Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.772.000
Beli Rp2.632.000
IHSG 6.723,320
LQ45 657,880
Srikehati 323,518
JII 437,887
USD/IDR 17.491

Harga Emas Bergejolak, Bank Mega Syariah Siapkan Strategi Ini

Dythia Novianty | Rina Anggraeni | Suara.com

Senin, 06 April 2026 | 09:01 WIB
Harga Emas Bergejolak, Bank Mega Syariah Siapkan Strategi Ini
Ilustrasi Bank Mega Syariah. [Ist]
  • Harga emas global fluktuatif akibat faktor ekonomi dan geopolitik, namun tetap dianggap instrumen investasi jangka panjang yang stabil.
  • Benadicto Alvonzo Ferary dari Bank Mega Syariah menyarankan strategi beli saat harga turun untuk optimasi portofolio investasi masyarakat.
  • Bank Mega Syariah meluncurkan produk Flexi Gold yang mencatat pertumbuhan penyaluran pembiayaan signifikan hingga Maret 2026 di Jakarta.

Suara.com - Pergerakan harga emas global dalam beberapa waktu terakhir menunjukkan tren fluktuatif. Kondisi ini menjadi perhatian investor, terutama masyarakat yang menjadikan emas sebagai instrumen lindung nilai (safe haven) sekaligus investasi jangka panjang.

Fluktuasi harga emas dinilai sebagai fenomena yang wajar, dipengaruhi berbagai faktor global mulai dari kondisi ekonomi, inflasi, kebijakan suku bunga, hingga ketidakpastian geopolitik.

Meski demikian, secara historis emas tetap menjadi salah satu instrumen investasi yang relatif stabil dalam jangka panjang dan kerap dipilih untuk menjaga nilai aset.

Digital Business & Product Management Division Head Bank Mega Syariah, Benadicto Alvonzo Ferary, menilai kondisi ini justru membuka peluang bagi masyarakat untuk memanfaatkan momentum koreksi harga melalui strategi buy the dip, yakni membeli aset saat harga mengalami penurunan sementara.

“Masyarakat perlu memahami bahwa investasi emas tidak hanya berfokus pada momentum jangka pendek, tetapi juga pada potensi pertumbuhan nilai dalam jangka Panjang," ujar Benadicto dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Senin (6/4/2026).

Menurutnya, strategi buy the dip dapat menjadi cara untuk mengoptimalkan peluang di tengah volatilitas harga, khususnya bagi nasabah dengan tujuan keuangan jangka panjang seperti perencanaan ibadah haji, pendidikan, maupun penguatan portofolio investasi.

ilustrasi emas (freepik/wirestock)
ilustrasi emas (freepik/wirestock)

Ia menambahkan, kondisi harga emas yang relatif lebih terjangkau saat ini menjadi momentum tepat bagi masyarakat untuk mulai atau menambah kepemilikan emas.

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Bank Mega Syariah menghadirkan produk pembiayaan emas Flexi Gold. Produk ini menawarkan kemudahan bagi nasabah untuk memiliki emas secara lebih terencana dan bertahap.

“Flexi Gold merupakan solusi pembiayaan berbasis prinsip syariah yang transparan, sehingga diharapkan dapat membantu masyarakat mengakses instrumen investasi yang aman dan bernilai jangka panjang,” jelasnya.

Flexi Gold menggunakan akad Murabahah dan Rahn sesuai prinsip syariah, dengan pilihan agunan emas logam mulia mulai dari 5 gram, 10 gram, 25 gram, 50 gram, hingga 100 gram.

Nasabah juga mendapatkan sejumlah keuntungan tambahan, seperti gratis biaya cetak fisik, pengiriman, serta asuransi pengiriman.

Seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap investasi emas, kinerja produk ini pun menunjukkan pertumbuhan signifikan.

Hingga Maret 2026, penyaluran Flexi Gold tumbuh lebih dari 85 persen dibandingkan posisi Desember 2025. Dari sisi volume, jumlah emas yang dibiayai mencapai lebih dari 1.400 gram atau meningkat lebih dari 35 persen dibandingkan akhir tahun sebelumnya.

Secara keseluruhan, kinerja positif Flexi Gold sejalan dengan pertumbuhan pembiayaan konsumer Bank Mega Syariah. Hingga Maret 2026, pembiayaan konsumer tercatat tumbuh lebih dari 20 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Peluncuran Flexi Gold menjadi bagian dari strategi Bank Mega Syariah dalam mendiversifikasi produk konsumer, sekaligus memanfaatkan keunggulan emas sebagai instrumen investasi dengan likuiditas tinggi. Produk ini juga dirancang agar dapat menjangkau berbagai segmen pasar secara luas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Emas di Pegadaian Naik Hari Ini, Galeri 24 dan UBS Kompak Menguat!

Harga Emas di Pegadaian Naik Hari Ini, Galeri 24 dan UBS Kompak Menguat!

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 08:00 WIB

Emas Dunia Berpotensi Tertekan, Pengamat: Penurunan Harga Hanya Sementara

Emas Dunia Berpotensi Tertekan, Pengamat: Penurunan Harga Hanya Sementara

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 11:54 WIB

Antam Tersedia di Pegadaian, Cek Harga Emas Antam, UBS dan Galeri 24 Hari Ini

Antam Tersedia di Pegadaian, Cek Harga Emas Antam, UBS dan Galeri 24 Hari Ini

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 08:24 WIB

Maksimalkan Sisa THR, Investasikan Jadi Emas Lewat BRImo Lebih Menguntungkan

Maksimalkan Sisa THR, Investasikan Jadi Emas Lewat BRImo Lebih Menguntungkan

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 15:17 WIB

Bank Mega Syariah Catat Penyaluran Kredit Koperasi Rp 5,9 Triliun Sepanjang 2025

Bank Mega Syariah Catat Penyaluran Kredit Koperasi Rp 5,9 Triliun Sepanjang 2025

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 13:29 WIB

Harga Emas Pegadaian Jumat Ini Stagnan, Cek Perbandingan Galeri 24 dan UBS

Harga Emas Pegadaian Jumat Ini Stagnan, Cek Perbandingan Galeri 24 dan UBS

Bisnis | Jum'at, 27 Maret 2026 | 11:43 WIB

Terkini

BPS: Harga Cabai Sudah Naik di 247 Kota

BPS: Harga Cabai Sudah Naik di 247 Kota

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 14:44 WIB

Teknologi Energi Surya RI Dilirik Bangladesh

Teknologi Energi Surya RI Dilirik Bangladesh

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 14:34 WIB

Lebih Sibuk dari Hormuz, Selat Malaka Jadi Ancaman 'Bom Waktu' Ekonomi Global

Lebih Sibuk dari Hormuz, Selat Malaka Jadi Ancaman 'Bom Waktu' Ekonomi Global

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 14:31 WIB

Percepat Proyek Tata Air Daan Mogot, Brantas Abipraya: Penyesuaian Badan Jalan Dilakukan Bertahap

Percepat Proyek Tata Air Daan Mogot, Brantas Abipraya: Penyesuaian Badan Jalan Dilakukan Bertahap

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 14:29 WIB

Apa yang Dimaksud Trading Halt? Ramai Dibicarakan karena IHSG Anjlok

Apa yang Dimaksud Trading Halt? Ramai Dibicarakan karena IHSG Anjlok

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 14:22 WIB

Direksi Emiten Tambang Emas AMMN Mundur

Direksi Emiten Tambang Emas AMMN Mundur

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 14:21 WIB

Dilema PI 10% Blok Ganal: Antara Hak Daerah dan Beban Investasi Jumbo

Dilema PI 10% Blok Ganal: Antara Hak Daerah dan Beban Investasi Jumbo

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 14:17 WIB

Rupiah Tembus Rp17.645, Garuda Indonesia Kian Berat Menanggung Utang Dolar

Rupiah Tembus Rp17.645, Garuda Indonesia Kian Berat Menanggung Utang Dolar

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 14:05 WIB

5 Saham Ini Paling Banyak Dijual Investor Asing di Sesi I

5 Saham Ini Paling Banyak Dijual Investor Asing di Sesi I

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 13:33 WIB

IHSG Keok ke 6.400, Purbaya Minta Investor Tak Takut: Serok Bawah Sekarang, 1-2 Hari Balik

IHSG Keok ke 6.400, Purbaya Minta Investor Tak Takut: Serok Bawah Sekarang, 1-2 Hari Balik

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 13:06 WIB