Arab Saudi Tambah Pasokan Minyak Lewat Jalur Alternatif saat AS Blokade Selat Hormuz

M Nurhadi

Senin, 13 April 2026 | 08:06 WIB
Arab Saudi Tambah Pasokan Minyak Lewat Jalur Alternatif saat AS Blokade Selat Hormuz
ilustrasi kapal tanker melintasi Selat Hormuz (Google Gemini)
baca 10 detik
  • Harga minyak mentah dunia melonjak di atas USD 100 per barel pada Senin (13/4/2026) akibat ketegangan geopolitik.
  • Amerika Serikat memulai blokade maritim di Selat Hormuz setelah gagalnya negosiasi dengan Iran di Islamabad pekan ini.
  • Arab Saudi memulihkan kapasitas jalur pipa East-West guna menyeimbangkan pasokan minyak dunia pasca penutupan Selat Hormuz.

Suara.com - Harga minyak mentah dunia meroket tajam melampaui angka psikologis USD 100 per barel pada pembukaan perdagangan Senin (13/4/2026).

Di tengah ancaman kelangkaan pasokan akibat blokade militer di Selat Hormuz, Arab Saudi muncul sebagai pemain kunci dengan mengumumkan pemulihan kapasitas penuh jalur distribusi minyak alternatifnya guna menyeimbangkan pasar yang tengah guncang.

Hingga pukul 23:10 GMT, harga minyak mentah berjangka jenis Brent terbang setinggi USD 7,60 atau sekitar 7,98% menuju level USD 102,80 per barel.

Lonjakan ini bahkan lebih terasa pada minyak mentah U.S. West Texas Intermediate (WTI) yang meroket USD 8,31 atau 8,61% ke posisi USD 104,88 per barel, menghapus seluruh tren pelemahan yang sempat terjadi pada pekan sebelumnya.

Kabar dari Riyadh menjadi satu-satunya katalis positif bagi pasar.

Dilansir dari Reuters, Arab Saudi secara resmi mengumumkan keberhasilannya memulihkan kapasitas pemompaan minyak secara penuh melalui jalur pipa East-West hingga mencapai sekitar 7 juta barel per hari.

Jalur pipa strategis ini membentang melintasi kerajaan menuju Laut Merah, memungkinkan Saudi untuk mengekspor minyak mentahnya tanpa harus bergantung pada Selat Hormuz yang kini menjadi zona merah.

Langkah krusial ini diambil hanya berselang beberapa hari setelah pemerintah Saudi melakukan penilaian mendalam terhadap kerusakan infrastruktur energinya akibat serangan selama konflik AS-Iran berkecamuk.

Dengan beroperasinya pipa East-West pada kapasitas maksimal, Riyadh berupaya meredam kepanikan pasar global.

baca juga

Upaya peningkatan pasokan melalui jalur darat ini diharapkan mampu memberikan bantalan bagi pasar energi dunia, mengingat Selat Hormuz kini praktis tertutup bagi lalu lintas maritim komersial.

Pemicu utama kekacauan harga ini adalah pernyataan keras Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pada Minggu malam. Trump menegaskan bahwa Angkatan Laut AS akan segera memulai blokade total di Selat Hormuz.

Keputusan ini diambil sebagai buntut dari kegagalan negosiasi maraton antara Washington dan Teheran di Islamabad, yang sekaligus mengakhiri masa gencatan senjata dua pekan yang sangat rapuh.

Saul Kavonic, Kepala Riset Energi di MST Marquee, memberikan gambaran suram terkait kondisi ini. "Pasar kini sebagian besar kembali ke kondisi sebelum gencatan senjata, kecuali sekarang AS akan memblokir sisa aliran minyak terkait Iran hingga 2 juta barel per hari melalui Selat Hormuz," ujarnya.

Komando Pusat AS (CENTCOM) pun tidak membuang waktu. Pasukan Amerika mulai mengimplementasikan blokade terhadap seluruh lalu lintas maritim yang masuk maupun keluar dari pelabuhan-pelabuhan Iran terhitung sejak Senin pukul 10:00 pagi waktu setempat (14:00 GMT).

Analis dari ANZ, Brian Martin dan Daniel Hynes, memperingatkan dalam catatan mereka bahwa langkah militer ini memiliki efek ganda yang merusak.

Donald Trump sendiri mengakui risiko besar dari kebijakan agresifnya ini. Dalam pernyataan yang jarang terjadi, ia menyebut bahwa harga minyak dan bensin kemungkinan akan tetap tinggi hingga pemilihan paruh waktu (midterm elections) pada November mendatang.

Pengakuan ini dianggap sebagai sinyal bahwa Gedung Putih siap mengorbankan stabilitas harga energi domestik demi menekan Teheran hingga titik terendah.

"Harga minyak dan bensin mungkin akan tetap tinggi," ujar Trump.

Di sisi lain, Teheran tidak tinggal diam. Garda Revolusi Iran mengeluarkan peringatan yang sangat konfrontatif terhadap kehadiran militer AS di depan gerbang perairan mereka.

Mereka menegaskan bahwa "Kapal militer apa pun yang mencoba mendekati Selat Hormuz akan dianggap sebagai pelanggaran gencatan senjata AS selama dua minggu dan akan ditindak dengan keras dan tegas."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Minyak Kembali Naik ke Level USD 104, Trump Ikut-ikutan Blokade Selat Hormuz

Harga Minyak Kembali Naik ke Level USD 104, Trump Ikut-ikutan Blokade Selat Hormuz

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 07:54 WIB

Negosiasi AS-Iran Gagal, Wall Street Bisa Kembali Kebakaran

Negosiasi AS-Iran Gagal, Wall Street Bisa Kembali Kebakaran

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 07:45 WIB

Amerika di Ambang Cemas: 68 Persen Warga Takut Perang Lawan Iran Tak Terkendali!

Amerika di Ambang Cemas: 68 Persen Warga Takut Perang Lawan Iran Tak Terkendali!

News | Senin, 13 April 2026 | 07:32 WIB

5 Parfum Wangi Minyak Telon, Aromanya Lembut dan Bikin Tenang

5 Parfum Wangi Minyak Telon, Aromanya Lembut dan Bikin Tenang

Lifestyle | Senin, 13 April 2026 | 07:30 WIB

Gencatan Senjata AS-Iran Terancam Gagal: Isu Nuklir dan Selat Hormuz Jadi Bom Waktu

Gencatan Senjata AS-Iran Terancam Gagal: Isu Nuklir dan Selat Hormuz Jadi Bom Waktu

News | Senin, 13 April 2026 | 07:26 WIB

Panas! Donald Trump Perintahkan Angkatan Laut AS Buru Kapal yang Lewati Selat Hormuz

Panas! Donald Trump Perintahkan Angkatan Laut AS Buru Kapal yang Lewati Selat Hormuz

News | Senin, 13 April 2026 | 08:00 WIB

Terkini

Makan Steak WS Hanya Setengah Harga dengan Promo Spesial BRI, Klaim Sekarang!

Makan Steak WS Hanya Setengah Harga dengan Promo Spesial BRI, Klaim Sekarang!

Bri | Selasa, 15 September 2026 | 17:46 WIB

Tanggal Merah 2027 Kapan Saja? Ini Link Download PDF SKB 3 Menteri Tentang Libur 2027

Tanggal Merah 2027 Kapan Saja? Ini Link Download PDF SKB 3 Menteri Tentang Libur 2027

Lifestyle | Selasa, 15 September 2026 | 17:46 WIB

HGU dan HGB Terlantar Harus Disita Negara! Gubernur Diusulkan Jadi Kepala BRAN

HGU dan HGB Terlantar Harus Disita Negara! Gubernur Diusulkan Jadi Kepala BRAN

News | Selasa, 15 September 2026 | 17:45 WIB

BSI Tangkap Tren Generasi Muda Siapkan Haji Sejak Dini lewat Kebiasaan Menabung

BSI Tangkap Tren Generasi Muda Siapkan Haji Sejak Dini lewat Kebiasaan Menabung

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 17:44 WIB

Kejagung Sita 38 Aset Tanah dan Bangunan Senilai Rp846 Miliar di Kasus Febrie Adriansyah

Kejagung Sita 38 Aset Tanah dan Bangunan Senilai Rp846 Miliar di Kasus Febrie Adriansyah

News | Selasa, 15 September 2026 | 17:43 WIB

Takut ke Dokter Gigi? Cara Ini Bantu Pasien Lebih Rileks saat Perawatan

Takut ke Dokter Gigi? Cara Ini Bantu Pasien Lebih Rileks saat Perawatan

Health | Selasa, 15 September 2026 | 17:43 WIB

AC LG 1/2PK Diklaim Cuma Rp912 Sehari, Ini Teknologi yang Bikin Hemat Listrik

AC LG 1/2PK Diklaim Cuma Rp912 Sehari, Ini Teknologi yang Bikin Hemat Listrik

Tekno | Selasa, 15 September 2026 | 17:40 WIB

Lagi, Viral Oknum Jual Kartu Gratis Transjakarta Rp500 Ribu di Medsos

Lagi, Viral Oknum Jual Kartu Gratis Transjakarta Rp500 Ribu di Medsos

News | Selasa, 15 September 2026 | 17:40 WIB

UU Ketenagakerjaan Dikejar Deadline, Akademisi Soroti Minimnya Riset Empiris

UU Ketenagakerjaan Dikejar Deadline, Akademisi Soroti Minimnya Riset Empiris

Jawa Tengah | Selasa, 15 September 2026 | 17:37 WIB

Menelisik Penyebab Tragedi KM Virgo, Guru Besar ITS Duga Muatan Bergeser atau Air Masuk

Menelisik Penyebab Tragedi KM Virgo, Guru Besar ITS Duga Muatan Bergeser atau Air Masuk

News | Selasa, 15 September 2026 | 17:37 WIB

×