Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.615.000
Beli Rp2.500.000
IHSG 5.986,497
LQ45 594,918
Srikehati 295,219
JII 350,443
USD/IDR 17.983

Laba PTBA Anjlok 42,5 Persen

Mohammad Fadil Djailani, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Senin, 06 April 2026 | 16:08 WIB
Laba PTBA Anjlok 42,5 Persen
Rapor merah membayangi PT Bukit Asam Tbk (PTBA) sepanjang tahun buku 2025. Foto Yaumal-Suara.com
baca 10 detik
  • Laba bersih PTBA 2025 anjlok 42,5% ke Rp2,93 triliun akibat jatuhnya harga batu bara global.
  • Meski produksi naik 9%, profit PTBA tergerus dalam karena indeks Newcastle merosot 22%.
  • Dirut PTBA klaim efisiensi, namun pasar soroti penurunan tajam laba bersih emiten pelat merah.

Suara.com - Rapor merah membayangi PT Bukit Asam Tbk (PTBA) sepanjang tahun buku 2025. Emiten pertambangan batu bara pelat merah ini terpaksa gigit jari setelah mencatatkan kejatuhan laba bersih yang cukup signifikan di tengah fluktuasi pasar komoditas global.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan, PTBA hanya mampu membukukan laba bersih sebesar Rp2,93 triliun. Angka ini merosot tajam hingga 42,5 persen jika dibandingkan dengan perolehan tahun 2024 yang masih perkasa di angka Rp5,10 triliun.

Direktur Utama PTBA, Arsal Ismail, berdalih bahwa merosotnya profitabilitas perusahaan tak lepas dari koreksi harga jual rata-rata akibat indeks Newcastle yang anjlok hingga 22 persen.

"Meski harga jual rata-rata terkoreksi, PTBA mampu menjawab tantangan tersebut dengan peningkatan efisiensi operasional," ujar Arsal dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (6/4/2026).

Namun, klaim efisiensi tersebut tampaknya kontras dengan realitas laba yang tergerus hampir separuh dari tahun sebelumnya. Meskipun EBITDA tercatat sebesar Rp6,08 triliun, pasar tetap menyoroti ketidakmampuan perseroan membentengi profit dari hantaman harga global.

Di tengah penurunan laba, PTBA justru terus memacu volume produksi hingga 47,2 juta ton (naik 9 persen) dan volume penjualan 45,4 juta ton. Namun, kenaikan volume ini tidak mengompensasi hilangnya pendapatan akibat jatuhnya harga pasar.

Perseroan juga terlihat jor-joran dalam belanja modal (capex) senilai Rp4,55 triliun yang dialokasikan untuk infrastruktur jangka panjang. Disisi lain PTBA mengalokasikan 54 persen total penjualannya untuk kebutuhan domestik demi menjaga ketahanan energi nasional. Untuk porsi ekspor tercatat sebesar 46 persen sebagai hasil dari langkah ekspansi dan diversifikasi pasar global perusahaan.

Untuk tahun 2026, PTBA mematok target produksi dan penjualan yang lebih tinggi, yakni 49,5 juta ton. Arsal menyatakan pihaknya akan menerapkan strategi penambangan selektif untuk menjaga daya saing.

"PTBA optimis dapat menjaga kinerja positif yang berkelanjutan untuk berkontribusi pada perekonomian bangsa serta menjaga ketahanan energi nasional,” ujarnya.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Emiten MPMX Cetak Laba Bersih Rp 462 M Sepanjang 2025

Emiten MPMX Cetak Laba Bersih Rp 462 M Sepanjang 2025

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 16:40 WIB

Laba Medco Ambles 72 Persen, Beban Utang Membengkak di Tengah Merosotnya Harga Komoditas

Laba Medco Ambles 72 Persen, Beban Utang Membengkak di Tengah Merosotnya Harga Komoditas

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 12:45 WIB

Emiten DVLA dan Astra Garap Pasar Alkes Berbasis AI

Emiten DVLA dan Astra Garap Pasar Alkes Berbasis AI

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 08:04 WIB

Terkini

Panen Raya Jadi Bukti! Teknologi Benih Dongkrak Produktivitas Jagung

Panen Raya Jadi Bukti! Teknologi Benih Dongkrak Produktivitas Jagung

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 07:33 WIB

OJK Tutup 36.191 Rekening Judi Online, Perbankan Diminta Perketat Pengawasan

OJK Tutup 36.191 Rekening Judi Online, Perbankan Diminta Perketat Pengawasan

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 07:27 WIB

Kementerian PU Jelaskan Kunker Menteri Dody dan Keluarga ke New York Jelang Final Piala Dunia

Kementerian PU Jelaskan Kunker Menteri Dody dan Keluarga ke New York Jelang Final Piala Dunia

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 22:14 WIB

Sebanyak 81 BPR Akan Digabung Menjadi 24 hingga Juni 2026

Sebanyak 81 BPR Akan Digabung Menjadi 24 hingga Juni 2026

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 20:35 WIB

Danantara Lebur 4 BUMN Manajer Investasi

Danantara Lebur 4 BUMN Manajer Investasi

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 20:29 WIB

Ribut-ribut Soal Skema Bagasi Pesawat, Mana yang Lebih Baik?

Ribut-ribut Soal Skema Bagasi Pesawat, Mana yang Lebih Baik?

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 20:25 WIB

Tiga Perusahaan RI Tersandung Sengketa Bisnis sama Malaysia, Kapal-kapal Ditahan

Tiga Perusahaan RI Tersandung Sengketa Bisnis sama Malaysia, Kapal-kapal Ditahan

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 20:20 WIB

Transaksi Kripto Naik di Mei 2026

Transaksi Kripto Naik di Mei 2026

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 20:19 WIB

Investor Serok Borong BBCA, Jual BMRI dan TPIA di Tengah Penguatan IHSG

Investor Serok Borong BBCA, Jual BMRI dan TPIA di Tengah Penguatan IHSG

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 20:13 WIB

Purbaya: Defisit APBN 2026 Diproyeksikan Membengkak

Purbaya: Defisit APBN 2026 Diproyeksikan Membengkak

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 20:09 WIB

×