Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.799.000
Beli Rp2.670.000
IHSG 6.723,320
LQ45 657,880
Srikehati 323,518
JII 437,887
USD/IDR 17.492

Negara-negara Asing Mulai Antre Beli Pupuk dari Indonesia

Achmad Fauzi | Fakhri Fuadi Muflih | Suara.com

Senin, 30 Maret 2026 | 19:16 WIB
Negara-negara Asing Mulai Antre Beli Pupuk dari Indonesia
Ilustrasi Pupuk. (Dok: Pupuk Indonesia)
  • India dan Australia menjalin komunikasi dengan Indonesia untuk mengamankan pasokan urea akibat terganggunya distribusi global.
  • Direktur Utama PT Pupuk Indonesia akan bertemu perwakilan India dan Australia pada Senin (30/3/2026) terkait permintaan ini.
  • Indonesia memprioritaskan pemenuhan kebutuhan domestik sebelum mengalokasikan 1,5 hingga 2 juta ton untuk ekspor.

Suara.com - Sejumlah negara mulai melirik Indonesia sebagai sumber pasokan pupuk di tengah terganggunya rantai distribusi global akibat dinamika geopolitik. Negara-negara seperti India hingga Australia disebut telah menjalin komunikasi untuk mengamankan kebutuhan urea.

Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero) Rahmad Pribadi mengatakan permintaan tersebut muncul seiring berkurangnya pasokan dari kawasan Timur Tengah yang selama ini menjadi pemasok utama.

"Siang hari ini saya akan bertemu atau melakukan meeting khusus dengan pemerintah India dan dilanjutkan dengan pemerintah Australia," ujarnya saat ditemui di Kantor Kementan Senin (30/3/2026).

Dirut PT Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi mengatakan kebijakan pemerintah menurunkan HET pupuk subsidi adalah keputusan bersejarah. [Antara/Sulthony Hasanuddin]
Dirut PT Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi mengatakan kebijakan pemerintah menurunkan HET pupuk subsidi adalah keputusan bersejarah. [Antara/Sulthony Hasanuddin]

Menurut Rahmad, kebutuhan pupuk dunia saat ini sedang meningkat seiring musim tanam di berbagai negara. India dan kawasan Asia Selatan tengah memasuki periode tanam, sementara Australia memulai musim tanam gandum.

"Di India, Bangladesh, Pakistan, kemudian di Australia musim tanam gandum," tuturnya.

Di tengah meningkatnya permintaan tersebut, pasokan global justru mengalami tekanan akibat gangguan distribusi dari kawasan Timur Tengah. Hal ini membuat negara-negara pengimpor mencari sumber baru untuk menjaga produksi pertanian mereka.

Meski demikian, Rahmad menegaskan Indonesia tidak serta-merta menggantikan seluruh pasokan yang hilang dari pasar global. Menurut dia, kapasitas ekspor tetap menyesuaikan kebutuhan dalam negeri.

"Kalau menggantikan seluruhnya kan nggak bisa, tapi setidaknya Indonesia ini eksportir," katanya.

Ia menyebut produksi urea nasional mencapai sekitar 9,4 juta ton per tahun. Dari jumlah tersebut, sekitar 1,5 hingga 2 juta ton dialokasikan untuk ekspor, tergantung kondisi kebutuhan domestik.

"Kita produksi 9,4 juta ton. Dari situ kita bisa ekspor antara 1,5 sampai 2 juta ton," bebernya.

Di sisi lain, pemerintah memastikan prioritas utama tetap pada pemenuhan kebutuhan dalam negeri. Hal ini sejalan dengan kebijakan untuk menjaga ketahanan pangan nasional di tengah gejolak global.

Sekretaris Perusahaan PT Pupuk Indonesia (Persero), Yehezkiel Adiperwira, menambahkan distribusi pupuk bersubsidi menjadi fokus utama sebelum ekspor dilakukan.

"Fokusnya dalam negeri dulu. Kalau ada kelebihan baru kita bisa ekspor," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

RI Dapat Berkah dari Perang AS dan Iran, Bisa Jadi Raja Eksportir Pupuk Urea

RI Dapat Berkah dari Perang AS dan Iran, Bisa Jadi Raja Eksportir Pupuk Urea

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 19:04 WIB

Menteri Bahlil Pilih Berhati-hati Soal Pajak Ekspor Batu Bara

Menteri Bahlil Pilih Berhati-hati Soal Pajak Ekspor Batu Bara

Bisnis | Jum'at, 27 Maret 2026 | 19:21 WIB

HIPMI Minta Penerapan Kebijakan Bea Keluar Batu Bara Diterapkan Fleksibel

HIPMI Minta Penerapan Kebijakan Bea Keluar Batu Bara Diterapkan Fleksibel

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 19:43 WIB

Terkini

Serbu Promo Superindo Weekend, Ada Beli 1 Gratis 1 Minyak Goreng sampai Produk Bayi

Serbu Promo Superindo Weekend, Ada Beli 1 Gratis 1 Minyak Goreng sampai Produk Bayi

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 19:43 WIB

Harga Minyak Terus Naik, DEN: Pembatasan BBM Akan Berdasarkan CC dan Jenis Kendaraan

Harga Minyak Terus Naik, DEN: Pembatasan BBM Akan Berdasarkan CC dan Jenis Kendaraan

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 19:27 WIB

Pasar Properti Ditopang Rumah Kecil dan Menengah

Pasar Properti Ditopang Rumah Kecil dan Menengah

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 18:40 WIB

Dari Piutang hingga Tata Kelola, Ini PR Besar Perusahaan Sebelum IPO

Dari Piutang hingga Tata Kelola, Ini PR Besar Perusahaan Sebelum IPO

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:55 WIB

Tarif Listrik Tak Naik sejak 2022, Kok Tagihan Bisa Membengkak?

Tarif Listrik Tak Naik sejak 2022, Kok Tagihan Bisa Membengkak?

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:50 WIB

QRIS Masuk Sektor Logistik, UMKM Agen Paket Ikut Kecipratan Manfaat

QRIS Masuk Sektor Logistik, UMKM Agen Paket Ikut Kecipratan Manfaat

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:39 WIB

India Akhirnya Naikkan Harga BBM Setelah 4 Tahun Bertahan

India Akhirnya Naikkan Harga BBM Setelah 4 Tahun Bertahan

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:32 WIB

Begini Ramalan Nilai Tukar Rupiah dalam Waktu Dekat, Bisa Tembus Rp 20.000?

Begini Ramalan Nilai Tukar Rupiah dalam Waktu Dekat, Bisa Tembus Rp 20.000?

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:24 WIB

Pemerintah Klaim Potensi Resesi RI Lebih Rendah dari AS, Jepang, dan Kanada

Pemerintah Klaim Potensi Resesi RI Lebih Rendah dari AS, Jepang, dan Kanada

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:10 WIB

Bukan Belanja Pemerintah, Purbaya Klaim Konsumsi Rumah Tangga Dorong Ekonomi Tumbuh 5,61%

Bukan Belanja Pemerintah, Purbaya Klaim Konsumsi Rumah Tangga Dorong Ekonomi Tumbuh 5,61%

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:00 WIB