Menteri Airlanga: Defisit APBN 3 Persen Harga Mati, Tapi Perppu Masih Mungkin Dikeluarkan

Liberty Jemadu, Fakhri Fuadi Muflih

Selasa, 17 Maret 2026 | 13:18 WIB
Menteri Airlanga: Defisit APBN 3 Persen Harga Mati, Tapi Perppu Masih Mungkin Dikeluarkan
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut pemerintah tidak akan memperlebar defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga melampaui batas 3 persen meski krisis mengintai di depan mata akibat konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel di Teluk. [Antara]
baca 10 detik
  • Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan defisit APBN tidak akan melampaui batas 3 persen meskipun ada konflik global.
  • Pemerintah memilih melakukan efisiensi dan pemotongan anggaran sebagai langkah antisipasi dampak konflik Timur Tengah.
  • Pemerintah telah menyusun simulasi ekonomi jangka panjang jika konflik Iran-AS-Israel menyebabkan kenaikan harga energi.

Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut pemerintah tidak akan memperlebar defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga melampaui batas 3 persen meski krisis mengintai di depan mata akibat konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel di Teluk.

Meski demikian Airlangga juga membeberkan bahwa pemerintah menyiapkan sejumlah skenario untuk mengantisipasi dampak ekonomi jika konflik berlangsung lama. Langkah tersebut disiapkan untuk menjaga stabilitas fiskal dan memastikan perekonomian nasional tetap terkendali di tengah gejolak global.

Airlangga mengatakan pemerintah memilih melakukan efisiensi anggaran sebagai langkah antisipasi agar defisit fiskal tetap terkendali.

"Langkah yang diambil per hari ini adalah pemotongan anggaran supaya kita tidak lewat daripada tiga persen," ucapnya di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Senin (16/3/2026).

Menurutnya, pemerintah saat ini masih memantau perkembangan konflik geopolitik tersebut. Ia menyebut perang antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel baru berlangsung dalam hitungan minggu sehingga dampaknya terhadap perekonomian global masih belum sepenuhnya terlihat.

Karena itu, pemerintah memilih langkah antisipatif dengan memangkas sejumlah belanja negara guna menjaga stabilitas fiskal.

Airlangga menjelaskan pemerintah tetap menggunakan batas maksimal defisit APBN sebesar 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) sebagai acuan pengelolaan anggaran negara.

"Selama perangnya masih belum mencapai dalam tanda petik lima bulan, kita masih skenario pemotongan anggaran dan kita masih menggunakan maksimum defisit itu tiga persen," jelas Airlangga.

Ia juga mengatakan pemerintah belum memutuskan penerbitan peraturan pemerintah pengganti undang-undang (Perppu) untuk memperlebar defisit APBN. Kebijakan tersebut baru akan dipertimbangkan jika terjadi lonjakan signifikan pada harga energi global.

baca juga

"Kita lihat pelonjakan harga BBM-nya sampai ke berapa, kemudian baru nanti kita dorong regulasinya di situ. Sebagai referensi, pada saat kita kena Covid-19, itu satu semester belum kita keluarin Perppu. Semester kedua baru kita keluarkan Perppu," ia mengingatkan.

Siapkan Simulasi

Airlangga juga mengatakan, pemerintah telah menyusun simulasi kondisi ekonomi jika perang di Timur Tengah berlarut-larut. Simulasi itu mencakup berbagai kemungkinan durasi konflik yang dapat memengaruhi harga energi dan stabilitas makroekonomi.

"Skenario yang kemarin dipaparkan adalah skenario perang yang relatif panjang. Lima bulan, enam bulan, sepuluh bulan. Karena kita 5 bulan, 6 bulan itu masih di dalam tahun anggaran sekarang. Dan 10 (bulan) itu sampai Desember," ujar dia.

Menurut Airlangga, pemerintah menggunakan skenario tersebut sebagai langkah antisipasi apabila konflik global mulai memberikan tekanan lebih besar terhadap ekonomi domestik, khususnya melalui kenaikan harga energi dan komoditas.

Ia menjelaskan, pemerintah saat ini masih memantau perkembangan situasi karena konflik baru berlangsung dalam waktu singkat sehingga dampaknya terhadap ekonomi global masih terus berkembang.

"Tetapi karena kita masih di bulan-bulan awal, perang baru dua minggu, kita belum tahu apakah empat minggu apakah lima minggu," jelasnya.

Dalam skenario yang disiapkan pemerintah, salah satu risiko yang diantisipasi adalah lonjakan harga minyak dunia yang berpotensi menekan anggaran negara serta nilai tukar rupiah. Jika konflik berlangsung lebih lama, harga minyak mentah global diperkirakan dapat meningkat signifikan dan memengaruhi keseimbangan fiskal.

"Namun kalau kita lihat transmisi ke Indonesianya itu dalam bentuk harga-harga eh minyak, harga gas, dan nanti ikutannya harga-harga komoditas," ucapnya.

Di satu sisi, Pemerintah juga melakukan langkah efisiensi anggaran untuk menjaga defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap terkendali.

"Nah, langkah yang diambil per hari ini adalah pemotongan anggaran supaya kita tidak lewat daripada 3 persen," tuturnya.

Meski demikian, ia menyebut kondisi ekonomi Indonesia saat ini masih relatif kuat dan stabil. Pemerintah juga terus memantau dinamika global secara berkala untuk menentukan langkah kebijakan yang diperlukan.

"Karena ini masih sifatnya dinamis, seperti pada saat Covid kita juga mengevaluasi secara dinamis, memonitor setiap bulan seperti apa," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Purbaya Akui Prabowo Bolehkan Batas Defisit APBN Lebihi 3 Persen, Tapi Ada Syaratnya

Purbaya Akui Prabowo Bolehkan Batas Defisit APBN Lebihi 3 Persen, Tapi Ada Syaratnya

Bisnis | Selasa, 17 Maret 2026 | 07:30 WIB

Anggaran MBG dan Kopdes Merah Putih Tak Akan Dipotong di Tengah Efisiensi Akibat Konflik di Teluk

Anggaran MBG dan Kopdes Merah Putih Tak Akan Dipotong di Tengah Efisiensi Akibat Konflik di Teluk

Bisnis | Senin, 16 Maret 2026 | 21:15 WIB

Pemerintah Akan Kenakan Pajak Tambahan untuk Perusahaan yang Untung Berlipat Akibat Konflik di Teluk

Pemerintah Akan Kenakan Pajak Tambahan untuk Perusahaan yang Untung Berlipat Akibat Konflik di Teluk

Bisnis | Senin, 16 Maret 2026 | 21:01 WIB

Purbaya Klaim Anggaran Masih Aman, Perppu Defisit APBN Belum Diperlukan

Purbaya Klaim Anggaran Masih Aman, Perppu Defisit APBN Belum Diperlukan

Bisnis | Senin, 16 Maret 2026 | 19:02 WIB

Prabowo: Indonesia Harus Hidup Sesuai Kemampuan, Defisit Fiskal Tetap Dijaga

Prabowo: Indonesia Harus Hidup Sesuai Kemampuan, Defisit Fiskal Tetap Dijaga

Bisnis | Senin, 16 Maret 2026 | 13:10 WIB

Terkini

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:40 WIB

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:28 WIB

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:01 WIB

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:50 WIB

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:47 WIB

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Bogor | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:31 WIB

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Video | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:15 WIB

×