Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.860.000
Beli Rp2.735.000
IHSG 7.307,589
LQ45 733,903
Srikehati 341,804
JII 507,580
USD/IDR 17.077

Dana Asing Kabur dari IHSG, Saham BUMI Masuk Rekomendasi Analis

M Nurhadi | Suara.com

Jum'at, 10 April 2026 | 07:55 WIB
Dana Asing Kabur dari IHSG, Saham BUMI Masuk Rekomendasi Analis
Ilustrasi [Antara]
  • Investor asing melakukan aksi jual bersih sebesar Rp1,77 triliun pada saham perbankan besar di BEI tanggal 9 April 2026.
  • Penutupan kembali Selat Hormuz oleh Iran memicu kenaikan harga minyak mentah global serta menekan bursa saham Asia.
  • IHSG diprediksi berpotensi terkoreksi, sehingga investor disarankan menerapkan strategi beli saat harga melemah pada saham sektor energi.

Suara.com - Investor di Bursa Efek Indonesia (BEI) nampaknya harus memasang sabuk pengaman lebih kencang pagi ini. Meski pada perdagangan Kamis (9/4/2026) kemarin Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil parkir di zona hijau dengan kenaikan tipis 0,39%, ada "bom waktu" yang tersembunyi di balik angka tersebut.

Data menunjukkan aksi jual bersih (net sell) investor asing yang sangat masif, mencapai angka Rp1,77 triliun. Menariknya, saham-saham yang dilepas adalah tulang punggung indeks kita, yakni duo perbankan raksasa BBCA dan BBRI, disusul oleh BMRI, BUMI, dan BRPT.

Fenomena "pulang kampung"-nya dana asing ini menjadi sinyal merah bahwa pasar domestik sedang berada dalam posisi yang rapuh.

Untuk perdagangan hari ini, IHSG diprediksi akan mengalami tekanan atau potensi koreksi. Landasan support indeks kini berada di rentang 7.250–7.300, sementara area resistance yang cukup berat untuk ditembus berada di level 7.330–7.400.

Jika aksi jual asing berlanjut, bukan tidak mungkin indeks akan menguji level psikologis yang lebih rendah.

Drama Selat Hormuz: Gencatan Senjata yang "Rapuh"

Gairah pasar yang sempat memuncak akibat berita damai antara Amerika Serikat dan Iran kini berubah menjadi ketidakpastian baru.

Bursa Asia pada perdagangan kemarin ditutup bervariasi cenderung melemah; Nikkei Jepang terkoreksi 0,73% dan Kospi Korea Selatan anjlok hingga 1,61%.

Pemicunya adalah "drama" di Selat Hormuz. Iran dilaporkan kembali menutup jalur vital pengiriman minyak dunia tersebut pada Rabu malam.

Langkah ini merupakan respons keras Teheran atas serangan Israel ke Lebanon yang dinilai melanggar kesepakatan damai. Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, bahkan terang-terangan menuduh Washington gagal menjaga komitmen dalam perjanjian gencatan senjata yang baru berumur jagung tersebut.

Penutupan kembali Selat Hormuz langsung membuat harga minyak mentah bereaksi. Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) kembali melompat lebih dari 3% ke level US$ 97,87 per barel, sementara Brent menguat di atas 1% ke level US$ 95,92 per barel.

Gejolak energi ini tentu menjadi beban tambahan bagi pasar saham Asia yang sangat sensitif terhadap biaya logistik dan inflasi.

Wall Street Bertahan di Balik Optimisme AI

Berbeda nasib dengan bursa Asia, kiblat pasar modal dunia, Wall Street, justru menutup perdagangan Kamis dengan penguatan. Pelaku pasar di Amerika nampaknya masih ingin percaya bahwa gencatan senjata dua minggu ini bisa bertahan, meskipun ada gangguan di lapangan.

Indeks S&P 500 naik 0,62%, Nasdaq menguat 0,83%, dan Dow Jones bertambah 0,58%. Penguatan ini tidak hanya didorong oleh isu geopolitik, tetapi juga oleh sentimen korporasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

AVIA Bagikan Dividen Jumbo Rp1,36 Triliun, Segini Jatah untuk Pemegang Saham

AVIA Bagikan Dividen Jumbo Rp1,36 Triliun, Segini Jatah untuk Pemegang Saham

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 17:57 WIB

IHSG Naik Lagi ke Level 7.307, Ini Pendorongnya

IHSG Naik Lagi ke Level 7.307, Ini Pendorongnya

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 17:14 WIB

Banyak Investor Ambil Untung, IHSG Merah Lagi di Sesi I

Banyak Investor Ambil Untung, IHSG Merah Lagi di Sesi I

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 12:51 WIB

IHSG Terkoreksi Pagi Ini ke Level 7.238, Tapi Diproyeksi Menguat

IHSG Terkoreksi Pagi Ini ke Level 7.238, Tapi Diproyeksi Menguat

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 09:14 WIB

Kejar Target Modal dari Bank Indonesia, CASH Siapkan Rights Issue Rp237,2 Miliar

Kejar Target Modal dari Bank Indonesia, CASH Siapkan Rights Issue Rp237,2 Miliar

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 08:15 WIB

Konflik Iran-AS Mereda, Wall Street Terus Melejit

Konflik Iran-AS Mereda, Wall Street Terus Melejit

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 08:03 WIB

Terkini

BEI Gembok Tiga Saham Sekaligus, Siapa Saja?

BEI Gembok Tiga Saham Sekaligus, Siapa Saja?

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 07:55 WIB

Minta KAI Percantik, Menhub: Bogor Stasiunnya Pada Jelek

Minta KAI Percantik, Menhub: Bogor Stasiunnya Pada Jelek

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 07:54 WIB

Cegah Efek Domino 'Bank Run', OJK Rilis Panduan Resmi Medsos bagi Perbankan

Cegah Efek Domino 'Bank Run', OJK Rilis Panduan Resmi Medsos bagi Perbankan

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 07:42 WIB

Harga Emas Pegadaian 10 April 2026 Terkoreksi Usai Naik Berturut-turut

Harga Emas Pegadaian 10 April 2026 Terkoreksi Usai Naik Berturut-turut

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 07:42 WIB

Adaro Indonesia Terima Penghargaan PROPER Emas Kedelapan

Adaro Indonesia Terima Penghargaan PROPER Emas Kedelapan

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 07:28 WIB

Malaysia Geram Singapura Bawa-bawa Selat Malaka soal Penutupan Selat Hormuz oleh Iran

Malaysia Geram Singapura Bawa-bawa Selat Malaka soal Penutupan Selat Hormuz oleh Iran

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 22:44 WIB

Panen Raya dan Stok Bulog Melimpah, Kenapa Harga Beras Justru Naik?

Panen Raya dan Stok Bulog Melimpah, Kenapa Harga Beras Justru Naik?

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 21:45 WIB

Rencana Kerja 2026: Lima Strategi Pertamina di Tengah Dinamika Geopolitik Global

Rencana Kerja 2026: Lima Strategi Pertamina di Tengah Dinamika Geopolitik Global

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 20:16 WIB

Bank Dunia Puji Hilirisasi RI: Pelopor Industrialisasi Dunia, Potensi Cuan Masih Melimpah!

Bank Dunia Puji Hilirisasi RI: Pelopor Industrialisasi Dunia, Potensi Cuan Masih Melimpah!

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 20:05 WIB

HET Beras di Maluku-Papua Jebol Berbulan-bulan, Pengamat: Janji Pemerintah Gagal Ditepati

HET Beras di Maluku-Papua Jebol Berbulan-bulan, Pengamat: Janji Pemerintah Gagal Ditepati

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 20:00 WIB