Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.790.000
Beli Rp2.665.000
IHSG 6.127,381
LQ45 611,168
Srikehati 300,000
JII 381,954
USD/IDR 17.878

Harga Minyak Kembali Naik ke Level USD 104, Trump Ikut-ikutan Blokade Selat Hormuz

M Nurhadi

Senin, 13 April 2026 | 07:54 WIB
Harga Minyak Kembali Naik ke Level USD 104, Trump Ikut-ikutan Blokade Selat Hormuz
Donald Trump [The White House]
  • Harga minyak mentah dunia melonjak di atas USD 100 per barel pada 13 April 2026 akibat ketegangan global.
  • Angkatan Laut AS memulai blokade maritim di Selat Hormuz setelah gagalnya perundingan damai dengan pemerintah pihak Iran.
  • Arab Saudi memulihkan kapasitas pipa minyak untuk meredam dampak disrupsi pasokan akibat ketegangan antara AS dan Iran.

Suara.com - Pasar energi global kembali dalam guncangan hebat. Harga minyak mentah melonjak tajam melampaui level USD 100 per barel pada perdagangan Senin (13/4/2026).

Kenaikan drastis ini dipicu oleh keputusan Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) untuk memulai blokade di Selat Hormuz, menyusul kegagalan total perundingan damai antara Washington dan Teheran untuk mengakhiri perang.

Hingga 07.52 WIB pada Senin (13/4/2026), harga minyak mentah berada di kisaran USD 104.

Sementara itu, minyak mentah U.S. West Texas Intermediate (WTI) melonjak lebih tinggi sebesar USD 8,31 atau 8,61 persen ke level USD 104,88 per barel, menghapus pelemahan yang sempat terjadi pada sesi sebelumnya.

Donald Trump pada Minggu malam secara tegas menyatakan bahwa Angkatan Laut AS akan mulai memblokade Selat Hormuz. Langkah ini secara efektif mengakhiri masa gencatan senjata dua pekan yang sangat rapuh.

"Pasar kini sebagian besar kembali ke kondisi sebelum gencatan senjata, bedanya sekarang AS juga akan memblokir sisa aliran minyak terkait Iran hingga 2 juta barel per hari melalui Selat Hormuz," ujar Saul Kavonic, Kepala Riset Energi di MST Marquee, dikutip dari Reuters.

Komando Pusat AS (CENTCOM) mengonfirmasi bahwa pasukan AS mulai menerapkan blokade terhadap seluruh lalu lintas maritim yang masuk dan keluar dari pelabuhan-pelabuhan Iran pada Senin pukul 10:00 pagi waktu setempat (14:00 GMT).

Analis dari ANZ, Brian Martin dan Daniel Hynes, memperingatkan bahwa langkah ini tidak hanya menghambat ekspor produsen Teluk Persia, tetapi juga memperburuk disrupsi pasokan global yang saat ini tengah berlangsung.

Dalam pernyataan yang jarang terjadi, Donald Trump mengakui bahwa keputusannya menyerang Iran enam minggu lalu dapat berdampak pada tingginya harga bensin hingga pemilihan paruh waktu (midterm elections) pada November mendatang.

"Harga minyak dan bensin mungkin akan tetap tinggi," ujar Trump.

Garda Revolusi Iran mengeluarkan peringatan keras. Mereka menyatakan bahwa setiap kapal militer yang mencoba mendekati Selat Hormuz akan dianggap sebagai pelanggaran gencatan senjata dan akan dihadapi dengan tindakan yang "keras serta tegas."

Meskipun situasi buntu, data pelayaran LSEG menunjukkan aktivitas terakhir yang cukup kontras. Pada hari Sabtu, tiga kapal tanker raksasa (supertanker) yang bermuatan penuh minyak terpantau berhasil melewati Selat Hormuz.

Ketiganya merupakan kapal pertama yang keluar dari Teluk sejak kesepakatan gencatan senjata pekan lalu.

Namun, pada hari Senin ini, suasana di selat tersebut berubah drastis menjadi sepi. Tidak ada kapal lain yang terpantau melintas kecuali satu kapal berbendera Iran yang terlihat membuang sauh di area tersebut.

Di tengah krisis ini, Arab Saudi mengumumkan telah memulihkan kapasitas penuh pemompaan minyak melalui pipa East-West hingga sekitar 7 juta barel per hari.

Langkah ini dilakukan beberapa hari setelah Riyadh melakukan penilaian kerusakan pada sektor energinya akibat serangan selama konflik AS-Iran berlangsung. Upaya ini diharapkan dapat sedikit meredam kekhawatiran pasar, meskipun blokade Selat Hormuz tetap menjadi variabel utama yang menentukan arah harga energi dunia dalam beberapa pekan ke depan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Negosiasi AS-Iran Gagal, Wall Street Bisa Kembali Kebakaran

Negosiasi AS-Iran Gagal, Wall Street Bisa Kembali Kebakaran

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 07:45 WIB

Amerika di Ambang Cemas: 68 Persen Warga Takut Perang Lawan Iran Tak Terkendali!

Amerika di Ambang Cemas: 68 Persen Warga Takut Perang Lawan Iran Tak Terkendali!

News | Senin, 13 April 2026 | 07:32 WIB

Gencatan Senjata AS-Iran Terancam Gagal: Isu Nuklir dan Selat Hormuz Jadi Bom Waktu

Gencatan Senjata AS-Iran Terancam Gagal: Isu Nuklir dan Selat Hormuz Jadi Bom Waktu

News | Senin, 13 April 2026 | 07:26 WIB

Telepon Vladimir Putin, Presiden Iran Siap Capai Kesepakatan dengan AS jika Adil

Telepon Vladimir Putin, Presiden Iran Siap Capai Kesepakatan dengan AS jika Adil

News | Senin, 13 April 2026 | 06:52 WIB

Bergerak di Tengah Tantangan Global, Armada Kapal Pertamina Topang Distribusi Energi

Bergerak di Tengah Tantangan Global, Armada Kapal Pertamina Topang Distribusi Energi

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 21:33 WIB

Iran Berencana Kenakan Biaya untuk Kapal yang Melintas Selat Hormuz

Iran Berencana Kenakan Biaya untuk Kapal yang Melintas Selat Hormuz

News | Minggu, 12 April 2026 | 20:42 WIB

Terkini

Perkuat GCG and Efisiensi, Pengamat Apresiasi Tata Kelola BUMN

Perkuat GCG and Efisiensi, Pengamat Apresiasi Tata Kelola BUMN

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 16:54 WIB

Danantara Sumberdaya Indonesia Beroperasi, Pemerintah Masih "Buta" Soal Target Kinerja

Danantara Sumberdaya Indonesia Beroperasi, Pemerintah Masih "Buta" Soal Target Kinerja

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 16:47 WIB

DSI Resmi Kelola Ekspor Mulai 1 Juni, Ada Bocoran Peran Dirjen Bea Cukai

DSI Resmi Kelola Ekspor Mulai 1 Juni, Ada Bocoran Peran Dirjen Bea Cukai

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 16:19 WIB

Belajar dari 'TikTok', Rugi di Pasar Modal: Bahaya Investasi Berbasis Tren Media Sosial

Belajar dari 'TikTok', Rugi di Pasar Modal: Bahaya Investasi Berbasis Tren Media Sosial

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 15:25 WIB

Bisnis Gerai Minuman di Tengah Tekanan Ekonomi, Ada yang Tutup dan Berkembang

Bisnis Gerai Minuman di Tengah Tekanan Ekonomi, Ada yang Tutup dan Berkembang

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 15:20 WIB

IHSG Ambles Tapi Aset Emiten Melesat Rp94 Triliun, Ini Penyebabnya

IHSG Ambles Tapi Aset Emiten Melesat Rp94 Triliun, Ini Penyebabnya

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 14:57 WIB

Harga CPO Anjlok Pertengahan Tahun 2026, Kemendag Ungkap Penyebabnya

Harga CPO Anjlok Pertengahan Tahun 2026, Kemendag Ungkap Penyebabnya

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 13:43 WIB

Rincian Aturan Baru Pajak UMKM: CV, Firma, dan PT Baru Kehilangan Fasilitas PPh

Rincian Aturan Baru Pajak UMKM: CV, Firma, dan PT Baru Kehilangan Fasilitas PPh

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 13:11 WIB

Harga Pangan Kian Meroket: Cabai Merah Besar Tembus Rp107 Ribu, Beras Ikut Naik

Harga Pangan Kian Meroket: Cabai Merah Besar Tembus Rp107 Ribu, Beras Ikut Naik

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 12:37 WIB

Saham Sejuta Umat Ini Lagi Diskon Harga Termurah, Momentum Emas untuk 'Serok Bawah'?

Saham Sejuta Umat Ini Lagi Diskon Harga Termurah, Momentum Emas untuk 'Serok Bawah'?

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 11:23 WIB