- Pemerintah memantau perkembangan fisik dan kognitif anak penerima program Makan Bergizi Gratis melalui sistem pendataan berkala yang sistematis.
- Menko Pangan Zulkifli Hasan menegaskan bahwa data awal setiap penerima menjadi acuan untuk evaluasi perubahan kondisi gizi anak.
- Badan Gizi Nasional mulai menerapkan pendataan di Depok melalui kerja sama dengan universitas bagi 61 juta penerima program.
Suara.com - Pemerintah akan memantau perkembangan anak penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG), mulai dari tinggi badan hingga kemampuan kognitif seperti IQ. Untuk melaksanakannya, diperlukan sistem pendataan yang disiapkan secara bertahap.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengatakan setiap penerima manfaat akan memiliki data awal yang menjadi acuan dalam pemantauan perkembangan.
"Makasih, Pak Wamen. Jadi memang kalau standar di NDP (Nutrient Density Protein) itu setiap penerima itu database-nya ada. Awalnya bagaimana? Anak ini dulu tingginya, beratnya, IQ-nya, tingkat macam-macam tuh ada database awal," ujar Zulhas saat rapat koordinasi pelaksanaan program MBG di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Kamis (2/4/2027).
Ia menjelaskan, pendataan tersebut dilakukan sejak awal anak menerima program MBG, khususnya untuk memantau kondisi gizi dan perkembangan fisik dalam beberapa tahun ke depan setelah menerima MBG.
"Jadi itu kalau stunting itu mulai dia terima (MBG), itu sudah didata penerima siswa kita itu. Nanti enam bulan atau setahun diukur, apa perubahannya? Tinggi badan, gitu ya, macam-macam, Pak," kata Zulhas.
Pemantauan dilakukan secara berkala untuk melihat perubahan kondisi anak dalam jangka waktu tertentu, mulai dari enam bulan hingga beberapa tahun ke depan.
![Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan alias Zulhas di Kantor Kemenko Pangan, Kamis (2/5/2026). [Suara.com/Fakhri]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/04/03/42906-menteri-koordinator-bidang-pangan-zulkifli-hasan.jpg)
"Nanti satu tahun lagi diukur, dua tahun, tiga tahun, itu kelihatan, Pak. Perkembangannya itu kelihatan gitu. Memang kita mengarah ke sana," ujarnya.
Menanggapi hal ini, Wakil Ketua Badan Gizi Nasional, Nanik S Deyang menyampaikan bahwa proses pendataan sudah mulai dilakukan di lapangan.
"Sudah mulai. Hari ini di depok. Kami kerja sama dengan universitas," jawab Nanik.
Diketahui, saat ini pelaksanaan program MBG sudah mencakup di 38 Provinsi seluruh Indonesia dengan jumlah penerima mencapai 61 juta orang.