Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Neraca Dagang Indonesia Surplus USD 1,27 Miliar, Apa Saja Faktor Pendukungnya

M Nurhadi | Fakhri Fuadi Muflih | Suara.com

Minggu, 05 April 2026 | 17:06 WIB
Neraca Dagang Indonesia Surplus USD 1,27 Miliar, Apa Saja Faktor Pendukungnya
ILUSTRASI-PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) mencatat pertumbuhan arus peti kemas sebesar 1,36% pada bulan Februari 2026 dibandingkan bulan sebelumnya (month-on-month). [Dok Pribadi]
  • Indonesia mencatat surplus neraca perdagangan sebesar USD 1,27 miliar pada Februari 2026, melanjutkan tren positif selama 70 bulan.
  • Kinerja surplus tersebut ditopang kuat oleh ekspor sektor nonmigas, terutama industri pengolahan yang menjadi tulang punggung perdagangan nasional.
  • Peningkatan impor bahan baku dan barang modal pada Februari 2026 mengindikasikan aktivitas manufaktur domestik yang berjalan sangat aktif.

Suara.com - Performa perdagangan internasional Indonesia kembali menunjukkan ketangguhan pada awal tahun 2026. Neraca perdagangan nasional dilaporkan terus memperpanjang tren surplus yang telah berlangsung selama beberapa tahun terakhir, mempertegas stabilitas ekonomi domestik di tengah ketidakpastian pasar global.

Pada Februari 2026, Indonesia berhasil membukukan surplus perdagangan sebesar USD 1,27 miliar. Capaian ini menunjukkan pertumbuhan positif dibandingkan perolehan pada Januari 2026 yang tercatat sebesar USD 0,95 miliar.

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengungkapkan bahwa pencapaian ini menandai konsistensi surplus neraca perdagangan Indonesia selama 70 bulan berturut-turut sejak Mei 2020. Menurutnya, hasil ini menjadi bukti nyata bahwa fundamental perdagangan Indonesia tetap kokoh.

“Capaian surplus selama 70 bulan berturut-turut mencerminkan fundamental perdagangan Indonesia yang tetap kuat. Kinerja ini terutama ditopang oleh ekspor nonmigas yang terus menjadi motor penggerak utama surplus neraca perdagangan kita,” ujar Budi kepada wartawan, Minggu (5/4/2026).

Sektor Nonmigas Jadi Penopang Utama

Secara akumulatif, sepanjang periode Januari hingga Februari 2026, neraca perdagangan Indonesia mengantongi surplus total sebesar USD 2,23 miliar.

Kekuatan utama berasal dari sektor nonmigas yang mencatatkan surplus signifikan sebesar USD 5,42 miliar dalam dua bulan pertama tahun ini. Angka tersebut berhasil menutupi defisit di sektor migas yang berada pada level USD 3,19 miliar.

Dilihat dari sisi mitra dagang, Amerika Serikat masih menjadi negara penyumbang surplus terbesar bagi Indonesia, diikuti oleh India dan Filipina sebagai tujuan ekspor utama.

Sebaliknya, Indonesia masih mencatatkan defisit perdagangan terdalam dengan Tiongkok, disusul oleh Australia dan Singapura.

Dari sisi ekspor, kinerja perdagangan pada Februari 2026 menyentuh angka USD 22,17 miliar. Nilai ini tumbuh tipis secara bulanan sekaligus menunjukkan peningkatan dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Struktur ekspor nasional masih didominasi oleh sektor industri pengolahan yang menjadi tulang punggung stabilitas perdagangan.

Meskipun ekspor nonmigas terus menunjukkan tren positif, ekspor di sektor migas terpantau mengalami penurunan secara tahunan.

Di sisi lain, nilai impor Indonesia pada Februari 2026 tercatat sebesar USD 20,89 miliar. Meski mengalami penurunan secara bulanan, angka ini tetap tumbuh jika dibandingkan secara tahunan (year-on-year).

Kenaikan impor tahunan ini didorong oleh meningkatnya permintaan barang modal dan bahan baku nonmigas. Fenomena ini dinilai sebagai sinyal positif karena menunjukkan aktivitas produksi industri manufaktur di dalam negeri masih berjalan sangat aktif.

Kondisi tersebut selaras dengan data Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur S&P Global Indonesia yang melonjak ke level 53,8 pada Februari 2026. Angka ini merupakan posisi tertinggi sejak Maret 2024.

“Hal ini memberikan sinyal positif bagi kinerja perdagangan Indonesia di kemudian hari,” pungkas Budi Santoso.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mengurai Efek Domino Perang AS-Israel Vs Iran terhadap Perdagangan RI

Mengurai Efek Domino Perang AS-Israel Vs Iran terhadap Perdagangan RI

Bisnis | Sabtu, 04 April 2026 | 17:08 WIB

Segelas Kopi Rp30 Ribu dan Ketakutan Akan Hari Esok yang Kian Mahal

Segelas Kopi Rp30 Ribu dan Ketakutan Akan Hari Esok yang Kian Mahal

Your Say | Sabtu, 04 April 2026 | 11:31 WIB

Misi Dagang ke Beijing, RI Bidik Investasi dan Rantai Pasok Global

Misi Dagang ke Beijing, RI Bidik Investasi dan Rantai Pasok Global

Bisnis | Sabtu, 04 April 2026 | 09:39 WIB

Pasar Semen Domestik Lesu, SMGR Putar Otak Jualan ke Luar Negeri

Pasar Semen Domestik Lesu, SMGR Putar Otak Jualan ke Luar Negeri

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 16:46 WIB

Neraca Perdagangan RI Surplus 2,23 Miliar USD di Januari-Februari 2026, Naik 70 Bulan Beruntun

Neraca Perdagangan RI Surplus 2,23 Miliar USD di Januari-Februari 2026, Naik 70 Bulan Beruntun

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 14:27 WIB

Ambisi BYD Targetkan Ekspor 1,5 Juta Unit Kendaraan saat Pasar Domestik Melandai

Ambisi BYD Targetkan Ekspor 1,5 Juta Unit Kendaraan saat Pasar Domestik Melandai

Otomotif | Selasa, 31 Maret 2026 | 17:45 WIB

Terkini

Qavah Group Mau Lipat Gandakan Investasi China ke RI

Qavah Group Mau Lipat Gandakan Investasi China ke RI

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 21:40 WIB

Harga Minyakita di Wilayah Timur Masih Melambung, Kemendag Soroti Kendala Logistik

Harga Minyakita di Wilayah Timur Masih Melambung, Kemendag Soroti Kendala Logistik

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 21:10 WIB

Kadin China Kirim Surat Protes ke Prabowo, Keluhkan Royalti Tambang, RKAB Nikel hingga Satgas PKH

Kadin China Kirim Surat Protes ke Prabowo, Keluhkan Royalti Tambang, RKAB Nikel hingga Satgas PKH

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:53 WIB

Pemerintah Waspadai Lonjakan Harga Gula Pasir, Skema SPHP Diusulkan

Pemerintah Waspadai Lonjakan Harga Gula Pasir, Skema SPHP Diusulkan

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:35 WIB

Siloam Tutup RUPST Tahun Buku 2025, Lanjutkan Pertumbuhan Berkelanjutan Lewat Diferensiasi Arketipe

Siloam Tutup RUPST Tahun Buku 2025, Lanjutkan Pertumbuhan Berkelanjutan Lewat Diferensiasi Arketipe

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:02 WIB

Rupiah Ambruk ke Rp17.500, Pedagang Elektronik Pasar Minggu Ungkap Penjualan Telah Anjlok 50 Persen

Rupiah Ambruk ke Rp17.500, Pedagang Elektronik Pasar Minggu Ungkap Penjualan Telah Anjlok 50 Persen

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:00 WIB

Paradoks Beras: Stok Melimpah 5,19 Juta Ton, Harga di 105 Daerah Masih Melonjak

Paradoks Beras: Stok Melimpah 5,19 Juta Ton, Harga di 105 Daerah Masih Melonjak

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 19:24 WIB

Rupiah Tembus di Rp17.500, Pedagang Elektronik: Harga Sudah Naik 5 Persen

Rupiah Tembus di Rp17.500, Pedagang Elektronik: Harga Sudah Naik 5 Persen

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 19:07 WIB

Rupiah Tembus Rp17.528, Harga Laptop dan Ponsel di Mall Ambasador Terancam Melonjak

Rupiah Tembus Rp17.528, Harga Laptop dan Ponsel di Mall Ambasador Terancam Melonjak

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 18:58 WIB

Siap-siap! Dana Rp 31,5 Triliun Bakal Hilang dari Pasar Modal RI

Siap-siap! Dana Rp 31,5 Triliun Bakal Hilang dari Pasar Modal RI

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 18:32 WIB