- Menlu Iran mendesak Arab Saudi segera mengusir seluruh pasukan militer Amerika Serikat dari wilayahnya menyusul eskalasi ketegangan kawasan.
- Iran menegaskan operasi militer hanya menargetkan agresor musuh dan Iran menghormati serta ingin membina hubungan baik dengan Riyadh.
- Seruan ini muncul setelah serangan Iran menghancurkan pesawat AWACS AS di Pangkalan Udara Pangeran Sultan, dekat Riyadh.
Suara.com - Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, secara terbuka mendesak pemerintah Kerajaan Arab Saudi untuk segera mengusir seluruh pasukan militer Amerika Serikat (AS) yang bermarkas di wilayah teritorial mereka.
Pernyataan tegas ini disampaikan Araghchi menyusul eskalasi ketegangan terbaru di kawasan Timur Tengah yang melibatkan kontak senjata langsung.
Saat ini, Timur Tengah kian memanas, dan menjadi faktor utama kenaikan harga Minyak dunia yang pada pagi ini di kisaran USD 101.
Melalui platform media sosial X, Araghchi menegaskan kembali posisi Teheran bahwa rangkaian serangan yang dilancarkan oleh militer Iran di kawasan tersebut murni hanya menargetkan pihak-pihak yang mereka anggap sebagai musuh agresor.
Dalam cuitannya tersebut, Araghchi juga menekankan bahwa Iran tidak memiliki niat buruk terhadap negara tetangganya di kawasan Teluk tersebut.
Ia menyatakan hubungan baik yang ingin dibina oleh negaranya dengan pihak Riyadh secara berkelanjutan.
"Iran respects the Kingdom of Saudi Arabia and considers it a brotherly nation," tulis Araghchi.
Kalimat tersebut menegaskan bahwa Iran menghormati Kerajaan Arab Saudi dan memandangnya sebagai sebuah negara yang bersaudara.
Lebih lanjut, ia menjelaskan rasionalisasi di balik operasi militer yang dilancarkan oleh Garda Revolusi Iran maupun kekuatan bersenjata mereka belakangan ini.
Araghchi menilai kehadiran militer asing, khususnya Amerika Serikat, justru menjadi sumber instabilitas dan tidak memberikan jaminan keamanan yang nyata bagi negara-negara Arab maupun Iran sendiri.
"Our operations are aimed at enemy aggressors who have no respect for Arabs or Iranians, nor can provide any security... Just look at what we did to their aerial command. High time to eject US forces." tulis Menlu Iran tersebut dalam pernyataannya.
Melalui kutipan tersebut, ia menegaskan bahwa operasi militer Iran ditujukan kepada agresor musuh yang sama sekali tidak menaruh rasa hormat kepada bangsa Arab maupun bangsa Iran, serta tidak mampu memberikan keamanan.
Ia pun meminta otoritas Saudi untuk melihat bukti kerusakan pada komando udara militer lawan sebagai alasan kuat mengapa ini adalah waktu yang tepat bagi Arab Saudi untuk mengusir kehadiran serdadu militer AS dari tanah mereka.
Pernyataan bernada diplomatis sekaligus menekan dari Menlu Iran ini bukan tanpa alasan kuat. Komentar tersebut mencuat tak lama setelah terjadinya sebuah insiden serangan bersenjata yang menyasar pangkalan militer yang digunakan oleh Amerika Serikat di wilayah kedaulatan Arab Saudi.
Dalam serangan masif tersebut, sebuah pesawat sistem peringatan dini dan kontrol udara (AWACS) milik militer AS dilaporkan hancur akibat gempuran yang dilancarkan oleh pihak Iran.