Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Pertamina dan Toyota Akan Bangun Pabrik Bioetanol di Lampung Tahun Ini

Liberty Jemadu | Fakhri Fuadi Muflih | Suara.com

Senin, 20 April 2026 | 14:48 WIB
Pertamina dan Toyota Akan Bangun Pabrik Bioetanol di Lampung Tahun Ini
Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Todotua Pasaribu mengatakan Pertamina dan Toyota berencana membangun pabrik bioethanol di Lampung pada Q3 2026. [Suara.com/Yaumal Asri Adi Hutasuhut]
  • Pertamina dan Toyota membangun pabrik bioetanol di Lampung untuk memperkuat transisi energi nasional.
  • Lampung dipilih sebagai lokasi strategis karena memiliki ketersediaan bahan baku tebu, singkong, dan sorgum yang melimpah.
  • Pembangunan pabrik dijadwalkan dimulai pada kuartal ketiga atau keempat tahun 2026 sebagai langkah pengembangan bahan bakar.

Suara.com - Pemerintah menggandeng perusahaan otomotif asal Jepang, Toyota untuk membangun pabrik bioetanol di Lampung sebagai bagian dari penguatan transisi energi dan pengembangan bahan bakar nabati. Proyek ini menjadi tindak lanjut pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan pemerintah Jepang beberapa waktu lalu.

Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Todotua Pasaribu mengatakan kerja sama ini melibatkan Pertamina New and Renewable Energy dengan mitra Jepang, termasuk Toyota Tsusho.

“Rencananya ini akan dilakukan untuk pertama kali pembangunan plant bioetanolnya itu di wilayah Lampung,” kata Todotua di Kantor Kementerian Investasi, Senin (20/4/2026).

Ia menjelaskan, Lampung dipilih karena memiliki ketersediaan bahan baku (feedstock) yang kuat untuk produksi bioetanol, seperti tebu, singkong, hingga sorgum.

“Karena di Lampung seperti kita ketahui bersama, di sana ada penanaman besar tebu, dan juga ada penanaman ubi dan feedstock lainnya,” ujarnya.

Todotua menyebut proyek ini tidak hanya mencakup pembangunan pabrik, tetapi juga pengembangan kawasan bahan baku, termasuk rencana penanaman sorgum sebagai pendukung produksi.

“Planning-nya sekitar Q3, Q4 tahun ini kita akan mulai construction untuk pembangunan plant etanolnya,” ucap dia.

Di tempat yang sama, Chief Executive Officer (CEO) Asia Region Toyota Motor Corporation, Masahiko Maeda, menyatakan pihaknya akan mendukung arah kebijakan pemerintah Indonesia dalam pengembangan bioetanol.

“Posisi Toyota sejalan dengan pemerintah Indonesia. Sebagai produsen otomotif, kami bisa menyediakan solusi kendaraan yang sesuai, baik untuk mobil penumpang maupun kendaraan komersial,” kata Maeda.

Ia menyebut, perusahaan akan menyesuaikan produk kendaraan dengan kebutuhan pasar serta kebijakan energi yang ditetapkan pemerintah Indonesia.

“Pada akhirnya kami akan mengikuti arah kebijakan pemerintah dan menyediakan berbagai jenis kendaraan yang sudah kami miliki,” ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Penjualan Anjlok Drastis, Honda 'Nyerah' Bersaing dengan Mobil Listrik China

Penjualan Anjlok Drastis, Honda 'Nyerah' Bersaing dengan Mobil Listrik China

Otomotif | Senin, 20 April 2026 | 12:45 WIB

Danantara Segera Mulai Pembangunan Pabrik Bioetanol di Banyuwangi

Danantara Segera Mulai Pembangunan Pabrik Bioetanol di Banyuwangi

Bisnis | Selasa, 03 Februari 2026 | 20:45 WIB

Wamen Investasi dan Hilirisasi Klaim Toyota Akan Bangun Pabrik Bioetanol di Indonesia

Wamen Investasi dan Hilirisasi Klaim Toyota Akan Bangun Pabrik Bioetanol di Indonesia

Otomotif | Selasa, 11 November 2025 | 12:42 WIB

Toyota Investasi Bioetanol Rp 2,5 T di Lampung, Bahlil: Semakin Banyak, Semakin Bagus!

Toyota Investasi Bioetanol Rp 2,5 T di Lampung, Bahlil: Semakin Banyak, Semakin Bagus!

Bisnis | Selasa, 11 November 2025 | 11:26 WIB

Pemerintah Targetkan Merauke Jadi Penghasil Bioetanol di 2027

Pemerintah Targetkan Merauke Jadi Penghasil Bioetanol di 2027

Bisnis | Jum'at, 08 Agustus 2025 | 18:34 WIB

Terkini

Dorong Transisi Energi Global, Pertamina NRE Kaji Pengembangan Energi Terbarukan di Bangladesh

Dorong Transisi Energi Global, Pertamina NRE Kaji Pengembangan Energi Terbarukan di Bangladesh

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 20:38 WIB

Harga Minyak Bakal Naik Pekan Depan? Ini Prediksinya

Harga Minyak Bakal Naik Pekan Depan? Ini Prediksinya

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 16:53 WIB

BRI Terapkan Aturan Baru Rekening 2026: Ini Beda Status Aktif, Tidak Aktif, dan Dormant

BRI Terapkan Aturan Baru Rekening 2026: Ini Beda Status Aktif, Tidak Aktif, dan Dormant

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 15:27 WIB

Cara Cek NIK Penerima Bansos Kemensos Usai Update dari DTKS Jadi DTSEN

Cara Cek NIK Penerima Bansos Kemensos Usai Update dari DTKS Jadi DTSEN

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 13:53 WIB

Rupiah Bisa Tembus Rp17.900, Ini Alasan Mata Uang RI Diproyeksi Makin Anjlok!

Rupiah Bisa Tembus Rp17.900, Ini Alasan Mata Uang RI Diproyeksi Makin Anjlok!

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 13:17 WIB

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit dan Daging Ayam Naik, Beras Premium Tetap Tinggi

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit dan Daging Ayam Naik, Beras Premium Tetap Tinggi

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 13:03 WIB

3 Pilihan Aset Aman untuk Investasi saat Rupiah Melemah ke Rp17.600 per Dolar AS

3 Pilihan Aset Aman untuk Investasi saat Rupiah Melemah ke Rp17.600 per Dolar AS

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 11:15 WIB

IKN Disebut 'Gegabah Terstruktur', Prabowo Diminta Evaluasi Proyek Era Jokowi

IKN Disebut 'Gegabah Terstruktur', Prabowo Diminta Evaluasi Proyek Era Jokowi

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 10:19 WIB

Nilai Tukar Rupiah dari Masa ke Masa, Era Prabowo Subianto di Posisi Berapa?

Nilai Tukar Rupiah dari Masa ke Masa, Era Prabowo Subianto di Posisi Berapa?

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 09:41 WIB

Kesepakatan China-AS Jadi 'Omong Kosong', Perang Masih Ancam Ekonomi Dunia

Kesepakatan China-AS Jadi 'Omong Kosong', Perang Masih Ancam Ekonomi Dunia

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 09:34 WIB