Negosiasi AS-Iran Buntu, Harga Minyak Dunia Membara: Sinyal Bahaya buat BBM Nasional?

Mohammad Fadil Djailani, Fakhri Fuadi Muflih

Selasa, 14 April 2026 | 12:02 WIB
Negosiasi AS-Iran Buntu, Harga Minyak Dunia Membara: Sinyal Bahaya buat BBM Nasional?
Pengendara motor mengisi BBM kendaraannya di SPBU Cikini, Jakarta, Kamis (31/3).
baca 10 detik
  • Negosiasi AS-Iran gagal, minyak dunia tembus 104 dolar AS per barel.
  • Pemerintah pilih naikkan harga BBM atau tambah pagu subsidi energi di APBN.
  • Ahli saran BBM subsidi tetap, namun harga non-subsidi boleh naik.

Suara.com - Harga minyak dunia diproyeksi tetap tinggi setelah perundingan Amerika Serikat dan Iran gagal mencapai kesepakatan. Kondisi ini berpotensi mendorong kenaikan harga BBM di dalam negeri.

Sekretaris Jenderal Ikatan Ahli Teknik Perminyakan Indonesia (IATMI), Hadi Ismoyo menilai kegagalan negosiasi membuat pasar energi global kembali tidak pasti.

"Dampak kegagalan perundingan ini, dunia menghadapi kembali ketidakpastian pasokan energy yg lebih serius kedepannya," kata Hadi kepada Suara.com, Selasa (14/4/2026).

Ia menyebut harga minyak dunia sudah naik ke kisaran 104 dolar AS per barel dari sebelumnya sekitar 97 dolar AS. Kenaikan ini dipicu kekhawatiran gangguan pasokan energi global.

Menurutnya, kondisi tersebut akan membuat harga energi tetap tinggi dalam waktu dekat. Harga BBM dan LPG diperkirakan ikut terdampak.

"Itu artinya harga minyak dunia termasuk di dalamnya adalah BBM dan LPG akan remaining high," ujar Hadi.

Ia menambahkan, pasokan energi global berpotensi terus terganggu selama ketegangan geopolitik belum mereda. Ketidakpastian ini juga berdampak pada ketersediaan crude, BBM, dan LPG.

"Kelangkaan crude, BBM dan LPG akan membayangi dunia dan tidak tahu pasti kapan akan berakhir," jelasnya.

Hadi menyebut pemerintah menghadapi dua pilihan kebijakan dalam jangka pendek. Opsi tersebut adalah menaikkan harga BBM atau menambah anggaran subsidi energi.

baca juga

"Solusi jangka pendeknya memang saat ini menurut keyakinan saya hanya ada dua: naikkan harga BBM atau naikkan pagu subsidi BBM," kata Hadi.

Ia menilai kedua opsi tersebut sama-sama berat bagi pemerintah. Namun ia cenderung tidak mendukung kenaikan harga BBM subsidi.

"Saya memilih untuk tidak menaikkan BBM subsidi, karena efek domino yg terjadi dan daya beli masyarakat masih relatif rendah," ujarnya.

Menurutnya, pemerintah bisa menyesuaikan APBN dengan memangkas program yang tidak prioritas. Langkah ini untuk menambah ruang fiskal guna menjaga subsidi energi.

Di sisi lain, ia menilai kenaikan harga BBM non-subsidi masih dapat dipertimbangkan. Kelompok pengguna BBM non-subsidi dinilai memiliki daya beli yang lebih kuat.

"Kami mengerti jika pemerintah menaikkan harga BBM non subsidi, karena BBM jenis ini dinikmati oleh kalangan menengah ke atas yang daya belinya relatif masih kuat," kata Hadi.

Ia menekankan pemerintah perlu menjaga daya beli masyarakat bawah di tengah tekanan harga energi. Kebijakan yang diambil harus mampu menahan dampak sosial yang lebih luas.

Selain itu, pemerintah juga didorong menjalankan program penghematan energi. Upaya ini termasuk konversi BBM ke gas dan percepatan penggunaan kendaraan listrik.

Hadi juga meminta penegakan hukum diperkuat untuk memastikan distribusi BBM dan LPG tepat sasaran. Langkah ini dinilai penting agar subsidi energi tidak salah sasaran di tengah tekanan global.

"Dengan solusi partial seperti diatas, diharapkan lapisan masyarakat bawah terlindungi, namun berharap masyarakat menengah atas bisa memahami kesulitan Pemerintah saat ini. Dengan demikian Insya Allah tidak terjadi demo berjilid-jilid," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Pilihan Sepeda Listrik 500 Watt, Bandel di Tanjakan dan Hemat Buat Harian

5 Pilihan Sepeda Listrik 500 Watt, Bandel di Tanjakan dan Hemat Buat Harian

Otomotif | Selasa, 14 April 2026 | 11:27 WIB

Sinyal Dialog AS - Iran Redam Lonjakan Harga Minyak Dunia

Sinyal Dialog AS - Iran Redam Lonjakan Harga Minyak Dunia

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 10:24 WIB

Malaysia Mulai Krisis BBM Juni 2026, Bagaimana dengan Indonesia?

Malaysia Mulai Krisis BBM Juni 2026, Bagaimana dengan Indonesia?

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 09:52 WIB

Terkini

Pengakuan Wanita Muda Indonesia Bekerja di Tempat Judi Malaysia Dibayar Rp7 Juta

Pengakuan Wanita Muda Indonesia Bekerja di Tempat Judi Malaysia Dibayar Rp7 Juta

News | Selasa, 15 September 2026 | 09:40 WIB

Kolektor Australia Bongkar Keindahan dan Filosofi Kain Tradisional Lombok

Kolektor Australia Bongkar Keindahan dan Filosofi Kain Tradisional Lombok

Bali | Selasa, 15 September 2026 | 09:39 WIB

Suahasil Nazara dari Partai Apa? Dilantik Jadi Menkeu Gantikan Purbaya

Suahasil Nazara dari Partai Apa? Dilantik Jadi Menkeu Gantikan Purbaya

News | Selasa, 15 September 2026 | 09:36 WIB

Harga Minyak Kembali Naik di Tengah Ancaman Krisis Pasokan Akibat Konflik Timur Tengah

Harga Minyak Kembali Naik di Tengah Ancaman Krisis Pasokan Akibat Konflik Timur Tengah

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 09:32 WIB

Menkeu Suahasil Pengganti Purbaya Janjikan Data APBN KiTa Dipaparkan Lebih Lengkap

Menkeu Suahasil Pengganti Purbaya Janjikan Data APBN KiTa Dipaparkan Lebih Lengkap

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 09:31 WIB

Drama Honour, Antara Reputasi Profesional dan Masa Lalu yang Belum Usai

Drama Honour, Antara Reputasi Profesional dan Masa Lalu yang Belum Usai

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 09:30 WIB

Kenapa Purbaya Diganti? Pengamat Soroti Gaya Komunikasi Blak-Blakan dan Efek Politiknya

Kenapa Purbaya Diganti? Pengamat Soroti Gaya Komunikasi Blak-Blakan dan Efek Politiknya

News | Selasa, 15 September 2026 | 09:28 WIB

Gol Erling Haaland Dipastikan Offside, Kemenangan Manchester City Dibatalkan?

Gol Erling Haaland Dipastikan Offside, Kemenangan Manchester City Dibatalkan?

Bola | Selasa, 15 September 2026 | 09:27 WIB

Benturan Keras di Kepala, Pendaki Asal China Jatuh Pingsan di Rinjani

Benturan Keras di Kepala, Pendaki Asal China Jatuh Pingsan di Rinjani

Bali | Selasa, 15 September 2026 | 09:25 WIB

Sentimen Pergantian Purbaya Hanya Sebentar, IHSG Langsung Anjlok ke 6.400

Sentimen Pergantian Purbaya Hanya Sebentar, IHSG Langsung Anjlok ke 6.400

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 09:24 WIB

×