Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.865.000
Beli Rp2.745.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Rupiah Kian Terpuruk ke Level Rp 17.143/USD

Achmad Fauzi | Rina Anggraeni | Suara.com

Rabu, 15 April 2026 | 16:02 WIB
Rupiah Kian Terpuruk ke Level Rp 17.143/USD
Rupiah masih Keok lawan Dolar AS [Antara]
  • Nilai tukar rupiah melemah ke level Rp 17.143 per dolar AS pada penutupan perdagangan Rabu, 15 April 2026.
  • Pelemahan rupiah terjadi akibat tekanan faktor fundamental domestik yang lemah serta aliran modal keluar secara berkelanjutan.
  • Kondisi rupiah yang melemah berbanding terbalik dengan indeks dolar AS yang sedang mengalami penurunan cukup signifikan.

Suara.com - Nilai tukar rupiah masih lunglai melawan dolar Amerika Serikat (AS) hingga akhir perdagangan Rabu, 15 April 2026. Padahal, dolar AS mengalami pelemahan tapi belum bisa membangkitkan mata uang Garuda.

Berdasarkan data bloomberg, rupiah ditutup Rp 17.143 per dolar AS, melemah 0,09 persen dibandingkan perdagangan Selasa (14/4/2026) di level Rp 17.127 per dolar AS.

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, menjelaskan pelemahan rupiah ini terbilang kontras dengan kondisi indeks dolar AS yang saat ini justru tengah tertekan.

Apalagi, melemahnya fundamental domestik dan derasnya aliran modal keluar (outflow) menjadi faktor utama yang membebani mata uang Garuda.

"Rupiah kembali melemah terhadap dolar AS, walaupun indeks dolar AS sebenarnya masih berada di level terendah dalam enam minggu terakhir di tengah harapan akan perdamaian di Timur Tengah," ujar Lukman saat dihubungi Suara.com.

Suasana di salah satu gerai money changer di Jakarta, Kamis (23/7). [suara.com/Kurniawan Mas'ud]
Petugas money changer tengah menghitung uang Rupiah. [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Dia menambahkan pelemahan ini mencerminkan bahwa tekanan terhadap rupiah lebih didorong oleh faktor internal. Ia menyoroti adanya outflow atau keluarnya modal asing secara berkelanjutan dari pasar keuangan dalam negeri.

Selain itu, fundamental ekonomi domestik yang dinilai masih lemah membuat rupiah tidak mampu memanfaatkan momentum penurunan indeks dolar AS untuk berbalik menguat.

“Lemahnya rupiah mencerminkan outflow yang berkelanjutan dan fundamental domestik yang kurang bertenaga," tegasnya.

Sementara itu kurs Jisdor BI menunjukkan rupiah berada di level Rp17.141. Hal itu juga terjadi pada mata uang Asia lainnya bergerak melemah.

Rinciannya, Peso Filipina mencatat pelemahan terdalam yakni 0,37 persen, disusul won Korea yang melemah 0,15 persen.

Lalu, dolar Hong Kong melemah 0,04 perssn, yuan China melemah 0,03 persen. Dolar Taiwan melemah 0,03 persen.

Diikuti yen Jepang melemah 0,02 persen dan rupee India melemah 0,02 persen terhadap dolar AS.

Sedangkan baht Thailand, ringgit Malaysia dan dolar Singapura menguat terhadap dolar AS sore ini. Ketiga negara ini memgalami penguatan masing masing 0,08 persen, 0,07 persen dan 0,02 persen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dear Pak Prabowo! Utang RI Tembus Rp7.509 Triliun, Bayi Baru Lahir Langsung Menanggung Rp26 Juta

Dear Pak Prabowo! Utang RI Tembus Rp7.509 Triliun, Bayi Baru Lahir Langsung Menanggung Rp26 Juta

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 14:50 WIB

Rupiah Menguat Tipis di Tengah Pelemahan Dolar AS, Cek Harga Kurs Hari Ini

Rupiah Menguat Tipis di Tengah Pelemahan Dolar AS, Cek Harga Kurs Hari Ini

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 09:48 WIB

Rekor Buruk Rupiah Hari Ini

Rekor Buruk Rupiah Hari Ini

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 15:39 WIB

Terkini

Utang Rp 1 Juta Tak Masuk SLIK, Solusi Akses KPR atau Ancaman Kredit Macet?

Utang Rp 1 Juta Tak Masuk SLIK, Solusi Akses KPR atau Ancaman Kredit Macet?

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 15:15 WIB

Dear Pak Prabowo! Utang RI Tembus Rp7.509 Triliun, Bayi Baru Lahir Langsung Menanggung Rp26 Juta

Dear Pak Prabowo! Utang RI Tembus Rp7.509 Triliun, Bayi Baru Lahir Langsung Menanggung Rp26 Juta

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 14:50 WIB

Kapal Tanker China Gagal Tembus Blokade AS di Teluk Persia

Kapal Tanker China Gagal Tembus Blokade AS di Teluk Persia

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 14:30 WIB

Kursi Panas Bos Astra: Sinyal Kuat Rudy Gantikan Djony Bunarto, Saham ASII Langsung Gaspol!

Kursi Panas Bos Astra: Sinyal Kuat Rudy Gantikan Djony Bunarto, Saham ASII Langsung Gaspol!

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 14:26 WIB

Punya Utang Pinjol di Bawah Rp1 Juta Bisa Ajukan KPR, Apa Dampaknya ke Perbankan?

Punya Utang Pinjol di Bawah Rp1 Juta Bisa Ajukan KPR, Apa Dampaknya ke Perbankan?

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 14:00 WIB

Apa Itu Nafta? Yang Bikin Harga Plastik Makin Mahal

Apa Itu Nafta? Yang Bikin Harga Plastik Makin Mahal

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 13:51 WIB

Permintaan Melemah, Harga Konsentrat Tembaga dan Emas RI Anjlok

Permintaan Melemah, Harga Konsentrat Tembaga dan Emas RI Anjlok

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 13:41 WIB

Minyakita Sulit Didapat dan Mahal, Pedagang Kritik Distribusi Bulog

Minyakita Sulit Didapat dan Mahal, Pedagang Kritik Distribusi Bulog

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 13:31 WIB

IHSG Masih di Zona Hijau Pada Sesi I, 447 Saham Melesat

IHSG Masih di Zona Hijau Pada Sesi I, 447 Saham Melesat

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 13:03 WIB

Industri Gula Amburadul, Swasembada Terancam Gagal?

Industri Gula Amburadul, Swasembada Terancam Gagal?

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 12:59 WIB