Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.870.000
Beli Rp2.775.000
IHSG 7.559,380
LQ45 743,671
Srikehati 348,696
JII 519,691
USD/IDR 17.137

Harga Kondom Naik Gara-gara Perang AS-Iran, Kok Bisa?

M Nurhadi | Suara.com

Rabu, 22 April 2026 | 19:04 WIB
Harga Kondom Naik Gara-gara Perang AS-Iran, Kok Bisa?
Ilustrasi kondom - Stealthing. (Pexels)
  • Konflik di Selat Hormuz sejak Februari 2026 menyebabkan gangguan rantai pasok material produksi bagi produsen kondom asal Malaysia, Karex.
  • Karex berencana menaikkan harga jual produk sebesar 20% hingga 30% akibat membengkaknya biaya produksi dan kelangkaan bahan baku.
  • Gangguan logistik dan kenaikan biaya transportasi memicu perlambatan distribusi produk ekspor Karex serta berdampak pada mobilitas pekerja di Asia.

Suara.com - Konflik berkepanjangan di Timur Tengah yang melibatkan Iran, AS dan Israel mulai berdampak luas pada berbagai sektor industri, termasuk kesehatan reproduksi.

Karex, produsen kondom terbesar di dunia asal Malaysia, memperingatkan bahwa harga produk mereka kemungkinan besar akan mengalami kenaikan signifikan jika gangguan pada rantai pasok global terus berlanjut.

CEO Karex, Goh Miah Kiat, mengungkapkan bahwa perusahaan mungkin terpaksa menaikkan harga jual sebesar 20% hingga 30%.

Hal ini dipicu oleh terhambatnya jalur perdagangan di Selat Hormuz sejak akhir Februari 2026, yang memutus akses terhadap material penting dalam pembuatan kondom.

"Situasinya saat ini sangat rapuh dan biaya produksi membengkak. Kami tidak memiliki pilihan lain selain membebankan biaya tersebut kepada konsumen saat ini," ujar Goh dalam sebuah wawancara dengan Reuters, Selasa (21/4/2026).

Meskipun kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) akibat perang Iran mendapat perhatian utama dunia, para ekonom mengkhawatirkan dampak tersembunyi pada produk turunan minyak bumi atau feedstock. Produk petrokimia ini merupakan bahan dasar plastik dan material lainnya yang krusial bagi manufaktur.

Beberapa bahan kunci yang mengalami kelangkaan antara lain:

  • Naphtha: Bahan utama pembuat kemasan produk. Sekitar 41% pasokan naphtha di Asia berasal dari Timur Tengah.
    Minyak Silikon dan Amonia: Bahan dasar utama dalam proses produksi kondom.

Angie Gildea, kepala global minyak dan gas di KPMG, menekankan bahwa kekurangan pasokan bahan kimia dasar ini sama gentingnya dengan kelangkaan diesel atau bensin. Jika negara produsen seperti Malaysia tidak bisa mengakses bahan baku ini, kenaikan harga produk jadi menjadi tak terelakkan.

Selain faktor bahan baku, keterlambatan pengiriman menjadi tantangan besar lainnya. Banyak stok produk yang saat ini tertahan di kapal-kapal kargo yang belum sampai ke pelabuhan tujuan karena gangguan rute pelayaran internasional.

"Kami melihat banyak sekali stok kondom yang sebenarnya sangat dibutuhkan, namun saat ini hanya bisa tertahan di atas kapal di tengah laut," tambah Goh.

Meski demikian, Goh menyebutkan bahwa stok perusahaan saat ini masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan pasar selama beberapa bulan ke depan sebelum kenaikan harga benar-benar diterapkan secara luas.

Dikutip via CNN, krisis energi akibat perang ini juga mulai memukul mobilitas pekerja di Asia Tenggara. Di beberapa negara seperti Myanmar dan Kamboja, penjatahan bahan bakar telah diberitahukan secara resmi.

Bahkan, sejumlah sekolah di Vietnam telah mengeluarkan kebijakan belajar dari rumah karena biaya transportasi yang terlalu mahal bagi siswa.

Para analis industri khawatir tren ini akan menghambat kemampuan pekerja pabrik untuk mencapai fasilitas manufaktur.

Jika hal ini terus berlanjut, produksi produk-produk ekspor penting menuju pasar internasional, termasuk Amerika Serikat, dipastikan akan mengalami perlambatan besar.

Karex sendiri merupakan raksasa industri yang memproduksi lebih dari 5 miliar kondom per tahun dan mengekspor ke 130 negara melalui merek-merek populer seperti ONE, Trustex, Carex, dan Pasante.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mau Tiru Iran, Purbaya Kepikiran Pajaki Kapal di Selat Malaka: Lumayan Kan?

Mau Tiru Iran, Purbaya Kepikiran Pajaki Kapal di Selat Malaka: Lumayan Kan?

Video | Rabu, 22 April 2026 | 19:00 WIB

IRGC Tangkap 2 Kapal di Sekitar Perairan Iran, Alasannya Bikin Kaget

IRGC Tangkap 2 Kapal di Sekitar Perairan Iran, Alasannya Bikin Kaget

News | Rabu, 22 April 2026 | 18:34 WIB

Italia Desak Gencatan Senjata dan Pembukaan Selat Hormuz

Italia Desak Gencatan Senjata dan Pembukaan Selat Hormuz

News | Rabu, 22 April 2026 | 18:29 WIB

Tentara Israel Blokade Jalan Sekolah di Umm al-Khair Menghambat Hak Pendidikan Siswa Palestina

Tentara Israel Blokade Jalan Sekolah di Umm al-Khair Menghambat Hak Pendidikan Siswa Palestina

News | Rabu, 22 April 2026 | 18:06 WIB

Konvoi Mobil Menteri Israel Tabrak Mati Bocah Palestina yang Lagi Naik Sepeda ke Sekolah

Konvoi Mobil Menteri Israel Tabrak Mati Bocah Palestina yang Lagi Naik Sepeda ke Sekolah

News | Rabu, 22 April 2026 | 17:50 WIB

Tembus Miliaran, Segini Banyaknya Donasi Warga Indonesia yang Sampai ke Iran

Tembus Miliaran, Segini Banyaknya Donasi Warga Indonesia yang Sampai ke Iran

News | Rabu, 22 April 2026 | 17:46 WIB

Terkini

Mantan Gubernur BI: Rupiah Melemah Karena Pemerintah Tahan Subsidi BBM

Mantan Gubernur BI: Rupiah Melemah Karena Pemerintah Tahan Subsidi BBM

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 18:54 WIB

Investor RI Masih Tertinggal? Dunia Sudah Pakai AI untuk Trading Saham

Investor RI Masih Tertinggal? Dunia Sudah Pakai AI untuk Trading Saham

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 18:49 WIB

Harga BBM Nonsubsidi Kerek Inflasi? Begini Jawaban BI

Harga BBM Nonsubsidi Kerek Inflasi? Begini Jawaban BI

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 18:36 WIB

Sudah 3 Tahun Tak Naik! Jadi Alasan Pemerintah Kerek HET Minyakita

Sudah 3 Tahun Tak Naik! Jadi Alasan Pemerintah Kerek HET Minyakita

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 18:14 WIB

India Mau Borong Pupuk RI, Mentan Amran: Dubesnya Telepon Langsung!

India Mau Borong Pupuk RI, Mentan Amran: Dubesnya Telepon Langsung!

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 18:07 WIB

Purbaya Tak Tahu Isu PPN Jalan Tol: Janji Saya Sama, Tak Akan Terapkan Pajak Baru

Purbaya Tak Tahu Isu PPN Jalan Tol: Janji Saya Sama, Tak Akan Terapkan Pajak Baru

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 17:58 WIB

Apa-apa Serba Naik, Kini Pemerintah Kerek Harga Sapi Hidup Jadi Rp59 Ribu/Kg

Apa-apa Serba Naik, Kini Pemerintah Kerek Harga Sapi Hidup Jadi Rp59 Ribu/Kg

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 17:26 WIB

Hutama Karya Upgrade Command Center, Kecelakaan di Tol Bisa Cepat Ditangani

Hutama Karya Upgrade Command Center, Kecelakaan di Tol Bisa Cepat Ditangani

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 17:23 WIB

Purbaya Temui Menkeu China, Klaim Restrukturisasi Utang Whoosh Selesai dan Tinggal Diumumkan

Purbaya Temui Menkeu China, Klaim Restrukturisasi Utang Whoosh Selesai dan Tinggal Diumumkan

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 17:18 WIB

Umat Tenang! BNI Akhirnya Kembalikan Seluruh Dana Rp28 Miliar ke Paroki Aek Nabara

Umat Tenang! BNI Akhirnya Kembalikan Seluruh Dana Rp28 Miliar ke Paroki Aek Nabara

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 17:17 WIB