Wall Street Anjlok, Investor Dihantui Lonjakan Harga Minyak dan Konflik Iran

Achmad Fauzi | Suara.com

Rabu, 25 Maret 2026 | 08:04 WIB
Wall Street Anjlok, Investor Dihantui Lonjakan Harga Minyak dan Konflik Iran
Bursa Saham Wall Street di New York, Amerika Serikat [Shutterstock]
  • Perdagangan bursa saham Wall Street merosot pada Selasa, 24 Maret 2026, dipengaruhi harga minyak naik dan ketidakpastian Timur Tengah.
  • Indeks Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq Composite semuanya tercatat melemah signifikan akibat sentimen investor yang bimbang.
  • Pelemahan pasar saham juga disebabkan kenaikan imbal hasil obligasi AS dan perlambatan aktivitas bisnis AS Maret.

Suara.com - Perdagangan bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street merosot pada perdagangan Selasa, 24 Maret 2026. Pelemahan ini dibayangi investor yang merasa bimbang antara lonjakan harga minyak dan harapan meredanya konflik di Timur Tengah.

Menukil Reuters, ketidakpastian meningkat setelah Presiden AS Donald Trump mengklaim adanya kemajuan dalam perundingan dengan Iran. Namun di saat yang sama, muncul laporan bahwa AS justru akan mengirim tambahan pasukan ke Timur Tengah, memicu kekhawatiran konflik bisa berkepanjangan.

Kondisi ini membuat pergerakan indeks saham menjadi fluktuatif. Pada penutupan perdagangan, indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,18 persen ke level 46.124. Sementara S&P 500 melemah 0,37 persen ke 6.556 dan Nasdaq Composite anjlok 0,84 persen ke posisi 21.761.

Tekanan di pasar saham juga datang dari kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS. Hal ini dipicu ketidakpastian perang serta lemahnya hasil lelang obligasi tenor dua tahun.

"Pasar saham sedang berusaha menemukan pijakannya karena investor terus memperhatikan setiap berita utama. Kami sangat berorientasi jangka pendek," ujar Kepala Strategi Pasar BMO Private Wealth, Carol Schleif.

Ilustrasi: Para pialang sedang bekerja memperhatikan layar monitor pergerakan saham di Bursa Efek New York, Wall Street, Amerika Serikat. REUTERS/Brendan McDermid/aa.
Ilustrasi: Para pialang sedang bekerja memperhatikan layar monitor pergerakan saham di Bursa Efek New York, Wall Street, Amerika Serikat. REUTERS/Brendan McDermid/aa.

Menurut dia, pelaku pasar masih berusaha mempertahankan optimisme dari sesi sebelumnya, meski kekhawatiran belum sepenuhnya hilang. "Ada banyak kegelisahan. Orang-orang memperhatikan harga minyak dan suku bunga," imbuhnya.

Sebelumnya, Wall Street sempat mencatat penguatan signifikan pada Senin, didorong penurunan harga minyak setelah Trump menunda serangan terhadap infrastruktur energi Iran. Namun, harga minyak kembali naik lebih dari 4 persen pada Selasa, membebani pasar saham.

Dari sisi sektoral, saham energi justru menjadi penopang dengan kenaikan 2,05 persen. Sebaliknya, sektor jasa komunikasi mencatat penurunan terbesar sebesar 2,50 persen, diikuti sektor teknologi yang turun 0,76 persen.

Sentimen negatif juga datang dari sektor keuangan, khususnya kredit swasta. Kekhawatiran meningkat setelah Ares Management membatasi penarikan dana sebesar 5 persen, diikuti meningkatnya permintaan penarikan dana di sejumlah perusahaan sejenis.

Di sisi lain, data ekonomi menunjukkan aktivitas bisnis AS melambat ke level terendah dalam 11 bulan pada Maret. Kondisi ini dipicu kenaikan harga energi akibat konflik di Timur Tengah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Minyak Dunia Naik Tinggi Lagi, Kembali Dibanderol USD 100/Barel

Harga Minyak Dunia Naik Tinggi Lagi, Kembali Dibanderol USD 100/Barel

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 07:52 WIB

Tensi Geopolitik Timteng Panas, Ketahanan Energi RI Dinilai Paling Kuat di ASEAN

Tensi Geopolitik Timteng Panas, Ketahanan Energi RI Dinilai Paling Kuat di ASEAN

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 07:46 WIB

Harga Minyak Naik, Prabowo Kebut Proyek PLTS buat Gantikan Tenaga Diesel

Harga Minyak Naik, Prabowo Kebut Proyek PLTS buat Gantikan Tenaga Diesel

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:24 WIB

Terkini

Harga Minyak Dunia Naik Tinggi Lagi, Kembali Dibanderol USD 100/Barel

Harga Minyak Dunia Naik Tinggi Lagi, Kembali Dibanderol USD 100/Barel

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 07:52 WIB

Tensi Geopolitik Timteng Panas, Ketahanan Energi RI Dinilai Paling Kuat di ASEAN

Tensi Geopolitik Timteng Panas, Ketahanan Energi RI Dinilai Paling Kuat di ASEAN

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 07:46 WIB

Update Arus Balik Lebaran 2026: Terminal Pulo Gebang Ramai, Perjalanan Tetap Lancar

Update Arus Balik Lebaran 2026: Terminal Pulo Gebang Ramai, Perjalanan Tetap Lancar

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 07:43 WIB

Siap-siap! IHSG Bisa Anjlok Setelah Libur Panjang, Simak Rekomendasi Saham

Siap-siap! IHSG Bisa Anjlok Setelah Libur Panjang, Simak Rekomendasi Saham

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 07:31 WIB

IHSG Rawan Terkoreksi, Cek Saham yang Cuan setelah Liburan Panjang Berakhir

IHSG Rawan Terkoreksi, Cek Saham yang Cuan setelah Liburan Panjang Berakhir

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 07:23 WIB

DJP Ungkap Aktivasi Akun Coretax Tembus 16,6 Juta di H+1 Lebaran

DJP Ungkap Aktivasi Akun Coretax Tembus 16,6 Juta di H+1 Lebaran

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:41 WIB

Jelang Deadline, Jumlah Wajib Pajak Lapor SPT Tembus 8,7 Juta

Jelang Deadline, Jumlah Wajib Pajak Lapor SPT Tembus 8,7 Juta

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:29 WIB

Hari Air Sedunia: Ini Sederet Kisah Pertamina dari Ujung Papua hingga Wilayah Bencana

Hari Air Sedunia: Ini Sederet Kisah Pertamina dari Ujung Papua hingga Wilayah Bencana

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:51 WIB

Jadwal Operasional BRI Pasca Libur Lebaran 2026

Jadwal Operasional BRI Pasca Libur Lebaran 2026

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:29 WIB

Harga Minyak Naik, Prabowo Kebut Proyek PLTS buat Gantikan Tenaga Diesel

Harga Minyak Naik, Prabowo Kebut Proyek PLTS buat Gantikan Tenaga Diesel

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:24 WIB