Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.570.000
Beli Rp2.450.000
IHSG 5.695,116
LQ45 556,746
Srikehati 275,044
JII 335,012
USD/IDR 0

SPBE Bekasi Terbakar: Pertamina Patra Niaga Gagap Soal Data Korban, Investigasi Masih Gelap

Mohammad Fadil Djailani, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Kamis, 02 April 2026 | 14:11 WIB
SPBE Bekasi Terbakar: Pertamina Patra Niaga Gagap Soal Data Korban, Investigasi Masih Gelap
Sejumlah petugas pemadam kebakaran Kota Bekasi melakukan pendinginan sisa kebakaran Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) Cimuning di Mustikajaya, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (2/4/2026). [ANTARA FOTO/Paramayuda/rwa]
baca 10 detik
  • Pertamina belum mengungkap jumlah korban dan penyebab pasti kebakaran SPBE di Bekasi.
  • Data korban kebakaran SPBE Bekasi masih simpang siur, investigasi Pertamina dinilai lambat.
  • SPBE Bekasi terbakar, Pertamina alihkan pasokan LPG ke titik lain demi cegah kelangkaan.

Suara.com - Tragedi kebakaran hebat yang melanda Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) PT Indogas Andalan di Bekasi, Jawa Barat, pada Rabu (1/4/2026) malam, menyisakan luka mendalam dan tanda tanya besar.

Meski api berhasil dijinakkan pada Kamis (2/4/2026) dini hari, pihak Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (JBB) terkesan masih meraba-raba terkait dampak nyata dari insiden maut tersebut.

Hingga saat ini, publik belum mendapatkan kepastian mengenai jumlah korban jiwa maupun luka-luka. Area Manager Communications, Relations & CSR Regional JBB PT Pertamina Patra Niaga, Susanto August Satria, hanya bisa menjanjikan proses pendataan yang entah kapan akan rampung.

"Adapun data jumlah korban masih dalam proses pendataan dan akan disampaikan lebih lanjut," cetus Susanto dalam keterangan resminya, Kamis (2/4/2026).

Ketidakpastian ini kian mempertebal keraguan publik terhadap standar keamanan di objek vital tersebut. Ironisnya, meski api sudah padam berjam-jam yang lalu, penyebab pasti ledakan dan kebakaran di SPBE tersebut masih "gelap". Pertamina berdalih proses investigasi bersama aparat berwenang masih berlangsung, tanpa memberikan estimasi waktu yang jelas.

Tak hanya soal korban, trauma masyarakat sekitar juga menjadi sorotan. Pertamina memang mengklaim telah meminta pihak SPBE melakukan "penanganan terbaik", namun di lapangan, kekhawatiran warga akan keamanan operasional energi di lingkungan mereka kian memuncak.

Meski Pertamina sibuk mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan panic buying dan menjamin pasokan aman melalui skema Regular Alternative Emergency (RAE), sejarah mencatat bahwa gangguan pada satu titik distribusi sering kali memicu efek domino di pasar.

Pertamina kini mengandalkan suplai dari tiga titik darurat:

  • SPBE PT Kenrope Sarana Pratama (jarak ±5,8 km)
  • SPBE PT Pacific Sumber Segara (jarak ±7,1 km)
  • SPBE PT Dharma Wira Sentosa (jarak ±7,9 km)

Publik kini menanti keberanian Pertamina untuk buka-bukaan soal kelalaian yang mungkin terjadi di SPBE PT Indogas Andalan. Jangan sampai, jargon "keselamatan masyarakat" hanya menjadi pemanis di tengah kepulan asap sisa kebakaran yang menghantui warga Bekasi.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lokasi SPBE Cimuning Dekat Pemukiman Warga Jadi Sorotan, Wawako Bekasi: Ini Pelajaran Mahal

Lokasi SPBE Cimuning Dekat Pemukiman Warga Jadi Sorotan, Wawako Bekasi: Ini Pelajaran Mahal

News | Kamis, 02 April 2026 | 13:05 WIB

'Dua Menit Langsung Meledak', Cerita Mencekam Detik-detik Picu Kebakaran SPBE Cimuning

'Dua Menit Langsung Meledak', Cerita Mencekam Detik-detik Picu Kebakaran SPBE Cimuning

News | Kamis, 02 April 2026 | 12:02 WIB

Korban Kebakaran SPBE Cimuning Masih Biayai Pengobatan Sendiri, Keluarga Tunggu Kepastian

Korban Kebakaran SPBE Cimuning Masih Biayai Pengobatan Sendiri, Keluarga Tunggu Kepastian

News | Kamis, 02 April 2026 | 11:57 WIB

Terkini

Masa Penawaran Emiten Raffi Ahmad RANS Dibuka Hari Ini, Harganya Rp170

Masa Penawaran Emiten Raffi Ahmad RANS Dibuka Hari Ini, Harganya Rp170

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 09:12 WIB

Harga Minyak Dunia Anjlok Usai Iran dan AS Capai Kemajuan Negosiasi, Brent Turun ke 70 Dolar AS

Harga Minyak Dunia Anjlok Usai Iran dan AS Capai Kemajuan Negosiasi, Brent Turun ke 70 Dolar AS

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 09:08 WIB

Itung-itungan Driver Ojol, Kenapa Pendapatannya Turun Setelah Potongan 8% Berlaku

Itung-itungan Driver Ojol, Kenapa Pendapatannya Turun Setelah Potongan 8% Berlaku

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 08:49 WIB

Cara Menakar Nilai Wajar Mata Uang, Analis Ungkap Kunci Baca Arah Rupiah hingga Dolar

Cara Menakar Nilai Wajar Mata Uang, Analis Ungkap Kunci Baca Arah Rupiah hingga Dolar

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 08:45 WIB

Survei: 78,6% Konsumen Nilai Haknya Diabaikan dalam Aturan Rokok Terbaru

Survei: 78,6% Konsumen Nilai Haknya Diabaikan dalam Aturan Rokok Terbaru

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 08:40 WIB

BBCA Diramal Belum Bisa Tembus Rp6.000 Hari Ini

BBCA Diramal Belum Bisa Tembus Rp6.000 Hari Ini

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 08:10 WIB

UMKM Indonesia Berpeluang Jadi Motor Baru Ekspor, Ini Syaratnya

UMKM Indonesia Berpeluang Jadi Motor Baru Ekspor, Ini Syaratnya

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 08:10 WIB

Transformasi IT, BSI Bidik Masuk Top 5 Bank Syariah Global

Transformasi IT, BSI Bidik Masuk Top 5 Bank Syariah Global

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 07:35 WIB

Prudential Soroti Risiko Korupsi yang Mengintai Sektor Keuangan

Prudential Soroti Risiko Korupsi yang Mengintai Sektor Keuangan

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 07:25 WIB

Inflasi Juni 2026 Naik Jadi 3,34 Persen, Bank Indonesia Pastikan Masih Terkendali

Inflasi Juni 2026 Naik Jadi 3,34 Persen, Bank Indonesia Pastikan Masih Terkendali

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 07:22 WIB

×