Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Rupiah Menguat Tipis di Tengah Pelemahan Dolar AS, Cek Harga Kurs Hari Ini

Dythia Novianty, Rina Anggraeni

Rabu, 15 April 2026 | 09:48 WIB
Rupiah Menguat Tipis di Tengah Pelemahan Dolar AS, Cek Harga Kurs Hari Ini
Ilustrasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. [Gemini AI]
baca 10 detik
  • Nilai tukar rupiah menguat ke level Rp17.123 per dolar AS pada perdagangan Rabu, 15 April 2026.
  • Penguatan dipicu melambatnya data inflasi produsen Amerika Serikat dan harapan perdamaian konflik di Timur Tengah.
  • Kenaikan rupiah diprediksi terbatas karena investor menanti hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pekan depan.

Suara.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka menguat tipis pada perdagangan pagi hari ini.

Sentimen positif global, mulai dari melambatnya data inflasi di tingkat produsen AS hingga harapan perdamaian di Timur Tengah, menjadi bahan bakar utama bagi mata uang Garuda untuk keluar dari tekanan.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah dibuka Rp17.123 pada Rabu (15/4/2026). Rupiah menguat tipis 0,02 persen dibandingkan pada Senin (13/4/2026) yang ada di level Rp17.127.

Sedangkan kurs Jisdor BI mencatat rupiah berada di level Rp17.135 per dolar Amerika Serikat (AS). Dalam hal ini, Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengamati bahwa penguatan rupiah ini didorong oleh melemahnya indeks dolar AS di pasar global.

Kondisi ini terjadi setelah rilis data inflasi produsen (PPI) Amerika Serikat yang menunjukkan angka lebih rendah dari ekspektasi pasar.

"Dolar AS terus mengalami pelemahan setelah data inflasi produsen AS yang lebih lemah dari harapan. Hal ini memicu tekanan terhadap greenback," ujar Lukman saat dihubungi Suara.com.

Amerika Serikat [Shutterstock]
Ilustrasi Amerika Serikat [Shutterstock]

Selain faktor data ekonomi dari Negeri Paman Sam, meredanya ketegangan geopolitik turut memberikan angin segar bagi aset-aset berisiko (risk-on).

Munculnya optimisme terkait harapan bahwa Amerika Serikat dan Iran akan kembali duduk di meja perundingan damai menjadi katalis positif bagi pasar keuangan dunia.

Sentimen tersebut secara langsung berdampak pada harga minyak mentah dunia yang kembali mencatatkan penurunan. Sebagai negara importir minyak, penurunan harga komoditas ini menjadi sentimen positif bagi stabilitas nilai tukar rupiah.

baca juga

Kendati dibayangi prospek hijau, Lukman Leong mengingatkan bahwa laju penguatan rupiah kemungkinan akan cenderung terbatas. Hal ini disebabkan oleh kondisi internal di dalam negeri yang dinilai masih cukup rawan.

"Penguatan akan terbatas mengingat sentimen domestik yang masih lemah. Selain itu, para investor saat ini cenderung bersikap wait and see atau menantikan hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) yang dijadwalkan pada pekan depan," tambahnya.

Sementara itu di Asia, mayoritas mata uang menguat terhadap dolar AS pagi ini. Baht Thailand menguat 0,34 persen, ringgit Malaysia menguat 0,18 persen.

Won Korea menguat 0,06 persen, dolar Taiwan menguat 0,05 persen, peso Filipina menguat 0,02 perse. Lalu, dolar Singapura menguat 0,008 persen terhadap dolar AS.

Sedangkan, mata uang Asia lainnya melemah terhadap dolar AS pagi ini. Yuan China melemah 0,03 persen, dolar Hong Kong melemah 0,04 persen, dan yen Jepang melemah 0,09 persen terhadap dolar AS.

Sementara itu, indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang Utama dunia ada di 98,12, tak berubah dari sehari sebelumnya yang ada di 98,12.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Loyo ke Rp17.035, Defisit Anggaran hingga Isu Perang AS-Iran Jadi Biang Keladi

Rupiah Loyo ke Rp17.035, Defisit Anggaran hingga Isu Perang AS-Iran Jadi Biang Keladi

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 15:57 WIB

Dolar AS Naik, Rupiah Makin Anjlok ke Level Rp17.006

Dolar AS Naik, Rupiah Makin Anjlok ke Level Rp17.006

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 09:58 WIB

Rupiah Anjlok, Emas Logam Mulia Diramal Bisa Tembus Rp3 Juta per Gram

Rupiah Anjlok, Emas Logam Mulia Diramal Bisa Tembus Rp3 Juta per Gram

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 08:08 WIB

Rupiah Melemah Tipis, Dolar AS Naik ke Level Rp16.983

Rupiah Melemah Tipis, Dolar AS Naik ke Level Rp16.983

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 09:29 WIB

Rupiah Ditutup Menguat, Dolar AS Turun ke Level Rp16.983

Rupiah Ditutup Menguat, Dolar AS Turun ke Level Rp16.983

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 16:50 WIB

Rupiah Sudah Sentuh Rp17.000, Sinyal Waspada Buat Indonesia

Rupiah Sudah Sentuh Rp17.000, Sinyal Waspada Buat Indonesia

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 09:09 WIB

Terkini

Pemerintah Siapkan Insentif ETF Emas, Bursa Mineral, Hingga Demutualisasi

Pemerintah Siapkan Insentif ETF Emas, Bursa Mineral, Hingga Demutualisasi

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 21:59 WIB

Jumlah Saham HSC Membengkak Jadi 51 Emiten Pasca Pengesahan Aturan Baru BEI

Jumlah Saham HSC Membengkak Jadi 51 Emiten Pasca Pengesahan Aturan Baru BEI

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 21:44 WIB

Rombak Aturan Pasar Modal, OJK Target Demutualisasi Tuntas September 2026

Rombak Aturan Pasar Modal, OJK Target Demutualisasi Tuntas September 2026

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 20:34 WIB

Saham HSC Dilarang Masuk LQ45, Puluhan Emiten Jumbo Kena Dampak!

Saham HSC Dilarang Masuk LQ45, Puluhan Emiten Jumbo Kena Dampak!

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 20:11 WIB

Analis Sebut IHSG Seharusnya Jauh Lebih Tinggi, Ini Alasannya

Analis Sebut IHSG Seharusnya Jauh Lebih Tinggi, Ini Alasannya

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:56 WIB

Purbaya Minta Investor Beli Saham dan Jual Dolar, Klaim Ekonomi RI Mulai Diakui Internasional

Purbaya Minta Investor Beli Saham dan Jual Dolar, Klaim Ekonomi RI Mulai Diakui Internasional

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:34 WIB

Purbaya Girang S&P Pertahankan Rating Indonesia: Bukan Indonesia Cemas tapi Indonesia Emas

Purbaya Girang S&P Pertahankan Rating Indonesia: Bukan Indonesia Cemas tapi Indonesia Emas

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:12 WIB

Inflasi Juli 2026 Naik ke 3,34%, Tiket Pesawat hingga Harga Beras Jadi Pemicu

Inflasi Juli 2026 Naik ke 3,34%, Tiket Pesawat hingga Harga Beras Jadi Pemicu

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:12 WIB

Amman Mineral Bidik Produksi 16 Ton Emas dan 162.000 Ton Tembaga di 2026

Amman Mineral Bidik Produksi 16 Ton Emas dan 162.000 Ton Tembaga di 2026

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:07 WIB

Alasan Pemerintah Optimis Inflasi Mereda, Mendagri Singgung Harga BBM

Alasan Pemerintah Optimis Inflasi Mereda, Mendagri Singgung Harga BBM

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:01 WIB

×