Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Ekonomi India Mulai Terpukul, Konflik Timur Tengah Bikin Aktivitas Bisnis Melambat

Achmad Fauzi

Selasa, 24 Maret 2026 | 16:55 WIB
Ekonomi India Mulai Terpukul, Konflik Timur Tengah Bikin Aktivitas Bisnis Melambat
Ilustrasi gedung-gedung di New Delhi, India. (Shutterstock)
  • Aktivitas ekonomi India melambat pada Maret 2026; PMI Komposit turun menjadi 56,5 akibat tekanan inflasi dan permintaan domestik melemah.
  • Sektor manufaktur dan jasa menunjukkan perlambatan signifikan, terutama produksi barang yang terdampak langsung volatilitas pasar Timur Tengah.
  • Konflik Timur Tengah berpotensi memperlebar defisit transaksi berjalan dan menekan nilai tukar rupee India ke titik terendah baru.

Suara.com - Perekonomian India mulai menunjukkan tanda-tanda pelemahan akibat dampak konflik di Timur Tengah. Aktivitas sektor swasta tercatat melambat pada Maret 2026, seiring melemahnya permintaan domestik dan tekanan inflasi yang meningkat.

Melansir CNBC, Selasa (24/3/2026), Berdasarkan data Indeks Manajer Pembelian (PMI) kilat HSBC yang disusun S&P Global, PMI Komposit India turun menjadi 56,5 pada Maret dari 58,9 pada Februari. Angka ini juga berada di bawah ekspektasi pasar sebesar 59,0.

Meski masih berada di atas level 50 yang menandakan ekspansi, perlambatan ini menjadi yang terlemah sejak Oktober 2022.

S&P Global mencatat bahwa konflik di Timur Tengah menjadi salah satu faktor utama yang menekan kinerja ekonomi India, di tengah kondisi pasar yang tidak stabil dan lonjakan inflasi biaya.

Ilustrasi India. [Unsplash]
Ilustrasi India. [Unsplash]

Aktivitas manufaktur bahkan mengalami penurunan lebih tajam. PMI sektor pabrik turun ke 53,8 dari sebelumnya 56,9, jauh di bawah perkiraan analis. Sementara itu, sektor jasa juga melambat ke level 57,2.

Penurunan paling signifikan terjadi di sektor produksi barang, yang terdampak langsung oleh volatilitas pasar, kenaikan biaya, serta melemahnya permintaan.

Gangguan juga dirasakan di sektor jasa, terutama akibat terganggunya perjalanan internasional imbas konflik di kawasan Teluk.

"Permintaan domestik yang lebih lemah membebani pesanan baru, yang meningkat pada laju paling lambat dalam lebih dari tiga tahun, meskipun terjadi lonjakan rekor dalam pesanan ekspor baru," kata Pranjul Bhandari, kepala ekonom India di HSBC.

Ia menambahkan, banyak perusahaan terpaksa menahan kenaikan harga dengan mengorbankan margin keuntungan demi menjaga daya beli pasar.

Perdana Menteri India Narendra Modi turut menyoroti dampak konflik tersebut. Dalam pidatonya di parlemen, ia menyebut situasi global saat ini sebagai hal yang mengkhawatirkan.

"Kondisi global yang sulit akibat perang ini kemungkinan akan berlanjut untuk waktu yang lama," kata Modi.

India dinilai menjadi salah satu negara yang paling rentan terhadap dampak konflik berkepanjangan di Timur Tengah. Ketergantungan terhadap energi impor membuat negara ini terdampak langsung oleh lonjakan harga minyak dan gangguan jalur perdagangan.

Kenaikan harga energi juga berpotensi memperlebar defisit transaksi berjalan India, yang turut menekan nilai tukar rupee hingga menyentuh titik terendah sepanjang masa dalam beberapa hari terakhir.

Padahal sebelumnya, sentimen bisnis sempat membaik setelah India berhasil menjalin kesepakatan dagang dengan Amerika Serikat dan Uni Eropa. Namun, konflik geopolitik kini kembali membayangi prospek ekonomi negara dengan pertumbuhan tercepat di dunia tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BI: Sektor Perbankan dalam Kondisi Prima di Tengah Krisis Akibat Konflik Timur Tengah

BI: Sektor Perbankan dalam Kondisi Prima di Tengah Krisis Akibat Konflik Timur Tengah

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 14:32 WIB

Harga Minyak Dunia Ambles 7 Persen, Drama AS-Iran Guncang Pasar Energi

Harga Minyak Dunia Ambles 7 Persen, Drama AS-Iran Guncang Pasar Energi

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 08:38 WIB

Purbaya Yakin Pertumbuhan Ekonomi RI 5,7% di Q1 2026 Meski Ada Perang AS vs Iran

Purbaya Yakin Pertumbuhan Ekonomi RI 5,7% di Q1 2026 Meski Ada Perang AS vs Iran

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 17:41 WIB

Terkini

Belajar dari Blackout Sumatra, Cuaca Kini Jadi Faktor Krusial Sistem Listrik

Belajar dari Blackout Sumatra, Cuaca Kini Jadi Faktor Krusial Sistem Listrik

Bisnis | Jum'at, 29 Mei 2026 | 19:24 WIB

ESDM Kantongi 24 Ribu Hektare Lahan untuk Proyek PLTS

ESDM Kantongi 24 Ribu Hektare Lahan untuk Proyek PLTS

Bisnis | Jum'at, 29 Mei 2026 | 19:09 WIB

Rohis Pegadaian Wujudkan Satu Ketulusan Sejuta Kebermanfaatan: Distribusi 4.500 Paket Daging Kurban

Rohis Pegadaian Wujudkan Satu Ketulusan Sejuta Kebermanfaatan: Distribusi 4.500 Paket Daging Kurban

Bisnis | Jum'at, 29 Mei 2026 | 19:07 WIB

Emiten MPMX Tebar Dividen Rp 170 per Saham

Emiten MPMX Tebar Dividen Rp 170 per Saham

Bisnis | Jum'at, 29 Mei 2026 | 19:01 WIB

Memahami Pentingnya Layanan Keuangan Terdaftar dan Diawasi OJK

Memahami Pentingnya Layanan Keuangan Terdaftar dan Diawasi OJK

Bisnis | Jum'at, 29 Mei 2026 | 18:52 WIB

Jangan Salah, Angin Kencang Bisa Sebabkan Kabel Listrik Putus dan Picu Blackout

Jangan Salah, Angin Kencang Bisa Sebabkan Kabel Listrik Putus dan Picu Blackout

Bisnis | Jum'at, 29 Mei 2026 | 18:48 WIB

Indodax Salurkan Hewan Kurban ke Wilayah Aceh yang Terdampak Bencana

Indodax Salurkan Hewan Kurban ke Wilayah Aceh yang Terdampak Bencana

Bisnis | Jum'at, 29 Mei 2026 | 18:45 WIB

Siasat DSI Kurung Devisa CPO dan Batu Bara di Dalam Negeri, Rupiah Bakal Perkasa Juara?

Siasat DSI Kurung Devisa CPO dan Batu Bara di Dalam Negeri, Rupiah Bakal Perkasa Juara?

Bisnis | Jum'at, 29 Mei 2026 | 17:47 WIB

Resmi, Pemerintah Izinkan BLU Impor Minyak dan LPG

Resmi, Pemerintah Izinkan BLU Impor Minyak dan LPG

Bisnis | Jum'at, 29 Mei 2026 | 17:44 WIB

PT DSI Kendalikan Ekspor, ESDM Rampungkan Konsolidasi Data Pertambangan dengan Danantara

PT DSI Kendalikan Ekspor, ESDM Rampungkan Konsolidasi Data Pertambangan dengan Danantara

Bisnis | Jum'at, 29 Mei 2026 | 17:18 WIB