Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.860.000
Beli Rp2.735.000
IHSG 7.307,589
LQ45 733,903
Srikehati 341,804
JII 507,580
USD/IDR 17.077

Minta KAI Percantik, Menhub: Bogor Stasiunnya Pada Jelek

Achmad Fauzi | Suara.com

Jum'at, 10 April 2026 | 07:54 WIB
Minta KAI Percantik, Menhub: Bogor Stasiunnya Pada Jelek
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi meminta KAI untuk percantik stasiun-stasiun ke wilayah Bogor dan Sukabumi, karena dinilai jelek. [Suara.com/Achmad Fauzi].
  • Menhub menilai kondisi stasiun di jalur Bogor masih kurang layak, sehingga meminta KAI segera melakukan perbaikan dan mempercantik fasilitas bagi penumpang.
  • Rencana elektrifikasi akan menggantikan kereta diesel dengan KRL, sehingga perjalanan menjadi lebih modern dan efisien bagi pengguna.
  • Pemerintah mendorong elektrifikasi jalur Rangkasbitung agar bisa menggunakan kereta berkapasitas besar, dengan dukungan PLN untuk aspek infrastruktur dan bisnis.

Suara.com - Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi meminta PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI untuk percantik stasiun-stasiun ke wilayah Bogor dan Sukabumi.

Pasalnya, Menhub menilai stasiun-stasiun yang melintasi jalur tersebut masih kurang layak untuk melayani para anak kereta atau Anker.

"Terus yang ke Bogor sebenarnya saya minta prioritas adalah stasiun-stasiunnya. Bogor ini stasiunnya pada jelek," ujarnya saat ditemui di Habitate, Jakarta yang ditulis Jumat (10/4/2026).

Permintaan Menhub ini menyusul dengan adanya rencana elektrifikasi jalur dari Bogor menuju Sukabumi. Artinya, anker tidak perlu menggunakan kereta diesel untuk menuju Sukabumi ke Bogor, karena ke depan tersedia Kereta Rel Listrik (KRL).

Sejumlah calon penumpang KRL Commuter Line memasuki gerbang tiket elektronik di Stasiun Bogor, Jawa Barat, Senin (14/9/2020). [ANTARA FOTO/Arif Firmansyah]
Kondisi Stasiun Bogor yang diminta dipercantik. [ANTARA FOTO/Arif Firmansyah]

"Saya minta KAI untuk merenovasi, ya mempercantik stasiun-stasiun yang arah Bogor," ucapnya.

Di sisi lain, Menhub juga meminta KAI untuk mengganti kereta yang lebih besar untuk jalur Green Line menuju Rangkas Bitung. Hanya saja, ia mengakui, memang butuh elektrifikasi lebih lanjut untuk mengakomodir permintaan ini.

Maka itu, Menhub meminta anak buahnya agar elektrifikasi ini bisa disegerakan. Dengan begitu, para anker jalur green line bisa merasakan kereta impor China.

"Kalau yang ke arah Rangkas itu saya minta waktu itu ganti kap keretanya. Tapi kan kereta diganti kalau elektrifikasinya bisa diganti juga, Kalau setelah ditingkatkan maka kereta yang melayani ke arah Bekasi, itu kan besar-besar tuh, punya China tuh. Bisa bukan pindah, tapi di Green line juga bisa dapat dengan kereta jenis yang sama gitu lho," jelasnya.

Untuk mempercepat elektrifikasi, Menhub juga akan menggandeng PLN. Selain itu, tambahnya, elektrifikasi ini juga harus memperhitungkan sisi bisnis agar sama-sama menguntungkan.

"Nanti kita kerjasama sama PLN, supaya peningkatan elektrifikasi itu satu memiliki manfaat bisnis juga buat PLN. Dan PLN kemarin waktu kita bicara untuk yang di Cicalengka, mereka sudah tertarik. Dengan elektrifikasi di Green line, kemudian Cicalengka, dan Cikarang-Cikampek, mereka sangat tertarik," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Urai Macet Horor Bali, Menhub Siapkan Water Taxi hingga Pelabuhan Logistik Baru

Urai Macet Horor Bali, Menhub Siapkan Water Taxi hingga Pelabuhan Logistik Baru

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 13:23 WIB

Menhub Klaim Kenaikan Fuel Surcharge 38% Tak Diputuskan Sepihak

Menhub Klaim Kenaikan Fuel Surcharge 38% Tak Diputuskan Sepihak

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 17:00 WIB

1.000 Unit Rusun Bakal Dibangun di Lahan Kampung Bandan Milik KAI Pakai Skema CSR

1.000 Unit Rusun Bakal Dibangun di Lahan Kampung Bandan Milik KAI Pakai Skema CSR

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 06:57 WIB

Terkini

Cegah Efek Domino 'Bank Run', OJK Rilis Panduan Resmi Medsos bagi Perbankan

Cegah Efek Domino 'Bank Run', OJK Rilis Panduan Resmi Medsos bagi Perbankan

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 07:42 WIB

Harga Emas Pegadaian 10 April 2026 Terkoreksi Usai Naik Berturut-turut

Harga Emas Pegadaian 10 April 2026 Terkoreksi Usai Naik Berturut-turut

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 07:42 WIB

Adaro Indonesia Terima Penghargaan PROPER Emas Kedelapan

Adaro Indonesia Terima Penghargaan PROPER Emas Kedelapan

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 07:28 WIB

Malaysia Geram Singapura Bawa-bawa Selat Malaka soal Penutupan Selat Hormuz oleh Iran

Malaysia Geram Singapura Bawa-bawa Selat Malaka soal Penutupan Selat Hormuz oleh Iran

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 22:44 WIB

Panen Raya dan Stok Bulog Melimpah, Kenapa Harga Beras Justru Naik?

Panen Raya dan Stok Bulog Melimpah, Kenapa Harga Beras Justru Naik?

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 21:45 WIB

Rencana Kerja 2026: Lima Strategi Pertamina di Tengah Dinamika Geopolitik Global

Rencana Kerja 2026: Lima Strategi Pertamina di Tengah Dinamika Geopolitik Global

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 20:16 WIB

Bank Dunia Puji Hilirisasi RI: Pelopor Industrialisasi Dunia, Potensi Cuan Masih Melimpah!

Bank Dunia Puji Hilirisasi RI: Pelopor Industrialisasi Dunia, Potensi Cuan Masih Melimpah!

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 20:05 WIB

HET Beras di Maluku-Papua Jebol Berbulan-bulan, Pengamat: Janji Pemerintah Gagal Ditepati

HET Beras di Maluku-Papua Jebol Berbulan-bulan, Pengamat: Janji Pemerintah Gagal Ditepati

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 20:00 WIB

Bank Dunia Puji Resiliensi Ekonomi RI, Sebut Indonesia Punya 'Tameng' Hadapi Gejolak Energi Dunia

Bank Dunia Puji Resiliensi Ekonomi RI, Sebut Indonesia Punya 'Tameng' Hadapi Gejolak Energi Dunia

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 19:34 WIB

Prabowo Gaspol Program 100 GW: Selamat Tinggal Diesel, Indonesia Menuju Mandiri Energi!

Prabowo Gaspol Program 100 GW: Selamat Tinggal Diesel, Indonesia Menuju Mandiri Energi!

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 19:22 WIB