- Pemerintah daerah dan instansi terkait merencanakan pembangunan jalur kereta api untuk memperkuat konektivitas wilayah di Tanah Papua.
- Tahap awal pembangunan difokuskan pada rute Sentani menuju Kota Jayapura berdasarkan koordinasi yang dilakukan pada April 2026.
- Proyek ini bertujuan mengatasi keterisolasian geografis, menurunkan biaya logistik, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di kawasan tersebut.
Suara.com - Rencana besar untuk menghadirkan moda transportasi kereta api di Tanah Papua kini mulai memasuki babak baru.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait tengah melakukan pembahasan tahap awal guna merealisasikan proyek infrastruktur yang diproyeksikan dapat memperkuat konektivitas sekaligus menggerakkan roda ekonomi di kawasan timur Indonesia tersebut.
Juru Bicara Gubernur Papua, M. Rifai Darus, menyampaikan bahwa gagasan ini merupakan bagian dari visi jangka panjang pemerintah dalam mendorong pemerataan pembangunan.
Fokus utamanya adalah memberikan solusi bagi wilayah-wilayah yang selama ini masih terkendala oleh keterbatasan akses transportasi darat yang memadai.
"Menghadirkan infrastruktur modern seperti jalan tol dan kereta api dilakukan agar konektivitas wilayah Papua semakin kuat dan peluang pembangunan ekonomi semakin terbuka luas," jelas Rifai kepada awak media pada Minggu (19/4/2026).
Rencana pembangunan jalur kereta api ini didasari oleh kebutuhan mendesak untuk mengatasi keterisolasian geografis di Papua.
Selama ini, sulitnya akses antarwilayah berdampak langsung pada tingginya biaya distribusi logistik serta terbatasnya mobilitas penduduk.
Pemerintah memandang bahwa pembangunan konektivitas berskala besar ini memiliki landasan sosiologis dan ekonomis yang kuat.
Dalam konteks sejarah pembangunan global, kehadiran moda transportasi berbasis rel sering kali menjadi katalisator bagi lahirnya pusat-pusat peradaban dan pertumbuhan ekonomi baru.
- Stasiun Mampang Riwayatmu Kini
Baca Juga
Tahapan Awal: Rute Sentani–Kota Jayapura
Sebagai langkah konkret, Pemerintah Provinsi Papua telah melakukan pertemuan koordinasi dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero) di Jakarta pada 14 April 2026.
Pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan untuk memulai langkah awal pembangunan sesuai dengan regulasi dan tahapan yang berlaku.
Untuk tahap pertama, pembangunan direncanakan akan fokus pada jalur yang menghubungkan Sentani menuju Kota Jayapura. Jalur ini dianggap strategis sebagai fondasi awal jaringan kereta api di Papua sebelum nantinya dikembangkan ke wilayah lain.
Selain menjadi moda transportasi alternatif, proyek ini diproyeksikan akan memberikan dampak signifikan terhadap struktur ekonomi lokal.
Kemudahan distribusi barang dan percepatan mobilitas orang diharapkan dapat menurunkan disparitas harga kebutuhan pokok dan meningkatkan daya saing komoditas lokal.