Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.845.000
Beli Rp2.725.000
IHSG 7.500,187
LQ45 746,355
Srikehati 345,870
JII 522,139
USD/IDR 17.117

Malaysia Mulai Krisis BBM Juni 2026, Bagaimana dengan Indonesia?

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Selasa, 14 April 2026 | 09:52 WIB
Malaysia Mulai Krisis BBM Juni 2026, Bagaimana dengan Indonesia?
Pengendara sepeda motor mengisi bahan bakar minyak (BBM) di SPBU di Jakarta, Selasa (31/3/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
  • Krisis BBM diprediksi melanda Malaysia mulai Juni 2026 akibat perang AS-Iran.
  • Petronas bantah ekspor solar ke Filipina demi amankan pasokan dalam negeri.
  • Cadangan BBM Indonesia naik jadi 32 hari berkat tambahan stok dari Karimun.

Suara.com - Malaysia secara terang-terangan memberikan sinyal waspada terkait potensi krisis Bahan Bakar Minyak (BBM) yang diprediksi bakal menghantam mulai Juni 2026 mendatang.

Guncangan pasokan ini merupakan imbas nyata dari eskalasi konflik global, terutama perang antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang mengganggu jalur distribusi energi dunia.

Menteri Ekonomi Malaysia, Akmal Nasrullah Mohd Nasir, menegaskan bahwa periode pertengahan tahun ini akan menjadi ujian berat bagi Negeri Jiran.

"Juni dan Juli akan menjadi periode yang sangat kritis dalam memastikan pasokan bahan bakar tetap tersedia," ujar Akmal sebagaimana dikutip dari Bloomberg, Senin (13/4/2026).

Kekhawatiran ini bukan tanpa alasan. Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim sebelumnya juga telah mewanti-wanti bahwa ketidakpastian pasokan akan mulai terasa nyata di bulan tersebut. Meski pasokan untuk bulan April dan Mei diklaim masih aman, tantangan besar menanti di depan mata, termasuk untuk industri vital seperti farmasi dan alat kesehatan yang bergantung pada bahan baku minyak dan gas.

Di tengah isu tersebut, sempat beredar kabar bahwa Malaysia mengekspor 329 ribu barel solar ke Filipina. Namun, Petronas dengan tegas membantah laporan tersebut. Raksasa energi Malaysia itu menegaskan komitmennya untuk memprioritaskan kebutuhan domestik demi menjaga stabilitas nasional.

Lalu, Bagaimana dengan Indonesia?

Di tengah ancaman yang menghantui negara tetangga, Indonesia justru menunjukkan sinyal ketahanan yang lebih kuat. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa cadangan BBM nasional saat ini tengah mengalami tren peningkatan.

Jika sebelumnya cadangan BBM Indonesia berada di angka 21 hingga 25 hari, kini ketahanan energi kita bertambah kuat berkat pasokan tambahan dari fasilitas penyimpanan di Karimun, Provinsi Riau.

"Alhamdulillah penyangga energi kita sekarang ada penambahan lagi 7 hari dari Karimun," ungkap Bahlil di kantor Kementerian ESDM.

Dengan tambahan tersebut, Indonesia kini memiliki napas lebih panjang untuk menghadapi dinamika geopolitik Timur Tengah. Tak puas sampai di situ, pemerintah juga berencana menggenjot pembangunan infrastruktur energi baru pada Mei mendatang guna memastikan cadangan nasional bisa menyentuh target satu bulan penuh.

Melihat kontrasnya kondisi kedua negara, Indonesia tampaknya lebih siap "memasang tameng" melalui penguatan stok domestik, sementara Malaysia harus berpacu dengan waktu sebelum bulan kritis Juni tiba.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Seenaknya Blokade Selat Hormuz, Iran Sebut AS Seperti Perompak di Mata Dunia

Seenaknya Blokade Selat Hormuz, Iran Sebut AS Seperti Perompak di Mata Dunia

News | Selasa, 14 April 2026 | 09:33 WIB

Iran Tak Kenal Kata Tunduk! Tegaskan 'Gertak Sambal' AS di Selat Hormuz Sia-sia

Iran Tak Kenal Kata Tunduk! Tegaskan 'Gertak Sambal' AS di Selat Hormuz Sia-sia

News | Selasa, 14 April 2026 | 09:11 WIB

Situasi Memanas, Iran Gunakan Hukum Darurat Perang untuk 'Habisi' Mata-mata AS-Israel

Situasi Memanas, Iran Gunakan Hukum Darurat Perang untuk 'Habisi' Mata-mata AS-Israel

News | Selasa, 14 April 2026 | 08:57 WIB

Terkini

Mata Uang Negara Lain Menguat, Rupiah Amblas ke Rp17.124 per Dolar AS

Mata Uang Negara Lain Menguat, Rupiah Amblas ke Rp17.124 per Dolar AS

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 09:50 WIB

Harga Emas Antam Naik saat Harga Emas Dunia Turun, Mengapa?

Harga Emas Antam Naik saat Harga Emas Dunia Turun, Mengapa?

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 09:46 WIB

IHSG Terus Terbang, Tembus Level 7.600 Pagi Ini

IHSG Terus Terbang, Tembus Level 7.600 Pagi Ini

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 09:16 WIB

Ritual Aneh Investor Agar Cuan: Dari Punggung Sakit George Soros Hingga Ramalan Bintang

Ritual Aneh Investor Agar Cuan: Dari Punggung Sakit George Soros Hingga Ramalan Bintang

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 08:52 WIB

18 Saham Ditendang dari Bursa, BEI: Itu Peringatan Buat Emiten

18 Saham Ditendang dari Bursa, BEI: Itu Peringatan Buat Emiten

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 08:52 WIB

Transaksi Digital Melonjak, Bank Mega Syariah Raup DPK Rp709 Miliar

Transaksi Digital Melonjak, Bank Mega Syariah Raup DPK Rp709 Miliar

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 08:42 WIB

Prabowo Temui Vladimir Putin saat Menhan Teken Kesepakatan Menteri Perang AS

Prabowo Temui Vladimir Putin saat Menhan Teken Kesepakatan Menteri Perang AS

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 08:42 WIB

Klaim Pemerintah Strategi One Way Berhasil Tekan Kepadatan Kendaran saat Mudik

Klaim Pemerintah Strategi One Way Berhasil Tekan Kepadatan Kendaran saat Mudik

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 08:11 WIB

Emiten PPRO Keluarkan Strategi Gali Pendapatan Berulang di Kawasan Hunian

Emiten PPRO Keluarkan Strategi Gali Pendapatan Berulang di Kawasan Hunian

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 08:07 WIB

Wall Street Masih Terbang Setelah Trump Pede Bisa Damai dengan Iran

Wall Street Masih Terbang Setelah Trump Pede Bisa Damai dengan Iran

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 08:01 WIB