Kurs Rupiah Bertahan di Level Rp17.105 per Dolar, Ini Faktor Utama Penyokongnya

M Nurhadi, Rina Anggraeni

Senin, 13 April 2026 | 16:15 WIB
Kurs Rupiah Bertahan di Level Rp17.105 per Dolar, Ini Faktor Utama Penyokongnya
Rupiah masih tertekan dolar AS dan betah di level Rp 17.000/USD. [ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/rwa]
baca 10 detik
  • Nilai tukar rupiah ditutup stagnan pada level Rp17.105 per dolar AS di pasar spot, Senin (13/4/2026).
  • Ketahanan rupiah didukung intervensi Bank Indonesia serta data ekonomi domestik yang menunjukkan daya beli masyarakat solid.
  • Ketidakpastian geopolitik global memicu volatilitas tinggi, meskipun rupiah relatif lebih stabil dibanding mata uang Asia lainnya.

Suara.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menutup perdagangan hari ini, Senin (13/4/2026), dengan pergerakan yang cenderung mendatar.

Berdasarkan data dari pasar spot Bloomberg, mata uang Garuda berakhir di level Rp17.105 per dolar AS. Meskipun sempat mengalami tekanan hebat pada awal pembukaan, rupiah berhasil menunjukkan resiliensi yang cukup baik dibandingkan rekan sejawatnya di kawasan Asia.

Selain karena langkah Bank Indonesia, rilis data ekonomi domestik yang menunjukkan hasil positif memberikan nafas segar bagi para pelaku pasar, sehingga pelemahan rupiah tidak sedalam yang dikhawatirkan sebelumnya.

Di saat indeks Jisdor kini bertengger di kisaran Rp17.122, mata uang Indonesia sebenarnya tengah berjuang di tengah pusaran ketidakpastian global yang luar biasa tinggi.

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengungkapkan bahwa pergerakan kurs rupiah yang hanya melemah tipis hari ini didukung penuh oleh pernyataan tegas dari bank sentral.

Bank Indonesia menegaskan komitmennya untuk tidak membiarkan volatilitas pasar valuta asing bergerak tanpa kendali. BI memastikan akan terus menggunakan seluruh instrumen moneter yang tersedia secara terukur, berkelanjutan, dan tepat waktu.

"Selain intervensi BI, data penjualan ritel Indonesia yang tercatat lebih kuat dari ekspektasi pasar turut memberikan sentimen positif bagi Rupiah hari ini. Hal ini memberikan sinyal bahwa daya beli masyarakat masih solid di tengah tekanan eksternal," ujar Lukman Leong saat dihubungi.

Meskipun fundamental domestik tergolong kuat, Indonesia tidak bisa sepenuhnya lepas dari bayang-bayang faktor eksternal.

Saat ini, pasar global sedang minim rilis data ekonomi primer, sehingga perhatian kolektif pelaku pasar tertuju pada eskalasi ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

baca juga

Konflik ini secara langsung memengaruhi selera risiko investor yang cenderung beralih ke aset aman (safe haven) seperti dolar AS dan emas.

Lukman Leong menambahkan bahwa meskipun terdapat sedikit koreksi pada indeks dolar AS dan harga minyak mentah yang mulai melandai setelah lonjakan tajam beberapa hari terakhir, risiko ketidakpastian dinilai masih sangat tinggi.

Kondisi ini diprediksi akan terus membawa rupiah masuk ke dalam zona fluktuatif yang cukup lebar.

"Walau sentimen cenderung membaik, indeks dolar AS dan harga minyak mentah yang sudah sedikit lebih rendah, namun ketidakpastian masih akan membawa rupiah bergejolak. Rupiah diperkirakan masih dalam tekanan, walau demikian BI diperkirakan akan mengintervensi," tuturnya kembali.

Jika menilik pergerakan mata uang di kawasan Asia secara lebih luas, posisi rupiah hari ini tergolong jauh lebih stabil. Sebagian besar mata uang Asia lainnya justru terperosok ke dalam zona merah dengan persentase pelemahan yang signifikan.

Rupee India, misalnya, menjadi mata uang dengan koreksi terdalam setelah anjlok 0,65 persen terhadap dolar AS.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dolar AS Ngamuk Setelah Negosiasi Gagal, Rupiah Jadi Korban Melemah

Dolar AS Ngamuk Setelah Negosiasi Gagal, Rupiah Jadi Korban Melemah

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 09:59 WIB

IHSG Tertekan Rekor Teburuk Kurs Rupiah, BBRI Jadi Salah Satu Rekomendasi Analis

IHSG Tertekan Rekor Teburuk Kurs Rupiah, BBRI Jadi Salah Satu Rekomendasi Analis

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 15:41 WIB

Rupiah Tertekan Sentimen Domestik, Dolar AS Menguat ke Rp17.104

Rupiah Tertekan Sentimen Domestik, Dolar AS Menguat ke Rp17.104

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 16:14 WIB

Rupiah Menembus Rp17.000: Mengapa Perbankan Tetap Tenang di Tengah Risiko Kredit Valas?

Rupiah Menembus Rp17.000: Mengapa Perbankan Tetap Tenang di Tengah Risiko Kredit Valas?

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 14:43 WIB

Rupiah Mulai Rebound, Dolar AS Masih Betah di Level Rp17.083

Rupiah Mulai Rebound, Dolar AS Masih Betah di Level Rp17.083

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 10:34 WIB

Rupiah Kembali Takluk, Terperosok ke Level Rp 17.090/USD

Rupiah Kembali Takluk, Terperosok ke Level Rp 17.090/USD

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 16:48 WIB

Terkini

21 Ribu Warga Yogyakarta Terdampak Perubahan Desil, Wali Kota Siapkan Refocusing Anggaran

21 Ribu Warga Yogyakarta Terdampak Perubahan Desil, Wali Kota Siapkan Refocusing Anggaran

Jogja | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 23:25 WIB

Doa Shin Tae-yong: Semoga Ada Solusi Terbaik buat Jakmania dan Manajemen Persija

Doa Shin Tae-yong: Semoga Ada Solusi Terbaik buat Jakmania dan Manajemen Persija

Bola | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 23:24 WIB

Persib Bandung Wajib Waspada! Teja Paku Alam Ungkap Ancaman Serangan Balik Manila Digger

Persib Bandung Wajib Waspada! Teja Paku Alam Ungkap Ancaman Serangan Balik Manila Digger

Bola | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Bisikan Sang Ayah Bikin Agil Bangkit, Mahasiswa UT Ini Raih Podium Campus League

Bisikan Sang Ayah Bikin Agil Bangkit, Mahasiswa UT Ini Raih Podium Campus League

Jawa Tengah | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 23:13 WIB

Penanganan Karhutla Jangan Cuma Hitung Luasan, Pakar UGM Soroti Habitat Satwa

Penanganan Karhutla Jangan Cuma Hitung Luasan, Pakar UGM Soroti Habitat Satwa

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:46 WIB

Kader PDIP Jadi Tersangka Kasus Intimidasi Dokter Icha di NTT, Hasto Buka Suara

Kader PDIP Jadi Tersangka Kasus Intimidasi Dokter Icha di NTT, Hasto Buka Suara

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:39 WIB

Tangis Pecah Gus Yahya, LPJ PBNU 2021-2026 Diterima Muktamar ke-35 NU

Tangis Pecah Gus Yahya, LPJ PBNU 2021-2026 Diterima Muktamar ke-35 NU

Jatim | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:34 WIB

Penuhi Panggilan sebagai Saksi, BPKH Tegaskan Komitmen Dukung Penegakan Hukum

Penuhi Panggilan sebagai Saksi, BPKH Tegaskan Komitmen Dukung Penegakan Hukum

Jabar | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:26 WIB

Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Lokasi Parkir Merdeka Run 81 Tahun Indonesia Besok

Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Lokasi Parkir Merdeka Run 81 Tahun Indonesia Besok

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:26 WIB

Geger Skandal Sekpri vs Wabup Sumedang: Rumah Dinas Jadi Sorotan, Pemprov Turun Tangan

Geger Skandal Sekpri vs Wabup Sumedang: Rumah Dinas Jadi Sorotan, Pemprov Turun Tangan

Jabar | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:25 WIB

×