Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.890.000
Beli Rp2.750.000
IHSG 7.094,526
LQ45 719,628
Srikehati 343,829
JII 483,464
USD/IDR 17.017

Data BPS Ungkap Emas Deflasi di Maret 2026 Usai Inflasi 30 Bulan Beruntun

Dicky Prastya | Suara.com

Kamis, 02 April 2026 | 15:40 WIB
Data BPS Ungkap Emas Deflasi di Maret 2026 Usai Inflasi 30 Bulan Beruntun
Ilustrasi emas. (Freepik/wirestock)
  • BPS mencatat komoditas emas perhiasan mengalami deflasi sebesar 1,17 persen pada Maret 2026 setelah 30 bulan berturut-turut inflasi.
  • Inflasi bulanan Maret 2026 tercatat 0,41 persen, sementara inflasi tahunan mencapai 0,94 persen akibat kenaikan harga pangan dan energi.
  • Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang utama inflasi nasional dengan kenaikan harga pada komoditas beras serta daging.

Suara.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan komoditas emas mengalami deflasi pada Maret 2026. Ini terjadi setelah 30 bulan berturut-turut emas mengalami inflasi.

"Komoditas emas perhiasan selama 30 bulan berturut-turut mengalami inflasi, dan baru saat ini komoditas emas mengalami deflasi," kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, dikutip Kamis (2/4/2026).

Ia menjelaskan, tingkat deflasi emas perhiasan pada Maret 2026 mencapai 1,17 persen secara month-to-month (mtm) dengan andil inflasi umum sebesar 0,03 persen.

Akibat deflasi beruntun itu, emas perhiasan menjadi komoditas yang memberikan andil terdalam terhadap kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya, dengan kontribusi deflasi sebesar 0,37 persen.

Adapun kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya menjadi salah satu hal utama penyumbang deflasi Maret 2026, dengan tingkat deflasi sebesar 0,21 persen dan andil deflasi sebesar 0,01 persen.

Atang juga mengungkapkan kalau deflasi kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya pada Maret 2026 merupakan yang terendah dalam empat tahun terakhir.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono saat konferensi pers virtual pada Rabu (2/4/2026). [Screenshot YouTube BPS]
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono saat konferensi pers virtual pada Rabu (2/4/2026). [Screenshot YouTube BPS]

Inflasi Maret naik 0,94 persen yoy

Di saat yang sama, BPS melaporkan adanya kenaikan tekanan inflasi pada periode Maret 2026. Meroketnya harga sejumlah komoditas pangan dan energi menjadi pemicu utama terkereknya Indeks Harga Konsumen (IHK) di bulan ketiga tahun ini.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono mengungkapkan, inflasi bulanan (month-to-month/mtm) Maret 2026 tercatat sebesar 0,41%. Angka ini membawa IHK bergerak naik ke level 110,95, dibandingkan posisi Februari yang berada di angka 110,57.

"Pada Maret 2026 terjadi inflasi sebesar 0,41 persen secara bulanan. Sementara itu, jika ditarik secara tahunan (year-on-year), inflasi tercatat sebesar 0,94 persen," ujar Ateng dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (1/4/2026).

Lonjakan inflasi ini utamanya disumbang oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang mengalami inflasi sebesar 1,07% dengan andil mencapai 0,32%. Ateng merinci, komoditas "meja makan" seperti ikan segar dan daging ayam ras menjadi motor utama dengan andil masing-masing 0,06%.

Menyusul di belakangnya adalah beras dengan andil 0,03%. Sementara telur ayam ras, cabai rawit, minyak goreng, hingga daging sapi masing-masing memberikan kontribusi sebesar 0,02% terhadap laju inflasi.

Tak hanya urusan perut, sektor transportasi juga ikut memanas. Kenaikan harga bensin menyumbang inflasi 0,04%, disusul tarif angkutan antarkota sebesar 0,03%.

"Seluruh komponen penyusun inflasi mengalami kenaikan. Komponen harga bergejolak (volatile food) menjadi penyumbang utama dengan inflasi 1,58 persen dan andil 0,27 persen," tambah Ateng.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Neraca Perdagangan RI Surplus 2,23 Miliar USD di Januari-Februari 2026, Naik 70 Bulan Beruntun

Neraca Perdagangan RI Surplus 2,23 Miliar USD di Januari-Februari 2026, Naik 70 Bulan Beruntun

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 14:27 WIB

Harga Tembaga dan Emas Terkoreksi, Tekan Kinerja Ekspor Tambang Awal April 2026

Harga Tembaga dan Emas Terkoreksi, Tekan Kinerja Ekspor Tambang Awal April 2026

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 10:07 WIB

Midah Si Manis Bergigi Emas: Ketika Perempuan Menggugat Moralitas Semu

Midah Si Manis Bergigi Emas: Ketika Perempuan Menggugat Moralitas Semu

Your Say | Kamis, 02 April 2026 | 13:25 WIB

Harga Emas di Pegadaian Naik Signifikan Hari Ini, Kembali ke Rp 3 Jutaan

Harga Emas di Pegadaian Naik Signifikan Hari Ini, Kembali ke Rp 3 Jutaan

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 08:04 WIB

9.401 Peserta BPJS PBI Tak Terlacak dan 3.934 Lainnya Telah Meninggal, Mensos Beri Penjelasan

9.401 Peserta BPJS PBI Tak Terlacak dan 3.934 Lainnya Telah Meninggal, Mensos Beri Penjelasan

News | Rabu, 01 April 2026 | 22:29 WIB

Inflasi Maret 2026 Tembus 0,41 Persen, Kenaikan Harga Pangan dan Bensin Jadi Biang Keroknya

Inflasi Maret 2026 Tembus 0,41 Persen, Kenaikan Harga Pangan dan Bensin Jadi Biang Keroknya

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 15:18 WIB

Terkini

Bulog Tegaskan Komitmen Dukung Petani Tebu Blora, Siap Fasilitasi Penyaluran ke PG di Jawa Tengah

Bulog Tegaskan Komitmen Dukung Petani Tebu Blora, Siap Fasilitasi Penyaluran ke PG di Jawa Tengah

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 15:32 WIB

82 Orang Diperiksa dalam Kasus PT DSI, Ada Dude Herlino dan Alyssa Soebandono

82 Orang Diperiksa dalam Kasus PT DSI, Ada Dude Herlino dan Alyssa Soebandono

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 15:27 WIB

Mudik Lebaran 2026: Penggunaan SPKLU PLN Melonjak 4 Kali Lipat

Mudik Lebaran 2026: Penggunaan SPKLU PLN Melonjak 4 Kali Lipat

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 14:40 WIB

Pengusaha Soroti Risiko Ekonomi di Balik Imbauan WFH dan Pembatasan BBM Subsidi

Pengusaha Soroti Risiko Ekonomi di Balik Imbauan WFH dan Pembatasan BBM Subsidi

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 14:30 WIB

Neraca Perdagangan RI Surplus 2,23 Miliar USD di Januari-Februari 2026, Naik 70 Bulan Beruntun

Neraca Perdagangan RI Surplus 2,23 Miliar USD di Januari-Februari 2026, Naik 70 Bulan Beruntun

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 14:27 WIB

Waskita Karya Catat Laba Kotor Rp1,58 Triliun, Genjot Percepat Penyehatan Keuangan

Waskita Karya Catat Laba Kotor Rp1,58 Triliun, Genjot Percepat Penyehatan Keuangan

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 14:16 WIB

SPBE Bekasi Terbakar: Pertamina Patra Niaga Gagap Soal Data Korban, Investigasi Masih Gelap

SPBE Bekasi Terbakar: Pertamina Patra Niaga Gagap Soal Data Korban, Investigasi Masih Gelap

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 14:11 WIB

Hadiah Prabowo dari Jepang-Korsel, Kantongi Komitmen Investasi Rp 575 Triliun

Hadiah Prabowo dari Jepang-Korsel, Kantongi Komitmen Investasi Rp 575 Triliun

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 14:09 WIB

Iran Ungkap Rahasia Donald Trump 'Manipulasi' Harga Saham dan Minyak

Iran Ungkap Rahasia Donald Trump 'Manipulasi' Harga Saham dan Minyak

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 13:59 WIB

Simalakama Harga BBM: Menjaga Dompet Rakyat di Tengah Gejolak Selat Hormuz

Simalakama Harga BBM: Menjaga Dompet Rakyat di Tengah Gejolak Selat Hormuz

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 13:36 WIB