Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.785.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.130,190
LQ45 620,397
Srikehati 308,223
JII 381,928
USD/IDR 17.784

Jumlah Investor Reksa Dana Tembus 19,8 Juta di Awal 2026

Mohammad Fadil Djailani

Selasa, 14 April 2026 | 06:38 WIB
Jumlah Investor Reksa Dana Tembus 19,8 Juta di Awal 2026
ilustrasi reksadana.(Pexels.com/Alexandr Podvalny)
  • OJK dan BEI gelar Road to Pekan Reksa Dana 2026 di 5 kota besar untuk dongkrak literasi keuangan.
  • Bibit.id pelopori strategi Nabung Rutin (SIP) sebagai solusi investasi disiplin dan minim risiko.
  • Investor reksa dana RI melonjak drastis, tembus 19,84 juta orang pada Januari 2026.

Suara.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) dan para pelaku industri pasar modal resmi menabuh genderang rangkaian kegiatan “Road to Pekan Reksa Dana 2026”.

Kegiatan strategis ini menyasar kota-kota besar mulai dari Surabaya, Semarang, Bandung, Medan, hingga Makassar. Tujuannya jelas: mengedukasi masyarakat agar tidak lagi sekadar menyimpan uang di bawah bantal, melainkan mulai merencanakan masa depan lewat instrumen reksa dana yang aman dan terukur.

Melalui kampanye seperti #ReksaDanaAja dan program PINTAR Reksa Dana, regulator ingin menyederhanakan stigma bahwa investasi itu rumit. Fokus utama gerakan ini adalah memperkenalkan investasi yang sesuai profil risiko namun tetap mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.

Senada dengan visi tersebut, aplikasi investasi digital Bibit.id turut mengambil peran sentral. Bibit terus konsisten mengampanyekan strategi Systematic Investment Plan (SIP) atau yang akrab dikenal dengan gerakan Nabung Rutin.

"Kami senang gerakan yang Bibit dorong sejak lama kini menjadi agenda bersama regulator dan industri. Bersama kita perkuat industri reksa dana untuk masa depan keuangan Indonesia yang lebih baik," ujar William, Head of PR & Corporate Communication Bibit.id.

Konsep SIP sendiri merupakan kombinasi ampuh antara the power of compounding dan Dollar Cost Averaging. Strategi ini mewajibkan investor menyetor dana dalam jumlah tetap secara terjadwal. Praktisi perencana investasi, Dede Suryanto, menekankan bahwa di era sekarang, fungsi menabung telah bergeser.

"Dulu menabung hanya simpan uang di bank yang nilainya tergerus inflasi dan pajak. Sekarang, menabung adalah menyimpannya di instrumen investasi yang menguntungkan seperti reksa dana," jelas Dede.

Indonesia tampaknya ingin mengekor kesuksesan India. Sejak kampanye "Mutual Fund Sahi Hai" diluncurkan di India pada 2017, aset kelolaan (AAUM) reksa dana di sana melonjak tajam hingga dua kali lipat dalam kurun waktu empat tahun terakhir.

Optimisme Indonesia bukan tanpa alasan. Data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menunjukkan pertumbuhan investor yang eksponensial. Pada akhir 2022, jumlah investor reksa dana tercatat sebanyak 9,6 juta, namun per Januari 2026, angkanya melesat lebih dari dua kali lipat menjadi 19,84 juta investor.

Kolaborasi antara regulator dan platform digital seperti Bibit diharapkan menjadi katalisator agar lonjakan jumlah investor ini juga dibarengi dengan kedisiplinan investasi jangka panjang melalui strategi nabung rutin yang tepat sasaran.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Aset Tembus Rp2.992 Triliun, OJK Perkuat Tata Kelola Dana Pensiun

Aset Tembus Rp2.992 Triliun, OJK Perkuat Tata Kelola Dana Pensiun

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 06:00 WIB

OJK Sebut Banyak Orang Mulai Malas Bayar Cicilan Pindar

OJK Sebut Banyak Orang Mulai Malas Bayar Cicilan Pindar

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 18:06 WIB

Timur Tengah Memanas, Rosan Roeslani Sebut RI Jadi 'Gadis Cantik' bagi Investor

Timur Tengah Memanas, Rosan Roeslani Sebut RI Jadi 'Gadis Cantik' bagi Investor

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 17:28 WIB

Terkini

Belajar dari Blackout Sumatra, Cuaca Kini Jadi Faktor Krusial Sistem Listrik

Belajar dari Blackout Sumatra, Cuaca Kini Jadi Faktor Krusial Sistem Listrik

Bisnis | Jum'at, 29 Mei 2026 | 19:24 WIB

ESDM Kantongi 24 Ribu Hektare Lahan untuk Proyek PLTS

ESDM Kantongi 24 Ribu Hektare Lahan untuk Proyek PLTS

Bisnis | Jum'at, 29 Mei 2026 | 19:09 WIB

Rohis Pegadaian Wujudkan Satu Ketulusan Sejuta Kebermanfaatan: Distribusi 4.500 Paket Daging Kurban

Rohis Pegadaian Wujudkan Satu Ketulusan Sejuta Kebermanfaatan: Distribusi 4.500 Paket Daging Kurban

Bisnis | Jum'at, 29 Mei 2026 | 19:07 WIB

Emiten MPMX Tebar Dividen Rp 170 per Saham

Emiten MPMX Tebar Dividen Rp 170 per Saham

Bisnis | Jum'at, 29 Mei 2026 | 19:01 WIB

Memahami Pentingnya Layanan Keuangan Terdaftar dan Diawasi OJK

Memahami Pentingnya Layanan Keuangan Terdaftar dan Diawasi OJK

Bisnis | Jum'at, 29 Mei 2026 | 18:52 WIB

Jangan Salah, Angin Kencang Bisa Sebabkan Kabel Listrik Putus dan Picu Blackout

Jangan Salah, Angin Kencang Bisa Sebabkan Kabel Listrik Putus dan Picu Blackout

Bisnis | Jum'at, 29 Mei 2026 | 18:48 WIB

Siasat DSI Kurung Devisa CPO dan Batu Bara di Dalam Negeri, Rupiah Bakal Perkasa Juara?

Siasat DSI Kurung Devisa CPO dan Batu Bara di Dalam Negeri, Rupiah Bakal Perkasa Juara?

Bisnis | Jum'at, 29 Mei 2026 | 17:47 WIB

Resmi, Pemerintah Izinkan BLU Impor Minyak dan LPG

Resmi, Pemerintah Izinkan BLU Impor Minyak dan LPG

Bisnis | Jum'at, 29 Mei 2026 | 17:44 WIB

PT DSI Kendalikan Ekspor, ESDM Rampungkan Konsolidasi Data Pertambangan dengan Danantara

PT DSI Kendalikan Ekspor, ESDM Rampungkan Konsolidasi Data Pertambangan dengan Danantara

Bisnis | Jum'at, 29 Mei 2026 | 17:18 WIB

Rupiah Melemah Hampir Sentuh Rp18.000 per Dolar, Bagaimana Nasib Harga Pertalite?

Rupiah Melemah Hampir Sentuh Rp18.000 per Dolar, Bagaimana Nasib Harga Pertalite?

Bisnis | Jum'at, 29 Mei 2026 | 17:00 WIB