- Presiden Prabowo Subianto mengarahkan percepatan konversi PLTD menjadi PLTS sebagai respons kenaikan harga minyak dunia.
- Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan arahan tersebut pada Selasa, 24 Maret 2026.
- Tugas penyelesaian masalah realisasi PLTD telah ditugaskan langsung oleh Presiden kepada Danantara.
Suara.com - Presiden RI Prabowo Subianto ingin mempercepat realisasi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) untuk menggantikan pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) imbas kenaikan harga minyak dari konflik Amerika Serikat vs Iran.
Hal itu diungkapkan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Ia menyebut kebijakan itu segera direalisasikan untuk dikonversi ke PLTS.
"Terkait dengan pembangkit listrik tenaga diesel, karena sekarang dengan harga minyak tinggi, Bapak Presiden mengarahkan agar ini segera direalisasikan dan dihitung untuk dikonversikan menjadi pembangkit listrik tenaga surya," kata Airlangga, dikutip dari Antara, Selasa (24/3/2026).

Dalam pelaksanaannya, Menko Perekonomian menyatakan bahwa Prabowo menugaskan Danantara untuk menyelesaikan masalah realisasi PLTD tersebut.
"Danantara diberi tugas untuk menyelesaikan masalah-masalah yang PLTD tersebut," lanjutnya.
Sementara itu Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Brian Yuliarto, menyampaikan masih terdapat penggunaan yang besar di beragam PLTD. Untuk itu didorong menggantinya dengan PLTS.
"Kalau itu bisa diganti, oleh Pak Presiden meminta PLTS, mana yang bisa segera diganti. Bahkan Pak Presiden meminta Indonesia tidak ada lagi diesel, karena secara harga tinggi, secara lingkungan juga kurang bagus. Kalau itu bisa diganti dengan renewable energi itu akan menjadi sangat baik," jelasnya.