Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.585.000
Beli Rp2.470.000
IHSG 6.037,842
LQ45 602,373
Srikehati 296,769
JII 356,005
USD/IDR 18.126

Negosiasi AS-Iran Buntu, Harga Minyak Dunia Membara: Sinyal Bahaya buat BBM Nasional?

Mohammad Fadil Djailani, Fakhri Fuadi Muflih

Selasa, 14 April 2026 | 12:02 WIB
Negosiasi AS-Iran Buntu, Harga Minyak Dunia Membara: Sinyal Bahaya buat BBM Nasional?
Pengendara motor mengisi BBM kendaraannya di SPBU Cikini, Jakarta, Kamis (31/3).
baca 10 detik
  • Negosiasi AS-Iran gagal, minyak dunia tembus 104 dolar AS per barel.
  • Pemerintah pilih naikkan harga BBM atau tambah pagu subsidi energi di APBN.
  • Ahli saran BBM subsidi tetap, namun harga non-subsidi boleh naik.

Suara.com - Harga minyak dunia diproyeksi tetap tinggi setelah perundingan Amerika Serikat dan Iran gagal mencapai kesepakatan. Kondisi ini berpotensi mendorong kenaikan harga BBM di dalam negeri.

Sekretaris Jenderal Ikatan Ahli Teknik Perminyakan Indonesia (IATMI), Hadi Ismoyo menilai kegagalan negosiasi membuat pasar energi global kembali tidak pasti.

"Dampak kegagalan perundingan ini, dunia menghadapi kembali ketidakpastian pasokan energy yg lebih serius kedepannya," kata Hadi kepada Suara.com, Selasa (14/4/2026).

Ia menyebut harga minyak dunia sudah naik ke kisaran 104 dolar AS per barel dari sebelumnya sekitar 97 dolar AS. Kenaikan ini dipicu kekhawatiran gangguan pasokan energi global.

Menurutnya, kondisi tersebut akan membuat harga energi tetap tinggi dalam waktu dekat. Harga BBM dan LPG diperkirakan ikut terdampak.

"Itu artinya harga minyak dunia termasuk di dalamnya adalah BBM dan LPG akan remaining high," ujar Hadi.

Ia menambahkan, pasokan energi global berpotensi terus terganggu selama ketegangan geopolitik belum mereda. Ketidakpastian ini juga berdampak pada ketersediaan crude, BBM, dan LPG.

"Kelangkaan crude, BBM dan LPG akan membayangi dunia dan tidak tahu pasti kapan akan berakhir," jelasnya.

Hadi menyebut pemerintah menghadapi dua pilihan kebijakan dalam jangka pendek. Opsi tersebut adalah menaikkan harga BBM atau menambah anggaran subsidi energi.

baca juga

"Solusi jangka pendeknya memang saat ini menurut keyakinan saya hanya ada dua: naikkan harga BBM atau naikkan pagu subsidi BBM," kata Hadi.

Ia menilai kedua opsi tersebut sama-sama berat bagi pemerintah. Namun ia cenderung tidak mendukung kenaikan harga BBM subsidi.

"Saya memilih untuk tidak menaikkan BBM subsidi, karena efek domino yg terjadi dan daya beli masyarakat masih relatif rendah," ujarnya.

Menurutnya, pemerintah bisa menyesuaikan APBN dengan memangkas program yang tidak prioritas. Langkah ini untuk menambah ruang fiskal guna menjaga subsidi energi.

Di sisi lain, ia menilai kenaikan harga BBM non-subsidi masih dapat dipertimbangkan. Kelompok pengguna BBM non-subsidi dinilai memiliki daya beli yang lebih kuat.

"Kami mengerti jika pemerintah menaikkan harga BBM non subsidi, karena BBM jenis ini dinikmati oleh kalangan menengah ke atas yang daya belinya relatif masih kuat," kata Hadi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Pilihan Sepeda Listrik 500 Watt, Bandel di Tanjakan dan Hemat Buat Harian

5 Pilihan Sepeda Listrik 500 Watt, Bandel di Tanjakan dan Hemat Buat Harian

Otomotif | Selasa, 14 April 2026 | 11:27 WIB

Sinyal Dialog AS - Iran Redam Lonjakan Harga Minyak Dunia

Sinyal Dialog AS - Iran Redam Lonjakan Harga Minyak Dunia

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 10:24 WIB

Malaysia Mulai Krisis BBM Juni 2026, Bagaimana dengan Indonesia?

Malaysia Mulai Krisis BBM Juni 2026, Bagaimana dengan Indonesia?

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 09:52 WIB

Terkini

Komoditas Sawit Indonesia Bergantung pada CPO Mentah, Pengamat: Risiko Besar

Komoditas Sawit Indonesia Bergantung pada CPO Mentah, Pengamat: Risiko Besar

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 12:09 WIB

PNM dan Danantara Perluas Pelayanan hingga 516 Jaringan di Wilayah 3T

PNM dan Danantara Perluas Pelayanan hingga 516 Jaringan di Wilayah 3T

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 12:01 WIB

Pertamina Impor LPG Setara 15,2 Juta Tabung 3 KG dari Texas

Pertamina Impor LPG Setara 15,2 Juta Tabung 3 KG dari Texas

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 11:35 WIB

Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU

Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 11:04 WIB

BRI Raih Predikat Kontributor Pajak Terbesar di Sektor Keuangan, Bersinergi dengan Danantara

BRI Raih Predikat Kontributor Pajak Terbesar di Sektor Keuangan, Bersinergi dengan Danantara

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 10:52 WIB

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Anjlok hingga 13 Persen, Minyak Goreng dan Gula Justru Naik

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Anjlok hingga 13 Persen, Minyak Goreng dan Gula Justru Naik

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 10:35 WIB

Konflik AS - Iran Memanas di Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Melonjak 2 Persen

Konflik AS - Iran Memanas di Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Melonjak 2 Persen

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 10:03 WIB

Rupiah Hari Ini Melemah ke Rp18.129 per Dolar AS, Konflik Timur Tengah Jadi Pemicu

Rupiah Hari Ini Melemah ke Rp18.129 per Dolar AS, Konflik Timur Tengah Jadi Pemicu

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 09:28 WIB

IHSG Sempat Tembus 6.057 Tapi Berbalik Turun, Saham RANS Mulai Dijual

IHSG Sempat Tembus 6.057 Tapi Berbalik Turun, Saham RANS Mulai Dijual

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 09:17 WIB

Persaingan Bisnis Semakin Sengit, Lion Parcel Bidik Seller Marketplace Lewat Toco

Persaingan Bisnis Semakin Sengit, Lion Parcel Bidik Seller Marketplace Lewat Toco

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 08:59 WIB

×