Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.615.000
Beli Rp2.500.000
IHSG 5.986,497
LQ45 594,918
Srikehati 295,219
JII 350,443
USD/IDR 17.983

DPR Usul Pembelian Gas 3 Kg Pakai Sidik Jari atau Retina, Ini Tujuannya

M Nurhadi

Selasa, 07 April 2026 | 08:35 WIB
DPR Usul Pembelian Gas 3 Kg Pakai Sidik Jari atau Retina, Ini Tujuannya
Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Said Abdullah di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (1/9/2025). (Suara.com/Bagaskara)
baca 10 detik
  • Ketua Banggar DPR RI mengusulkan verifikasi biometrik sidik jari atau retina untuk pendistribusian gas LPG 3 kilogram.
  • Langkah tersebut bertujuan memastikan subsidi energi tepat sasaran kepada 5,4 juta masyarakat yang memang berhak menerima.
  • Penerapan teknologi digital ini diharapkan dapat mencegah manipulasi data serta efisiensi anggaran subsidi pemerintah tahun 2026 mendatang.

Suara.com - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI melontarkan usulan baru terkait mekanisme pendistribusian Liquefied Petroleum Gas (LPG) tabung 3 kilogram atau yang sering disebut sebagai "gas melon".

Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah, mengusulkan agar proses pembelian gas subsidi tersebut menggunakan verifikasi biometrik berupa pemindaian sidik jari (fingerprint) atau retina mata.

Langkah ini dinilai perlu dilakukan untuk memastikan bahwa subsidi energi yang dialokasikan pemerintah benar-benar dinikmati oleh masyarakat yang berhak.

Usulan ini muncul di tengah diskusi mengenai efisiensi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), terutama terkait beban subsidi energi yang terus membengkak.

Said Abdullah menegaskan bahwa distribusi LPG 3 kg saat ini masih memiliki celah besar sehingga sering kali tidak tepat sasaran.

Dengan mekanisme biometrik, identitas penerima manfaat dapat dikunci secara digital dan sulit untuk dimanipulasi oleh pihak yang tidak berwenang.

"Caranya bukan sekadar semata-mata pemerintah punya data sentral, tapi juga lakukanlah berulang kali saya bolak-balik (usul) dengan sidik jari atau retina mata bagi orang yang berhak untuk mendapatkan tabung LPG 3 kg," ujar Said Abdullah saat ditemui di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, pada Senin (6/4/2026).

Meskipun mengusulkan pengetatan melalui teknologi biometrik, Said Abdullah menyatakan ketidaksetujuannya jika pemerintah mengambil langkah untuk mengurangi besaran subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM).

Menurutnya, fokus utama pemerintah seharusnya bukan memotong angka subsidi bagi rakyat, melainkan memperbaiki data dan metode distribusinya, khususnya pada komoditas LPG 3 kg.

baca juga

Ia berpendapat bahwa jumlah masyarakat yang benar-benar layak menerima subsidi LPG 3 kg sebenarnya jauh lebih kecil dibandingkan dengan pagu anggaran yang saat ini ditetapkan pemerintah.

Berdasarkan perhitungan internal Banggar DPR, hanya sekitar 5,4 juta orang yang masuk kategori berhak jika kriteria "tepat sasaran" diterapkan secara ketat.

Angka ini jauh di bawah kuota yang ada dalam pagu anggaran saat ini yang mencakup sekitar 8,6 juta orang.

"Karena hitungan kami dari 8,6 juta, kalau mau tepat sasaran, targeted, tidak sia-sia menghambur-hamburkan anggaran, LPG 3 kilo, tabung 3 kg itu hanya 5,4 juta. Cukup, dari 8,6 yang ada di pagu," kata Ketua DPP PDIP tersebut.

Said juga menyoroti fluktuasi harga minyak mentah internasional yang memberikan tekanan pada segala aspek ekonomi.

Namun, ia mengingatkan agar beban tersebut tidak lantas dialihkan kepada rakyat melalui pengurangan subsidi energi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gandeng Swasta, Pemerintah Kebut Bangun 1.000 Rumah Murah

Gandeng Swasta, Pemerintah Kebut Bangun 1.000 Rumah Murah

News | Senin, 06 April 2026 | 22:47 WIB

Bahlil Berpikir Keras Cari Stok LPG

Bahlil Berpikir Keras Cari Stok LPG

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 20:43 WIB

Pembangunan Pabrik DME PTBA Butuh 3 Tahun, Pendanaan Masih Menunggu Danantara

Pembangunan Pabrik DME PTBA Butuh 3 Tahun, Pendanaan Masih Menunggu Danantara

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 18:23 WIB

Harga LPG Tak Naik per April 2026, Pemerintah Jamin Stok Aman

Harga LPG Tak Naik per April 2026, Pemerintah Jamin Stok Aman

Foto | Senin, 06 April 2026 | 18:00 WIB

Purbaya Pastikan Harga BBM Subsidi Tak Naik Sampai Akhir Tahun: Gini-gini Uangnya Banyak!

Purbaya Pastikan Harga BBM Subsidi Tak Naik Sampai Akhir Tahun: Gini-gini Uangnya Banyak!

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 17:18 WIB

Harga Tiket Pesawat Naik Imbas Avtur Meroket, Maksimal 13 Persen

Harga Tiket Pesawat Naik Imbas Avtur Meroket, Maksimal 13 Persen

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 16:41 WIB

Terkini

Kemasan Rokok Polos: Siapa Sebenarnya yang Menanggung Biaya Regulasi?

Kemasan Rokok Polos: Siapa Sebenarnya yang Menanggung Biaya Regulasi?

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 18:24 WIB

Kementerian Ekonomi Kreatif Susun Rindekraf Perkuat Talenta dan Daya Saing

Kementerian Ekonomi Kreatif Susun Rindekraf Perkuat Talenta dan Daya Saing

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 18:24 WIB

BTN dan BPS Berkolaborasi Hadirkan Solusi Berbasis Data Guna Perluas Akses Kepemilikan Rumah

BTN dan BPS Berkolaborasi Hadirkan Solusi Berbasis Data Guna Perluas Akses Kepemilikan Rumah

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 17:53 WIB

Transaksi Olein Tembus Rp7,3 Triliun dan Timah Rp2,6 Triliun di Tengah Gejolak Global

Transaksi Olein Tembus Rp7,3 Triliun dan Timah Rp2,6 Triliun di Tengah Gejolak Global

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 17:50 WIB

Setelah Purbaya, Said Iqbal Mau Geruduk Kantor BPJS Ketenagakerjaan

Setelah Purbaya, Said Iqbal Mau Geruduk Kantor BPJS Ketenagakerjaan

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 17:48 WIB

Rupiah Kembali Rp18.000, Mata Uang RI Melemah Akibat Kasta IHSG Turun?

Rupiah Kembali Rp18.000, Mata Uang RI Melemah Akibat Kasta IHSG Turun?

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 17:46 WIB

Demo 1.500 Buruh di Kemenkeu Batal Digelar usai Said Iqbal Lobi Purbaya

Demo 1.500 Buruh di Kemenkeu Batal Digelar usai Said Iqbal Lobi Purbaya

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 17:25 WIB

Fondasi SDM Masa Depan, Kualitas Pendidikan Anak Sejak Dini Jadi Sorotan

Fondasi SDM Masa Depan, Kualitas Pendidikan Anak Sejak Dini Jadi Sorotan

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 16:30 WIB

Ikut Kunker ke New York, Anak Menteri PU Bernama Aurellia Ternyata Bekerja di Vale Indonesia

Ikut Kunker ke New York, Anak Menteri PU Bernama Aurellia Ternyata Bekerja di Vale Indonesia

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 16:00 WIB

Explainer: Menteri PU 'Dinas Bareng Keluarga' ke Amerika Bertepatan Final Piala Dunia

Explainer: Menteri PU 'Dinas Bareng Keluarga' ke Amerika Bertepatan Final Piala Dunia

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 14:55 WIB

×