- Menlu Iran mendesak Arab Saudi segera mengusir seluruh pasukan militer Amerika Serikat dari wilayahnya menyusul eskalasi ketegangan kawasan.
- Iran menegaskan operasi militer hanya menargetkan agresor musuh dan Iran menghormati serta ingin membina hubungan baik dengan Riyadh.
- Seruan ini muncul setelah serangan Iran menghancurkan pesawat AWACS AS di Pangkalan Udara Pangeran Sultan, dekat Riyadh.
Berdasarkan sejumlah dokumentasi visual dan citra satelit yang beredar luas di berbagai platform media sosial internasional, terlihat jelas kerusakan parah yang dialami oleh armada udara canggih milik militer Paman Sam tersebut.
Gambar-gambar yang beredar menunjukkan bahwa sebagian besar bagian belakang dari badan pesawat jet jenis E-3 Sentry hancur lebur di Pangkalan Udara Pangeran Sultan (Prince Sultan Air Base).
Pangkalan udara taktis ini sendiri diketahui berlokasi sekitar 128 kilometer di arah tenggara dari ibu kota Arab Saudi, Riyadh.
Kehancuran pesawat E-3 Sentry ini dipandang para analis pertahanan internasional sebagai pukulan telak bagi operasional intelijen dan sistem pertahanan udara militer Amerika Serikat di kawasan Teluk.
Pesawat jenis ini memiliki peran yang sangat krusial sebagai mata dan telinga komando udara untuk mendeteksi ancaman rudal jarak jauh, melacak pergerakan pesawat musuh dari jarak aman, serta mengatur lalu lintas pertempuran udara secara real-time dalam skala luas.
Lumpuhnya salah satu unit ini tentu berdampak pada kesiapan operasional pemantauan wilayah udara di perbatasan.