Pengusaha Konstruksi Ngeluh Beban Operasional Naik 8% Gegara Harga BBM dan Material

Achmad Fauzi

Jum'at, 10 April 2026 | 19:02 WIB
Pengusaha Konstruksi Ngeluh Beban Operasional Naik 8% Gegara Harga BBM dan Material
Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (GAPENSI) mengeluhkan beban operasional naik. [Suara.com/Achmad Fauzi].
baca 10 detik
  • Kenaikan biaya mencapai 3–8 persen dipicu oleh lonjakan harga BBM industri dan material konstruksi.
  • Banyak proyek masih menggunakan acuan harga lama, sehingga berpotensi merugikan pelaku usaha.
  • Pemerintah diminta memberi ruang eskalasi harga pada proyek yang belum dikontrak agar sektor konstruksi tetap bertahan.

Suara.com - Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (GAPENSI) mengeluhkan biaya operasional konstruksi yang membengkak karena kondisi geopolitik. Setidaknya, beban operasional naik hingga 8 persen dalam beberap bulan terakhir.

Ketua Umum GAPENSI, Andi Rukman Nurdin Karumpa, mengungkapkan kenaikan beban operasional dipicu oleh kenaikan harga energi, khususnya bahan bakar industri yang berdampak langsung pada biaya konstruksi.

"Dalam periode Februari hingga April 2026, kami melihat kenaikan biaya konstruksi dapat mencapai 3 persen hingga 8 persen, dan berpotensi meningkat lebih tinggi apabila kondisi ini berlanjut," ujarnya dalam konferensi pers di Kantor Pusat Gapensi, Jakarta, Jumat (10/4/2026).

 Konstruksi borpile sebagai pilar penyangga tol di proyek Tol Jogja-Solo-YIA Seksi 2 Paket 2.2 Trihanggo-Junction Sleman mulai dikerjakan. (Dokumentasi: PT Adhi Karya).
Ilustrasi pengerjaan konstruksi.

Ia menjelaskan, kenaikan harga solar industri yang kini berada di kisaran Rp 21.000 hingga Rp 23.000 per liter dari sebelumnya Rp 18.000 hingga Rp 20.000 turut mendorong kenaikan harga material utama seperti aspal, semen, dan baja.

Kondisi ini membuat beban kontraktor semakin berat, terutama karena banyak proyek masih menggunakan acuan harga lama yang belum menyesuaikan dengan kondisi terkini.

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal GAPENSI, La Ode Safiul Akbar, menegaskan perlunya penyesuaian harga atau eskalasi pada proyek-proyek yang belum dikontrak agar pelaku usaha tidak mengalami kerugian.

"Kami meminta agar proyek yang belum berkontrak diberikan ruang untuk penyesuaian harga agar pelaku usaha tidak menanggung beban biaya yang tidak sesuai dengan kondisi riil saat ini," imbuhnya.

Selain itu, GAPENSI juga menyoroti pentingnya akses yang lebih adil dalam distribusi proyek konstruksi. Organisasi ini menilai praktik pengadaan tertentu berpotensi menghambat partisipasi kontraktor swasta nasional, khususnya skala kecil dan menengah.

GAPENSI mengingatkan, tanpa adanya kebijakan yang adaptif terhadap kondisi biaya saat ini, sektor konstruksi nasional berisiko mengalami tekanan yang lebih dalam, bahkan berpotensi mengganggu keberlangsungan usaha.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kabar Baik! Bahlil Sebut Krisis BBM RI Akibat Geopolitik Sudah Terlewati

Kabar Baik! Bahlil Sebut Krisis BBM RI Akibat Geopolitik Sudah Terlewati

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 14:52 WIB

Rencana Kerja 2026: Lima Strategi Pertamina di Tengah Dinamika Geopolitik Global

Rencana Kerja 2026: Lima Strategi Pertamina di Tengah Dinamika Geopolitik Global

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 20:16 WIB

Bahlil Sebut Penyesuaian Harga BBM Nonsubsidi Masih Dikalkulasi

Bahlil Sebut Penyesuaian Harga BBM Nonsubsidi Masih Dikalkulasi

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 08:24 WIB

Terkini

Tak Mau Indonesia Banyak Utang, Prabowo Tolak Tawaran Pinjaman IMF

Tak Mau Indonesia Banyak Utang, Prabowo Tolak Tawaran Pinjaman IMF

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 15:59 WIB

PT Pegadaian Berkolaborasi dengan POGI Menggelar Merdeka Stunting 2026 di 36 Kota Indonesia

PT Pegadaian Berkolaborasi dengan POGI Menggelar Merdeka Stunting 2026 di 36 Kota Indonesia

Health | Senin, 31 Agustus 2026 | 15:56 WIB

Mengenal Macam-Macam Bangun Ruang Sisi Lengkung: Konsep Penting dan Cara Menghitungnya

Mengenal Macam-Macam Bangun Ruang Sisi Lengkung: Konsep Penting dan Cara Menghitungnya

Tekno | Senin, 31 Agustus 2026 | 15:56 WIB

BRI Cetak Laba Rp31,2 Triliun, Pertumbuhan Bisnis dan Fundamental Makin Solid

BRI Cetak Laba Rp31,2 Triliun, Pertumbuhan Bisnis dan Fundamental Makin Solid

Malang | Senin, 31 Agustus 2026 | 15:55 WIB

Kepuasan Publik ke Pemerintahan Prabowo-Gibran Terus Merosot, Kini Tinggal 55,1 Persen

Kepuasan Publik ke Pemerintahan Prabowo-Gibran Terus Merosot, Kini Tinggal 55,1 Persen

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 15:53 WIB

BRI Catat Pertumbuhan Positif, Laba Rp31,2 Triliun hingga Triwulan II 2026

BRI Catat Pertumbuhan Positif, Laba Rp31,2 Triliun hingga Triwulan II 2026

Lampung | Senin, 31 Agustus 2026 | 15:52 WIB

Hilal Firmansyah Panen Dukungan Jelang Muskab Kadin Bogor

Hilal Firmansyah Panen Dukungan Jelang Muskab Kadin Bogor

Bogor | Senin, 31 Agustus 2026 | 15:51 WIB

Dari Warung hingga Usaha Menengah, BRI Kucurkan Rp1.235 Triliun ke UMKM

Dari Warung hingga Usaha Menengah, BRI Kucurkan Rp1.235 Triliun ke UMKM

Jawa Tengah | Senin, 31 Agustus 2026 | 15:49 WIB

Review Film Mojoku Hilang!: Saat Adipati Dolken Nyamar Jadi Warga Kampung Demi Seekor Sapi Viral

Review Film Mojoku Hilang!: Saat Adipati Dolken Nyamar Jadi Warga Kampung Demi Seekor Sapi Viral

Your Say | Senin, 31 Agustus 2026 | 15:48 WIB

Transformasi Mulai Berdampak, BRI Cetak Laba Rp31,2 Triliun hingga Juni 2026

Transformasi Mulai Berdampak, BRI Cetak Laba Rp31,2 Triliun hingga Juni 2026

Bekaci | Senin, 31 Agustus 2026 | 15:48 WIB

×