- Nilai tukar rupiah melemah signifikan pada pembukaan hari ini, dibuka di level Rp16.965 per dolar AS.
- Pelemahan rupiah dipicu kenaikan harga minyak dan kekhawatiran perang Timur Tengah yang terus memanas.
- Sentimen domestik, seperti pertimbangan Perppu defisit APBN, turut menekan rupiah meski BI akan intervensi.
Suara.com - Pergerakan nilai tukar rupiah masih belum bangkit pada pembukaan hari ini. Mata uang garuda makin terperosok dibandingkan minggu lalu.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar spot dibuka ke level Rp 16.965 per dolar AS. Posisi itu melemah 0,04 persen dibanding penutupan pada Jumat (13/3/2026) yang berada di level Rp 16.958 per dolar AS. Sedangkan, kurs Jisdor Bank Indonesia tercatat di Rp 16.934 per dolar AS.
Dalam hal ini, Analis Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan rupiah melemah imbas kenaikan harga minyak.
"Rupiah diperkirakan masih dalam tekanan di tengah kekuatiran perang di timteng yang masih terus memanas dan akan lama dan harga minyak yang tinggi," katanya saat dihubungi Suara.com.
![Mata uang rupiah dan dolar Amerika Serikat. [Antara]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/01/29/56460-nilai-tukar-rupiah.jpg)
Selain itu, sentimen domestik juga membuat rupiah tertekan pada pagi ini. Sebab, pengumuman suku bunga The Fed juga mempengaruhi nilai tukar.
"Pemerintah yang mempertimbangkan opsi terbitkan Perppu untuk perlebar defisit APBN lebih dari 3 persen juga membebani rupiah. Namun BI diperkirakan akan kembali masuk mengintervensi. Kisaran Rp 16.900 - Rp 17.000," jelasnya.
Namun, mayoritas pergerakan mata uang Asia cenderung menguat. Di mana, yen Jepang menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah melonjak 0,19 persen.
Selanjutnya ada dolar Singapura yang terkerek 0,14 persen dan won Korea Selatan menanjak 0,12 persen. Disusul, yuan China yang terapresiasi 0,07 persen.
Berikutnya, ringgit Malaysia dan dolar Taiwan yang sama-sama naik 0,03 persen. Lalu, dolar Hongkong menguat tipis 0,006 persen.
Baca Juga: IHSG Makin Terperosok di Senin Pagi, Kembali Bergerak ke Level 6.000
Sedangkan baht Thailand menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah ambles 0,37 persen
Kemudian ada peso Filipina yang melemah 0,22 persen terhadap the greenback di pagi ini.
Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi.