Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.620.000
Beli Rp2.480.000
IHSG 5.896,134
LQ45 583,722
Srikehati 289,560
JII 342,327
USD/IDR 17.905

Purbaya Serang Balik Ekonom Ferry Latuhihin: Dia Tak Pernah Pegang Data Ekonomi

Dicky Prastya

Rabu, 25 Maret 2026 | 20:51 WIB
Purbaya Serang Balik Ekonom Ferry Latuhihin: Dia Tak Pernah Pegang Data Ekonomi
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. [Antara]
baca 10 detik
  • Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi kritik keras dari ekonom senior Ferry Latuhihin mengenai kondisi ekonomi Indonesia.
  • Purbaya membela kebijakannya dengan merujuk data ekonomi positif dan kunjungan langsung ke Pasar Tanah Abang sebagai bukti keramaian.
  • Menkeu meragukan kompetensi Ferry dengan menyoroti kurangnya pengalaman formal Ferry dalam bidang pemerintahan dan ekonomi.

Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyerang balik ekonom senior Ferry Latuhihin setelah mendapatkan kritik bertubi-tubi soal kondisi ekonomi Indonesia.

Salah satu yang disinggung Purbaya dari kritik Ferry adalah ketika dirinya melihat kondisi Pasar Tanah Abang untuk membuktikan apakah ekonomi RI hancur.

"Dia kan nyerang saya bodoh segala macam. Tindakan saya ke Pasar Tanah Abang aneh katanya. Waktu saya lihat datanya bagus, mereka bilang 'kenyataannya dong'. Ya saya lihat ke pasarnya, ramai juga," katanya di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (25/3/2026).

"'Terus kenapa sekarang kamu ke pasar'. Dia bilang gitu kan, 'enggak berguna'. Lah katanya mau cek data, itu saya cek," timpal dia.

Menkeu Purbaya kembali menyinggung soal data-data yang membuktikan ekonomi Indonesia masih aman seperti Purchasing Manager's Index (PMI) Manufaktur, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) atau Consumer Confidence Index (CCI), penjualan ritel, hingga penjualan otomotif.

"Terus mereka bilang, 'kenyataannya seperti apa?'. Saya cek kenyataannya, ramai juga. Lebaran kemarin gimana? Ramai kan?  Jadi kalau enggak ngerti, jangan nakut-nakutin orang dan bilang ekonomi kita mau hancur," lanjutnya.

Ekonom sekaligus analis pasar modal, Ferry Latuhihin. (tangkapan layar/Youtube Prof. Rhenald Kasali)
Ekonom sekaligus analis pasar modal, Ferry Latuhihin. (tangkapan layar/Youtube Prof. Rhenald Kasali)

Purbaya lalu mengklaim kalau Ferry Latuhihin tak pernah memegang data ekonomi. Latar belakangnya sebagai analis finansial juga disinggung Purbaya.

"Jadi enggak pernah sama sekali bergelut di bidang ekonomi. Mana dia masuk ke Pemerintah? Enggak pernah kan?" timpalnya.

Purbaya lalu bercerita soal rekam jejaknya di bidang Pemerintahan sebelum menjabat Menkeu. Pada 2004-2014, ia mengklaim bergabung dalam tim think-thank Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

baca juga

Kemudian pada 2010-2015, Purbaya menjadi staf khusus Hatta Rajasa yang kala itu menjabat Menteri Koordinator Bidang Perekonomian. Lalu di 2015 ia tergabung di Kantor Staf Presiden (KSP) periode Joko Widodo, yang berlanjut di 2020 untuk membantu Presiden menangani kondisi ekonomi kala Covid-19.

"Jadi kita di sini sudah cukup berpengalaman, dengan orang-orang keuangan di sini tentunya ya, mengatasi masalah ekonomi. Dan pasti saya sudah pelajari teorinya segala macam," beber dia.

Lebih lanjut Purbaya kembali menyinggung soal latar belakang Ferry Latuhihin sekaligus memperingatkannya untuk tidak membeberkan ketakutan ke publik.

"Kalau Pak Ferry itu, enggak pernah mendapat pendidikan formal yang tinggi di bidang ekonomi. Dia ngaku dari mana? Erasmus. Setahu saya, dia enggak pernah ngambil S3 di sana, doktor di sana. Dan sekarang punya dapat profesor, dari mana saya enggak tahu, untuk menakut-nakuti publik. Kalau dia tidak menakut-nakuti publik, saya enggak peduli," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Purbaya Pastikan Indonesia Aman dari Status Darurat Energi, Beda dari Filipina

Purbaya Pastikan Indonesia Aman dari Status Darurat Energi, Beda dari Filipina

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 20:15 WIB

Batas Pelaporan SPT Diperpanjang hingga 30 April 2026

Batas Pelaporan SPT Diperpanjang hingga 30 April 2026

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 20:15 WIB

Disetujui Prabowo, Purbaya Sebut Bea Keluar Batu Bara Bisa Berlaku 1 April 2026

Disetujui Prabowo, Purbaya Sebut Bea Keluar Batu Bara Bisa Berlaku 1 April 2026

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 19:56 WIB

Menkeu Purbaya: Kebijakan Wajib WFH Segera Diumumkan

Menkeu Purbaya: Kebijakan Wajib WFH Segera Diumumkan

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 19:51 WIB

Purbaya Kesal Diserang Ekonom Terus Menerus: Mereka Gembar-gembor Ketakutan

Purbaya Kesal Diserang Ekonom Terus Menerus: Mereka Gembar-gembor Ketakutan

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 18:19 WIB

Purbaya Buka Opsi Tarik Pajak Tambahan untuk Produk China di Tokopedia-TikTok dkk

Purbaya Buka Opsi Tarik Pajak Tambahan untuk Produk China di Tokopedia-TikTok dkk

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:13 WIB

Terkini

Konsep Baru Transmigrasi, Mentrans Dorong Apartemen dan Rumah Susun untuk Pendatang

Konsep Baru Transmigrasi, Mentrans Dorong Apartemen dan Rumah Susun untuk Pendatang

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 07:18 WIB

Pengendalian Industri Tembakau Picu Menjamurnya Rokok Ilegal

Pengendalian Industri Tembakau Picu Menjamurnya Rokok Ilegal

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 01:25 WIB

Perempuan Jadi Korban Jika Industri Tembakau Tertekan

Perempuan Jadi Korban Jika Industri Tembakau Tertekan

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:08 WIB

Pemadaman Bergilir Akibat Pemangkasan RKAB Batubara oleh Kementerian ESDM

Pemadaman Bergilir Akibat Pemangkasan RKAB Batubara oleh Kementerian ESDM

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:04 WIB

Hitung-hitungan Kerugian Negara dari Peredaran Rokok Ilegal

Hitung-hitungan Kerugian Negara dari Peredaran Rokok Ilegal

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:21 WIB

418 Ribu Penumpang Nikmati Diskon Kapal Feri, Kuota Masih Tersedia

418 Ribu Penumpang Nikmati Diskon Kapal Feri, Kuota Masih Tersedia

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:15 WIB

Ternyata Kemasan Rokok Polos Melanggar Aturan

Ternyata Kemasan Rokok Polos Melanggar Aturan

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:10 WIB

Prabowo Bakal Luncurkan BBM Baru, Segini Harganya

Prabowo Bakal Luncurkan BBM Baru, Segini Harganya

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:09 WIB

Begini Modus WNA Curi Emas di Wilayah Gunung Botak

Begini Modus WNA Curi Emas di Wilayah Gunung Botak

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:05 WIB

Kemasan Rokok Polos Berisiko Gerus Penerimaan Negara hingga Puluhan Triliun

Kemasan Rokok Polos Berisiko Gerus Penerimaan Negara hingga Puluhan Triliun

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:59 WIB

×