Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.885.000
Beli Rp2.725.000
IHSG 7.378,606
LQ45 715,878
Srikehati 346,150
JII 498,926

Investasi Harita Group di KIPP Serap 1.800 Tenaga Kerja, Dorong Ekonomi Kayong Utara

Dythia Novianty | Suara.com

Jum'at, 24 April 2026 | 07:36 WIB
Investasi Harita Group di KIPP Serap 1.800 Tenaga Kerja, Dorong Ekonomi Kayong Utara
Tenaga kerja Kawasan Industri Pulau Penebang (KiPP) Harita Group. [Ist]
  • PT Dharma Inti Bersama membangun kawasan industri pengolahan bauksit di Pulau Penebang, Kalimantan Barat untuk mendukung hilirisasi nasional.
  • Proyek ini telah menyerap 1.800 tenaga kerja lokal dan memicu pertumbuhan ekonomi baru di wilayah Kabupaten Kayong Utara.
  • DPRD Kayong Utara mengapresiasi kontribusi ekonomi perusahaan serta mendorong peningkatan kompetensi tenaga kerja melalui alih pengetahuan teknologi.

Suara.com - Investasi industri pengolahan bauksit di Kalimantan Barat mulai menunjukkan dampak nyata bagi masyarakat. Proyek yang dikembangkan Harita Group melalui anak usahanya PT Dharma Inti Bersama di Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP), kini menjadi salah satu motor penggerak ekonomi baru di wilayah Kabupaten Kayong Utara.

Tak hanya berorientasi pada hilirisasi mineral, proyek ini juga membuka peluang kerja dalam jumlah besar. Hingga April 2026, sekitar 1.800 tenaga kerja lokal telah terserap dalam berbagai aktivitas pembangunan kawasan industri tersebut.

Ketua Pansus LKPJ DPRD Kayong Utara, Ishak ST, menilai kehadiran investasi ini memberikan dampak langsung bagi masyarakat setempat.

“Kami mengapresiasi PT DIB yang telah membuka banyak lapangan pekerjaan bagi masyarakat lokal. Namun ke depan, peningkatan kompetensi tenaga kerja tetap menjadi hal penting agar mereka bisa berkembang ke posisi yang lebih strategis,” ujarnya dalam rapat kerja, belum lama ini.

KIPP sendiri dirancang sebagai kawasan industri terintegrasi untuk pengolahan dan pemurnian bauksit menjadi alumina hingga aluminium, yang menjadi bagian dari strategi hilirisasi nasional.

Selain menyerap tenaga kerja, dampak ekonomi yang ditimbulkan juga mulai terasa di tingkat lokal. Aktivitas proyek memicu pertumbuhan usaha baru, meningkatkan permintaan bahan baku, hingga menggerakkan ekonomi desa-desa penyangga seperti Pelapis.

Ilustrasi Bijih Bauksit (Shutterstock)
Ilustrasi bijih bauksit, menjadi bahan yang diolah Harita Group.  (Shutterstock)

Anggota DPRD lainnya, Abdul Rani, menyoroti bahwa kontribusi perusahaan sudah terlihat bahkan sebelum memasuki tahap produksi penuh.

“Walaupun belum beroperasi penuh, dampaknya sudah terasa. Ada penyerapan tenaga kerja, pelatihan keterampilan, hingga pemberdayaan masyarakat kepulauan,” katanya.

Di sisi lain, DPRD juga menilai keberadaan tenaga kerja asing masih diperlukan untuk posisi teknis tertentu. Namun, proses alih pengetahuan diharapkan mampu mempercepat peningkatan kualitas tenaga kerja lokal.

Manajemen PT Dharma Inti Bersama menegaskan bahwa proyek ini dirancang untuk menciptakan efek berganda (multiplier effect) yang berkelanjutan.

Selain membuka lapangan kerja, perusahaan juga menjalankan berbagai program tanggung jawab sosial (CSR), mulai dari bantuan kebutuhan dasar hingga dukungan pembangunan infrastruktur di sekitar kawasan industri.

Dengan percepatan pembangunan dan rencana operasional ke depan, DPRD Kayong Utara optimistis proyek KIPP akan memberikan kontribusi signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta memperkuat posisi daerah sebagai pusat industri berbasis sumber daya alam.

Transformasi dari daerah kepulauan menjadi kawasan industri strategis pun kini mulai terlihat, menjadikan investasi Harita Group di KIPP bukan sekadar proyek ekonomi, tetapi juga pintu masuk bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal secara berkelanjutan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Alasan Harga Emas Justru Turun di Tengah Konflik

Alasan Harga Emas Justru Turun di Tengah Konflik

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 19:12 WIB

Anhar Sudradjat: Investasi Rumah Lebih Menguntungkan Dibanding Emas

Anhar Sudradjat: Investasi Rumah Lebih Menguntungkan Dibanding Emas

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 17:47 WIB

Purbaya Pamer Kondisi Ekonomi RI ke Investor AS, Minta Tak Ragu Investasi

Purbaya Pamer Kondisi Ekonomi RI ke Investor AS, Minta Tak Ragu Investasi

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 16:35 WIB

Bukan Sekadar Tabungan, Inilah 10 Tanda Keuangan Anda Aman dan Stabil

Bukan Sekadar Tabungan, Inilah 10 Tanda Keuangan Anda Aman dan Stabil

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 13:41 WIB

Jumlah Investor Reksa Dana Tembus 19,8 Juta di Awal 2026

Jumlah Investor Reksa Dana Tembus 19,8 Juta di Awal 2026

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 06:38 WIB

Timur Tengah Memanas, Rosan Roeslani Sebut RI Jadi 'Gadis Cantik' bagi Investor

Timur Tengah Memanas, Rosan Roeslani Sebut RI Jadi 'Gadis Cantik' bagi Investor

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 17:28 WIB

Terkini

Tembus Rp10.355 Triliun, Likuiditas Uang Beredar Maret 2026 Tumbuh 9,7 Persen

Tembus Rp10.355 Triliun, Likuiditas Uang Beredar Maret 2026 Tumbuh 9,7 Persen

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 07:23 WIB

BP Batam 'Ngebut' di 2026: Investasi Tembus Rp17,4 Triliun, Sektor Elektronik Jadi Jawara

BP Batam 'Ngebut' di 2026: Investasi Tembus Rp17,4 Triliun, Sektor Elektronik Jadi Jawara

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 22:01 WIB

7 Hari Menuju Ambang Batas: Trump di Ujung Tanduk, Kongres Beri 'Cek Kosong' Perang?

7 Hari Menuju Ambang Batas: Trump di Ujung Tanduk, Kongres Beri 'Cek Kosong' Perang?

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 21:33 WIB

Lewat Kartini BISA Fest, Telkom Perkuat Peran Perempuan di Era Digital

Lewat Kartini BISA Fest, Telkom Perkuat Peran Perempuan di Era Digital

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 20:42 WIB

Babak Akhir Utang 'Whoosh', RI Siap Sodorkan Skema Restrukturisasi ke China

Babak Akhir Utang 'Whoosh', RI Siap Sodorkan Skema Restrukturisasi ke China

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 20:10 WIB

Pemerintah Gunakan Cara Baru Pantau BBM Subsidi Agar Tak Bocor

Pemerintah Gunakan Cara Baru Pantau BBM Subsidi Agar Tak Bocor

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 20:06 WIB

Pengguna Aktif GoPay Tembus 26 Juta

Pengguna Aktif GoPay Tembus 26 Juta

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 20:00 WIB

Danantara Umbar Biang Kerok Kinerja Garuda Indonesia Masih Seret

Danantara Umbar Biang Kerok Kinerja Garuda Indonesia Masih Seret

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 19:50 WIB

Pegang 42 Persen Cadangan Dunia, Nikel Masih Jadi 'Raja' Investasi Hilirisasi RI

Pegang 42 Persen Cadangan Dunia, Nikel Masih Jadi 'Raja' Investasi Hilirisasi RI

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 19:05 WIB

Jumlah BUMN Dipangkas Jadi Hanya 300, Begini Klaster-klasternya

Jumlah BUMN Dipangkas Jadi Hanya 300, Begini Klaster-klasternya

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 19:02 WIB