Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Ribuan SPPG Disanksi dan Ditutup Sementara, Pemerintah Perketat Tata Kelola Program MBG

Dythia Novianty | Fakhri Fuadi Muflih | Suara.com

Jum'at, 03 April 2026 | 06:50 WIB
Ribuan SPPG Disanksi dan Ditutup Sementara, Pemerintah Perketat Tata Kelola Program MBG
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan alias Zulhas di Kantor Kemenko Pangan, Kamis (2/5/2026). [Suara.com/Fakhri]
  • Pemerintah menindak 2.162 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi karena tidak memenuhi standar operasional melalui sanksi peringatan hingga penutupan sementara.
  • Menko Pangan Zulkifli Hasan menegaskan tindakan ini dilakukan untuk menjaga kualitas kesehatan dan pengelolaan operasional program makan bergizi.
  • Hingga Maret 2026, program telah mencakup 38 provinsi dengan 61 juta penerima manfaat yang memerlukan pengawasan ketat terintegrasi.

Suara.com - Sebanyak 2.162 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) ditangguhkan atau suspend karena dinilai tidak memenuhi standar operasional.

Pemerintah kini memperketat pengawasan untuk memastikan kualitas pelaksanaan program tetap terjaga.

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan alias Zulhas, mengungkapkan ribuan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah di-suspend itu, kini telah dikenai sanksi mulai dari pemberian surat peringatan (SP) hingga penutupan sementara.

"Sebanyak 26.066 SPPG telah beroperasi dengan 2.162 (SPPG) ditutup sementara. Dan yang di-suspend 1.789. SP 1 ada 368, SP 2 ada 5. Totalnya 2.162," beber Zulhas di Kantor Kemenko Pangan, Kamis (2/5/2026).

Ia menjelaskan, penindakan tersebut merupakan bagian dari proses evaluasi dan pembenahan agar pelaksanaan program tetap sesuai standar yang ditetapkan, terutama terkait aspek kesehatan, kualitas makanan, dan pengelolaan operasional.

"Tapi ini bergerak terus. Ini yang enggak tertib, yang belum memenuhi SLHS dan lain-lain. Jadi kita terus-menerus (evaluasi). Tentu masih ada kurang sana-sini, tapi semakin hari insyaallah akan semakin bagus," katanya.

Aktivitas petugas di dapur SPPG Harapan Mulia I, Kemayoran, Jakarta Pusat. [Istimewa]
Aktivitas petugas di dapur SPPG. [Istimewa]

Menurut Zulhas, ribuan SPPG yang telah terkena suspend diminta untuk melakukan perbaikan. Namun, pemerintah akan mengambil langkah tegas jika pelanggaran tidak segera diperbaiki.

"Jadi tadi ada 2.162 jumlah totalnya tadi, tapi 1.789 di-suspend agar bisa diperbaiki. Kalau enggak diperbaiki, ya kita tutup," tegas Zulhas.

Di sisi lain, program MBG sendiri terus diperluas cakupannya. Hingga akhir Maret 2026, program ini telah menjangkau 38 provinsi dengan jumlah penerima manfaat mencapai lebih dari 61 juta orang.

"Progress ya, 30 Maret 2026, itu sudah, berada di 38 provinsi, mencapai 61.680.043 penerima manfaat," ungkap Zulhas.

Ketua Umum PAN itu menilai besarnya skala program ini membuat pengawasan menjadi krusial, mengingat potensi risiko di lapangan juga meningkat. Pemerintah pun mulai menyiapkan sistem pengawasan yang lebih terintegrasi dan responsif.

"Nah, ini ada tiga aturan lagi, misalnya untuk penanganan percepatan komplain. Sehingga nanti di BGN ada call center, di sini kami bikin juga nanti command center," kata Zulhas.

Pengawasan tidak hanya dilakukan di tingkat pusat, tetapi juga akan melibatkan pemerintah daerah hingga fasilitas layanan kesehatan untuk memastikan kualitas program tetap terjaga di seluruh wilayah.

"Sehingga kalau ada di ujung desa, ada di ujung kabupaten, ngadu, ya bisa langsung kita ambil langkah-langkah untuk penanganan, gitu. Cepat. Kalau bisa hari ini lapor, hari ini bisa diselesaikan," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Skema MBG Diatur Ulang untuk Menghemat Rp20 Triliun di Tengah Krisis Energi

Skema MBG Diatur Ulang untuk Menghemat Rp20 Triliun di Tengah Krisis Energi

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 20:48 WIB

Alasan Pemerintah Gelar Pasar Murah di Monas

Alasan Pemerintah Gelar Pasar Murah di Monas

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 08:52 WIB

Dukung Program Pemerintah, Kinerja BSI Solid Awal 2026

Dukung Program Pemerintah, Kinerja BSI Solid Awal 2026

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 20:12 WIB

Awalnya Mau Lapor Polisi, Akhirnya Pria "Joget Cuan MBG" Minta Maaf

Awalnya Mau Lapor Polisi, Akhirnya Pria "Joget Cuan MBG" Minta Maaf

Video | Kamis, 26 Maret 2026 | 17:00 WIB

Purbaya Pastikan Ada Efisiensi MBG, Negara Hemat Rp 40 Triliun per Tahun

Purbaya Pastikan Ada Efisiensi MBG, Negara Hemat Rp 40 Triliun per Tahun

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 15:21 WIB

Program MBG Guyur Rp1 Miliar Per SPPG Setiap Bulan

Program MBG Guyur Rp1 Miliar Per SPPG Setiap Bulan

Bisnis | Jum'at, 20 Maret 2026 | 08:27 WIB

Terkini

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:10 WIB

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:08 WIB

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:02 WIB

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:56 WIB

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:52 WIB

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:45 WIB

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:18 WIB

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:50 WIB

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:45 WIB

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:42 WIB