- Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan produktif ke Jepang dan Korea Selatan untuk memperkuat kepercayaan investor global terhadap Indonesia.
- Pemerintah Indonesia menindaklanjuti rencana investasi bersama dengan perusahaan besar seperti Lotte Chemical dan POSCO senilai 6 miliar dolar AS.
- Stabilitas ekonomi dan politik Indonesia mendorong peningkatan minat investasi serta komitmen perluasan usaha dari pelaku industri Jepang dan Korea.
Suara.com - Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara, Rosan Roeslani, menyebut rangkaian kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Jepang dan Korea Selatan berlangsung produktif serta berhasil meningkatkan kepercayaan investor global terhadap Indonesia.
Hal itu disampaikan Rosan usai menghadiri forum “Indonesia-Korea Partnership for Resilient Growth” di Seoul, Rabu (1/4/2026). Ia menilai keterlibatan langsung Presiden Prabowo dalam berdialog dengan pelaku usaha menjadi faktor utama yang mendorong respons positif dari dunia bisnis.
“Mereka bisa menyampaikan langsung ke Bapak Presiden inputnya, kemudian 'feedback'-nya, dan juga apa kendala-kendalanya yang memang mereka ada di Indonesia dan Bapak Presiden sangat responsif dan sangat terbuka. Dan ini sangat-sangat direspons positif oleh dunia usaha,” ujar Rosan.
![Chief Executive Officer (CEO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), Rosan Roeslani. [Suara.com/Achmad Fauzi].](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/02/05/87598-rosan-roeslani-danantara.jpg)
Selama kunjungan tersebut, pemerintah menggelar sejumlah pertemuan strategis dengan pelaku industri besar. Di Jepang, forum bisnis dihadiri lebih dari 300 pengusaha, serta pertemuan terbatas dengan 12 perusahaan besar. Sementara di Korea Selatan, dilakukan pertemuan intensif dengan 11 perusahaan besar.
Rosan mengungkapkan, di tengah ketidakpastian geopolitik global, minat investasi dari Jepang dan Korea Selatan ke Indonesia justru menunjukkan tren peningkatan. Rata-rata investasi dari Korea Selatan tumbuh sekitar 14 persen per tahun, sedangkan Jepang berada di kisaran 8-9 persen per tahun.
Ia juga menekankan kehadiran Danantara sebagai sovereign wealth fund Indonesia turut memperkuat kepercayaan investor, terutama dalam skema investasi bersama atau co-investment.
Saat ini, pemerintah tengah menindaklanjuti rencana investasi dengan sejumlah perusahaan besar, termasuk Lotte Chemical dan POSCO.
“Kami memang dalam proses menindaklanjuti untuk investasi bersama-sama dengan Lotte Chemical dan juga dengan POSCO dengan nilai investasinya kurang lebih itu bersama-sama bisa mencapai 6 miliar dolar AS,” ungkapnya.
Selain itu, Rosan menyoroti bahwa sejumlah investor yang telah beroperasi di Indonesia justru berkomitmen memperluas investasinya ke tahap berikutnya. Beberapa di antaranya seperti KCC Glass dan POSCO yang akan memasuki fase kedua pengembangan.
Menurut Rosan, stabilitas politik dan ekonomi Indonesia menjadi faktor kunci yang diakui investor sebagai fondasi penting dalam pengambilan keputusan investasi jangka panjang.
“Karena itu adalah modal utama dari setiap investasi yang merupakan 'long term commitment kepada Indonesia'. Dan ini juga diakui oleh mereka semua sehingga investasi yang masuk itu mereka malah menyampaikan untuk yang fase kedua,” jelasnya.
Pemerintah, lanjut Rosan, akan terus menindaklanjuti berbagai kesepakatan yang telah dicapai agar segera terealisasi dan memberikan dampak nyata bagi perekonomian nasional.
“Kami meyakini ke depannya investasi yang masuk ke Indonesia ini akan terus berkembang, dan memberikan, kembali lagi yang Pak Presiden sampaikan, manfaat untuk kita semua,” pungkasnya.
Rangkaian kunjungan ini semakin menegaskan posisi Indonesia sebagai destinasi investasi strategis di kawasan, sekaligus menunjukkan efektivitas diplomasi ekonomi Presiden Prabowo dalam menarik investasi berkualitas.
(Antara)