang meminta," jelasnya.

Ia mengatakan beberapa negara telah menunjukkan minat untuk mengimpor pupuk urea dari Indonesia, salah satunya Australia.

"Ya ada beberapa lah negara lah, ada Australia, ada mana, mana gitu banyak lah yang juga minta," imbuh Zulhas.

Meski peluang ekspor terbuka lebar, Zulhas menegaskan pemerintah tetap memprioritaskan kebutuhan pupuk untuk dalam negeri terlebih dahulu sebelum meningkatkan ekspor.

"Nggak, yang dimaksud ini kan kalau untuk domestik itu nggak ada DMO. Kewajiban kita harus penuhi domestik dulu," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jakarta Darurat Sampah

Jakarta Darurat Sampah

Bisnis | Kamis, 12 Maret 2026 | 17:11 WIB

Zulhas Pastikan Stok Pangan Nasional Aman di Tengah Gejolak Geopolitik Global

Zulhas Pastikan Stok Pangan Nasional Aman di Tengah Gejolak Geopolitik Global

Bisnis | Kamis, 12 Maret 2026 | 14:53 WIB

Sah! Pemerintah Tarik Kewenangan Alih Fungsi Lahan Pertanian ke Pusat

Sah! Pemerintah Tarik Kewenangan Alih Fungsi Lahan Pertanian ke Pusat

Bisnis | Kamis, 12 Maret 2026 | 14:12 WIB

Terkini

IHSG Bangkit Melesat Tinggi ke Level 7.200 di Senin Pagi

IHSG Bangkit Melesat Tinggi ke Level 7.200 di Senin Pagi

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 09:11 WIB

Bidik Nasabah Kelas Atas, BRI Life Bedah Strategi Kelola Kekayaan

Bidik Nasabah Kelas Atas, BRI Life Bedah Strategi Kelola Kekayaan

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 08:59 WIB

Genjot EBT, FIFGROUP Resmikan Solar Panel Ke-43

Genjot EBT, FIFGROUP Resmikan Solar Panel Ke-43

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 08:49 WIB

Emas Antam Turun Harga, Hari Ini Dibanderol Rp 2.809.000/Gram

Emas Antam Turun Harga, Hari Ini Dibanderol Rp 2.809.000/Gram

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 08:45 WIB

Purbaya Ungkap Rahasia BBM Indonesia Masih Aman dari Krisis Minyak Global

Purbaya Ungkap Rahasia BBM Indonesia Masih Aman dari Krisis Minyak Global

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 08:38 WIB

Analisis Teknikal IHSG Hari Ini, Cek Rekomendasi Saham Pilihan Para Analis

Analisis Teknikal IHSG Hari Ini, Cek Rekomendasi Saham Pilihan Para Analis

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 08:33 WIB

Pamer ke IMF & World Bank, Purbaya Klaim RI Siap Ekspor Pupuk di Tengah Krisis Global

Pamer ke IMF & World Bank, Purbaya Klaim RI Siap Ekspor Pupuk di Tengah Krisis Global

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 08:24 WIB

QRIS Ditargekan Bisa Dipakai di China Mulai 30 April, BI-FAST Terhubung di 5 Negara

QRIS Ditargekan Bisa Dipakai di China Mulai 30 April, BI-FAST Terhubung di 5 Negara

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 08:11 WIB

Harga Emas Antam, Galeri 24 dan UBS Stabil, Kesulitan Tembus Level Rp 3 Juta

Harga Emas Antam, Galeri 24 dan UBS Stabil, Kesulitan Tembus Level Rp 3 Juta

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 07:56 WIB

Isu Uang Kas Negara 'Cuma' Sisa Rp120 T saat Beban Bunga Utang Mengancam

Isu Uang Kas Negara 'Cuma' Sisa Rp120 T saat Beban Bunga Utang Mengancam

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 07:46 WIB