Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Selat Malaka Milik Siapa? Bikin Singapura Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz

Ruth Meliana | Suara.com

Kamis, 09 April 2026 | 14:49 WIB
Selat Malaka Milik Siapa? Bikin Singapura Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz
Aktivitas perdagangan di Selat Malaka (Wikimedia Commons/Dronepicr).

Suara.com - Pesona Selat Malaka ternyata membuat Singapura jatuh hati sehingga enggan membayar tarif Selat Hormuz ke Iran.

Adapun baru-baru ini, Iran sedang 'galak-galaknya' dengan negara-negara raksasa ekonomi seperti Singapura dengan menggalakkan tarif Selat Hormuz.

Tak keok dengan sikap Iran, Singapura enggan membayar tarif tersebut.

Menlu Singapura Vivian Balakrishnan dalam keterangan tegasnya, dikutip Kamis (9/4/2026) mengatakan negaranya emoh untuk membayar sepeserpun ke Iran demi kapal-kapal dagang bisa lewat.

Bukan tanpa alasan, sikap Singapura tersebut merujuk kepada hak lintas damai kapal internasional diatur dalam hukum UNCLOS yang berlaku bagi seluruh negara di dunia.

Lebih lanjut, Balakrishnan menilai bahwa negaranya lebih menggantungkan diri dengan Selat Malaka yang lebih strategis untuk perdagangan.

Berkaca dari lokasi Selat Malaka yang strategis, Balakrishnan sesumbar mengatakan bahwa Singapura juga menjadi salah satu arteri perekonomian dunia.

Lantas, siapakah pemilik Selat Malaka sebenarnya yang menjadi 'pembuluh darah' perekonomian Singapura? Apakah benar Singapura punya hak paling besar atas Selat Malaka?

Selat Malaka bukan milik Singapura saja

Pernyataan Balakrishnan tak sepenuhnya salah, karena Singapura juga menjadi 'pemain utama' dalam perdagangan di Selat Malaka.

Kendati demikian, Selat Malaka tidak dimiliki oleh satu negara tunggal, melainkan dikelola secara kolektif oleh tiga negara littoral states yakni Indonesia, Malaysia, dan Singapura.

Berdasarkan hukum laut internasional (UNCLOS 1982), kedaulatan atas perairan ini dibagi sesuai batas wilayah laut teritorial masing-masing negara.

Thailand juga memiliki peran di bagian utara, namun manajemen utama lalu lintas dan keamanan berada di bawah koordinasi ketiga negara tersebut.

Mengenai pernyataan Menlu Balakrishnan, memang benar bahwa posisi geografis Singapura sebagai pelabuhan transit utama, namun bukan penguasaan kepemilikan.

Klaim bahwa Singapura adalah pemilik tunggal adalah keliru secara hukum dan politik.

Singapura memang titik krusial secara ekonomi, namun regulasi perdagangan tetap melibatkan kerja sama regional demi menjaga stabilitas kawasan.

Adapun dampak dari penutupan Selat Hormuz sangat besar terhadap lalu lintas di Selat Malaka.

Jika Selat Hormuz ditutup akibat ketegangan Iran, pasokan energi dunia akan terganggu, sehingga peran Selat Malaka sebagai jalur alternatif dan distribusi global menjadi semakin vital.

Selat Malaka berfungsi sebagai "nadi" utama yang menghubungkan Samudra Hindia dan Pasifik.

Jika stabilitas di satu titik terganggu, tekanan ekonomi pada Selat Malaka akan meningkat drastis, mempertegas mengapa pengelolaan bersama antarnegara pantai sangat krusial bagi keamanan energi dunia.

Benarkah Selat Malaka lebih unggul dari Selat Hormuz?

Selat Malaka dan Selat Hormuz sering dijuluki sebagai dua "urat nadi" paling vital dalam perdagangan dunia, namun keduanya memiliki karakteristik dan keunggulan yang sangat berbeda.

Namun, ada beberapa hal yang lebih unggul pada Selat Malaka ketimbang Selat Hormuz, yakni sebagai berikut.

  • Diversitas komoditas perdagangan

Selat Hormuz hampir sepenuhnya bergantung pada arus keluar energi (minyak mentah dan gas alam cair).

Sementara itu, Selat Malaka adalah jalur multikomoditas.

Selain energi dari Timur Tengah menuju Asia Timur selat ini mengangkut barang manufaktur, bahan pangan, hingga bahan baku industri dari Barat ke Timur dan sebaliknya.

  • Konektivitas dua samudra besar

Keunggulan geografis utama Selat Malaka adalah perannya sebagai jembatan terpendek yang menghubungkan Samudra Hindia dengan Samudra Pasifik.

Tanpa jalur ini, kapal-kapal harus memutar jauh melalui Selat Lombok atau Selat Sunda, yang akan menambah waktu tempuh dan biaya operasional secara signifikan.

Selat Hormuz, di sisi lain, bersifat "kantong" yang menghubungkan Teluk Persia ke laut lepas.

  • Stabilitas politik dan kerja sama regional

Meskipun menghadapi tantangan seperti pembajakan, Selat Malaka dikelola oleh negara-negara yang relatif stabil dan memiliki mekanisme kerja sama keamanan yang solid (seperti Malacca Straits Patrol).

Sebaliknya, Selat Hormuz berada di zona geopolitik yang sangat panas.

Kedekatannya dengan wilayah konflik membuat Selat Hormuz sering digunakan sebagai alat tawar politik atau ancaman blokade militer yang dapat melumpuhkan ekonomi dunia seketika.

Kontributor : Armand Ilham

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemerintah Indonesia Respons Positif Gencatan Senjata Iran-AS

Pemerintah Indonesia Respons Positif Gencatan Senjata Iran-AS

Video | Kamis, 09 April 2026 | 14:42 WIB

Kutuk Serangan Israel, Macron Desak Lebanon Harus Diikutsertakan Dalam Gencatan Senjata AS dan Iran

Kutuk Serangan Israel, Macron Desak Lebanon Harus Diikutsertakan Dalam Gencatan Senjata AS dan Iran

News | Kamis, 09 April 2026 | 14:36 WIB

Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!

Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 18:57 WIB

Terkini

Daftar Lokasi dan Jadwal Perbaikan Tol Jakarta - Tangerang Periode Mei 2026

Daftar Lokasi dan Jadwal Perbaikan Tol Jakarta - Tangerang Periode Mei 2026

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 19:13 WIB

5 Cara Amankan Cicilan KPR saat Suku Bunga Naik

5 Cara Amankan Cicilan KPR saat Suku Bunga Naik

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 19:10 WIB

Daftar Negara dengan Utang Paling Ekstrem, Indonesia Termasuk?

Daftar Negara dengan Utang Paling Ekstrem, Indonesia Termasuk?

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 18:52 WIB

Awas Aksi Jual Asing! Saham Perbankan Jadi Sasaran Empuk Profit Taking

Awas Aksi Jual Asing! Saham Perbankan Jadi Sasaran Empuk Profit Taking

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 18:01 WIB

Ekonom Ramal Rupiah Susah Turun ke Level Rp 16.000/USD

Ekonom Ramal Rupiah Susah Turun ke Level Rp 16.000/USD

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 17:46 WIB

Bos GoTo Lapor ke Seskab Teddy, Telah Turunkan Potongan Komisi Ojol 8%

Bos GoTo Lapor ke Seskab Teddy, Telah Turunkan Potongan Komisi Ojol 8%

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 17:39 WIB

Prabowo Diminta Evaluasi PLN Imbas Insiden Blackout Sumatra: Rakyat Rugi Besar!

Prabowo Diminta Evaluasi PLN Imbas Insiden Blackout Sumatra: Rakyat Rugi Besar!

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 17:35 WIB

Tekanan Ekonomi Bikin Investor RI Mulai Lirik Aset Kripto dan Emas Digital

Tekanan Ekonomi Bikin Investor RI Mulai Lirik Aset Kripto dan Emas Digital

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 17:28 WIB

Begini Kondisi Listrik di Sumatra, Masih Banyak yang Padam?

Begini Kondisi Listrik di Sumatra, Masih Banyak yang Padam?

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 17:16 WIB

OJK Lihat Bisnis BPD Masih Baik-baik Saja

OJK Lihat Bisnis BPD Masih Baik-baik Saja

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 17:05 WIB