Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.231,780
LQ45 627,750
Srikehati 307,753
JII 374,159
USD/IDR 17.971

IHSG Mulai Terkoreksi di Sesi I, 387 Saham Merah

Achmad Fauzi

Senin, 20 April 2026 | 12:50 WIB
IHSG Mulai Terkoreksi di Sesi I, 387 Saham Merah
Layar menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta Pusat. [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Indeks Harga Saham Gabungan terkoreksi 12 poin ke level 7.621 pada perdagangan Senin, 20 April 2026 di Jakarta.
  • Pergerakan pasar dipengaruhi ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran yang memicu kekhawatiran gangguan distribusi energi global.
  • Sentimen domestik tertolong peringkat layak investasi dari S&P, namun tertekan oleh potensi inflasi akibat kenaikan harga BBM nonsubsidi.

Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mulai terkoreksi pada perdagangan, Senin, 20 April 2026. IHSG merosot 12 poin atau 0,16 persen ke level 7.621.

Berdasarkan riset Pilarmas Investindo Sekuritas, pergerakan IHSG cenderung fluktuatif di tengah dinamika global dan domestik yang saling tarik-menarik.

Bursa saham Asia sendiri terpantau bergerak variatif dengan kecenderungan menguat, meskipun dibayangi meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Pilarmas menjelaskan, sentimen global masih dipengaruhi konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Ketegangan meningkat setelah adanya penyitaan kapal kargo berbendera Iran oleh militer AS di Teluk Oman.

Selain itu, Iran juga memberi sinyal tidak akan melanjutkan putaran kedua negosiasi dengan Washington, yang sebelumnya diharapkan dapat meredakan konflik.

Layar digital menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (9/7/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
Layar digital menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. [Suara.com/Alfian Winanto]

"Kondisi ini membuat pelaku pasar cenderung berhati-hati, terutama terkait potensi gangguan distribusi energi di Selat Hormuz yang merupakan jalur vital perdagangan minyak dunia," tulis Pilarmas dalam risetnya.

Di tengah tekanan tersebut, pasar mendapat sedikit katalis positif dari kebijakan moneter China. Bank sentral China (PBOC) memutuskan mempertahankan suku bunga pinjaman utama (Loan Prime Rate/LPR), dengan LPR satu tahun tetap di level 3,0 persen dan LPR lima tahun di 3,5 persen.

Keputusan ini menjadi sinyal bahwa otoritas China masih menjaga stabilitas ekonomi di tengah ketidakpastian global. Apalagi, pertumbuhan ekonomi Negeri Tirai Bambu pada kuartal I 2026 tercatat mencapai 5 persen, lebih tinggi dari capaian akhir 2025 sebesar 4,5 persen.

Dari dalam negeri, sentimen positif datang dari lembaga pemeringkat Standard & Poor’s (S&P) yang tetap mempertahankan peringkat kredit Indonesia di level BBB dengan outlook stabil. Hal ini menegaskan posisi Indonesia masih berada dalam kategori layak investasi (investment grade).

baca juga

Pemerintah juga dinilai konsisten menjaga disiplin fiskal, termasuk memastikan defisit anggaran tetap di bawah 3 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Namun, Pilarmas mengingatkan bahwa pasar masih menghadapi tekanan dari kebijakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi. Kebijakan ini berpotensi mendorong inflasi, terutama melalui kenaikan biaya transportasi dan logistik.

Di sisi lain, penahanan harga BBM subsidi memang membantu meredam dampak inflasi, namun berisiko menambah beban fiskal pemerintah melalui subsidi dan kompensasi energi.

"Bagi pasar keuangan, kondisi ini cenderung netral hingga negatif dalam jangka pendek karena menciptakan trade-off antara stabilitas inflasi dan kesehatan fiskal," jelas Pilarmas.

Trafik Perdagangan

Pada perdagangan Sesi I, sebanyak 23,10 juta saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 9,36 triliun, serta frekuensi sebanyak 1,49 juta kali.

Dalam perdagangan sesi I, sebanyak 305 saham bergerak naik, sedangkan 387 saham mengalami penurunan, dan 267 saham tidak mengalami pergerakan.

Pada sesi pertama hari ini, sejumlah saham mencatatkan penguatan signifikan, di antaranya DEFI, KICI, MDIA, LKCM, VISI, POLU, HALO, CMNP.

Sementara itu, saham yang mengalami pelemahan terbesar meliputi MLPT, IDEA, NIRO, RSCH, IFSH, CASH, WMPP.

Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

IHSG Masih Perkasa Senin Pagi ke Level 7.600, Tapi Rawan Terkoreksi

IHSG Masih Perkasa Senin Pagi ke Level 7.600, Tapi Rawan Terkoreksi

Bisnis | Senin, 20 April 2026 | 09:13 WIB

Wall Street Mulai Anjlok Lagi Setelan Tensi Peran Memanas Lagi

Wall Street Mulai Anjlok Lagi Setelan Tensi Peran Memanas Lagi

Bisnis | Senin, 20 April 2026 | 08:38 WIB

IHSG Melesat, Gairah Pasar Modal di Tengah Ancaman Krisis Timur Tengah

IHSG Melesat, Gairah Pasar Modal di Tengah Ancaman Krisis Timur Tengah

Bisnis | Senin, 20 April 2026 | 08:28 WIB

Terkini

Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan

Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:29 WIB

Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru

Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:22 WIB

Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?

Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:17 WIB

Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper

Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper

Lifestyle | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:11 WIB

Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi

Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi

Jabar | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:04 WIB

Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget

Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget

Banten | Selasa, 21 Juli 2026 | 22:52 WIB

Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan

Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan

Banten | Selasa, 21 Juli 2026 | 22:47 WIB

Langkah Kecil yang Diam-Diam Bisa Membuat Perempuan Lebih Percaya Diri

Langkah Kecil yang Diam-Diam Bisa Membuat Perempuan Lebih Percaya Diri

Lifestyle | Selasa, 21 Juli 2026 | 22:45 WIB

JPMorgan Optimistis Kepada BBRI, Saham Dinilai Masih Murah

JPMorgan Optimistis Kepada BBRI, Saham Dinilai Masih Murah

Banten | Selasa, 21 Juli 2026 | 22:45 WIB

Fakta Lain Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi: Dua Lembaga Negara Italia Boikot

Fakta Lain Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi: Dua Lembaga Negara Italia Boikot

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 22:42 WIB

×