Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.585.000
Beli Rp2.470.000
IHSG 6.037,842
LQ45 602,373
Srikehati 296,769
JII 356,005
USD/IDR 18.126

Kurs Rupiah Bertahan di Level Rp17.105 per Dolar, Ini Faktor Utama Penyokongnya

M Nurhadi, Rina Anggraeni

Senin, 13 April 2026 | 16:15 WIB
Kurs Rupiah Bertahan di Level Rp17.105 per Dolar, Ini Faktor Utama Penyokongnya
Rupiah masih tertekan dolar AS dan betah di level Rp 17.000/USD. [ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/rwa]
baca 10 detik
  • Nilai tukar rupiah ditutup stagnan pada level Rp17.105 per dolar AS di pasar spot, Senin (13/4/2026).
  • Ketahanan rupiah didukung intervensi Bank Indonesia serta data ekonomi domestik yang menunjukkan daya beli masyarakat solid.
  • Ketidakpastian geopolitik global memicu volatilitas tinggi, meskipun rupiah relatif lebih stabil dibanding mata uang Asia lainnya.

Suara.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menutup perdagangan hari ini, Senin (13/4/2026), dengan pergerakan yang cenderung mendatar.

Berdasarkan data dari pasar spot Bloomberg, mata uang Garuda berakhir di level Rp17.105 per dolar AS. Meskipun sempat mengalami tekanan hebat pada awal pembukaan, rupiah berhasil menunjukkan resiliensi yang cukup baik dibandingkan rekan sejawatnya di kawasan Asia.

Selain karena langkah Bank Indonesia, rilis data ekonomi domestik yang menunjukkan hasil positif memberikan nafas segar bagi para pelaku pasar, sehingga pelemahan rupiah tidak sedalam yang dikhawatirkan sebelumnya.

Di saat indeks Jisdor kini bertengger di kisaran Rp17.122, mata uang Indonesia sebenarnya tengah berjuang di tengah pusaran ketidakpastian global yang luar biasa tinggi.

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengungkapkan bahwa pergerakan kurs rupiah yang hanya melemah tipis hari ini didukung penuh oleh pernyataan tegas dari bank sentral.

Bank Indonesia menegaskan komitmennya untuk tidak membiarkan volatilitas pasar valuta asing bergerak tanpa kendali. BI memastikan akan terus menggunakan seluruh instrumen moneter yang tersedia secara terukur, berkelanjutan, dan tepat waktu.

"Selain intervensi BI, data penjualan ritel Indonesia yang tercatat lebih kuat dari ekspektasi pasar turut memberikan sentimen positif bagi Rupiah hari ini. Hal ini memberikan sinyal bahwa daya beli masyarakat masih solid di tengah tekanan eksternal," ujar Lukman Leong saat dihubungi.

Meskipun fundamental domestik tergolong kuat, Indonesia tidak bisa sepenuhnya lepas dari bayang-bayang faktor eksternal.

Saat ini, pasar global sedang minim rilis data ekonomi primer, sehingga perhatian kolektif pelaku pasar tertuju pada eskalasi ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

baca juga

Konflik ini secara langsung memengaruhi selera risiko investor yang cenderung beralih ke aset aman (safe haven) seperti dolar AS dan emas.

Lukman Leong menambahkan bahwa meskipun terdapat sedikit koreksi pada indeks dolar AS dan harga minyak mentah yang mulai melandai setelah lonjakan tajam beberapa hari terakhir, risiko ketidakpastian dinilai masih sangat tinggi.

Kondisi ini diprediksi akan terus membawa rupiah masuk ke dalam zona fluktuatif yang cukup lebar.

"Walau sentimen cenderung membaik, indeks dolar AS dan harga minyak mentah yang sudah sedikit lebih rendah, namun ketidakpastian masih akan membawa rupiah bergejolak. Rupiah diperkirakan masih dalam tekanan, walau demikian BI diperkirakan akan mengintervensi," tuturnya kembali.

Jika menilik pergerakan mata uang di kawasan Asia secara lebih luas, posisi rupiah hari ini tergolong jauh lebih stabil. Sebagian besar mata uang Asia lainnya justru terperosok ke dalam zona merah dengan persentase pelemahan yang signifikan.

Rupee India, misalnya, menjadi mata uang dengan koreksi terdalam setelah anjlok 0,65 persen terhadap dolar AS.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dolar AS Ngamuk Setelah Negosiasi Gagal, Rupiah Jadi Korban Melemah

Dolar AS Ngamuk Setelah Negosiasi Gagal, Rupiah Jadi Korban Melemah

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 09:59 WIB

IHSG Tertekan Rekor Teburuk Kurs Rupiah, BBRI Jadi Salah Satu Rekomendasi Analis

IHSG Tertekan Rekor Teburuk Kurs Rupiah, BBRI Jadi Salah Satu Rekomendasi Analis

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 15:41 WIB

Rupiah Tertekan Sentimen Domestik, Dolar AS Menguat ke Rp17.104

Rupiah Tertekan Sentimen Domestik, Dolar AS Menguat ke Rp17.104

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 16:14 WIB

Rupiah Menembus Rp17.000: Mengapa Perbankan Tetap Tenang di Tengah Risiko Kredit Valas?

Rupiah Menembus Rp17.000: Mengapa Perbankan Tetap Tenang di Tengah Risiko Kredit Valas?

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 14:43 WIB

Rupiah Mulai Rebound, Dolar AS Masih Betah di Level Rp17.083

Rupiah Mulai Rebound, Dolar AS Masih Betah di Level Rp17.083

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 10:34 WIB

Rupiah Kembali Takluk, Terperosok ke Level Rp 17.090/USD

Rupiah Kembali Takluk, Terperosok ke Level Rp 17.090/USD

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 16:48 WIB

Terkini

Saham HSC Dilarang Masuk LQ45, Puluhan Emiten Jumbo Kena Dampak!

Saham HSC Dilarang Masuk LQ45, Puluhan Emiten Jumbo Kena Dampak!

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 20:11 WIB

Analis Sebut IHSG Seharusnya Jauh Lebih Tinggi, Ini Alasannya

Analis Sebut IHSG Seharusnya Jauh Lebih Tinggi, Ini Alasannya

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:56 WIB

Purbaya Minta Investor Beli Saham dan Jual Dolar, Klaim Ekonomi RI Mulai Diakui Internasional

Purbaya Minta Investor Beli Saham dan Jual Dolar, Klaim Ekonomi RI Mulai Diakui Internasional

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:34 WIB

Purbaya Girang S&P Pertahankan Rating Indonesia: Bukan Indonesia Cemas tapi Indonesia Emas

Purbaya Girang S&P Pertahankan Rating Indonesia: Bukan Indonesia Cemas tapi Indonesia Emas

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:12 WIB

Inflasi Juli 2026 Naik ke 3,34%, Tiket Pesawat hingga Harga Beras Jadi Pemicu

Inflasi Juli 2026 Naik ke 3,34%, Tiket Pesawat hingga Harga Beras Jadi Pemicu

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:12 WIB

Amman Mineral Bidik Produksi 16 Ton Emas dan 162.000 Ton Tembaga di 2026

Amman Mineral Bidik Produksi 16 Ton Emas dan 162.000 Ton Tembaga di 2026

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:07 WIB

Alasan Pemerintah Optimis Inflasi Mereda, Mendagri Singgung Harga BBM

Alasan Pemerintah Optimis Inflasi Mereda, Mendagri Singgung Harga BBM

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:01 WIB

Bayer Rombak Jajaran Direksi, Tunjuk Simon Rosof Sebagai Bos Baru

Bayer Rombak Jajaran Direksi, Tunjuk Simon Rosof Sebagai Bos Baru

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 18:40 WIB

Dikritik DPR, Purbaya Klaim Utang Pemerintah Masih Aman Meski Nyaris Rp 10.000 Triliun

Dikritik DPR, Purbaya Klaim Utang Pemerintah Masih Aman Meski Nyaris Rp 10.000 Triliun

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 18:38 WIB

Freeport Targetkan Blok Kucing Liar Papua Tahun 2029, Hasilkan Jutaan Ons Emas

Freeport Targetkan Blok Kucing Liar Papua Tahun 2029, Hasilkan Jutaan Ons Emas

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 18:37 WIB

×