Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.715.000
Beli Rp2.570.000
IHSG 5.902,376
LQ45 589,478
Srikehati 287,394
JII 351,837
USD/IDR 17.966

Sinergi DPRD dan Harita Group Dorong KIPP Kayong Utara Jadi Motor Ekonomi Baru Daerah

Dythia Novianty

Jum'at, 24 April 2026 | 11:04 WIB
Sinergi DPRD dan Harita Group Dorong KIPP Kayong Utara Jadi Motor Ekonomi Baru Daerah
Ilustrasi pengembangan Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP) yang dikelola oleh PT Dharma Inti Bersama, anak usaha Harita Group. [Antara]
  • DPRD Kayong Utara dan PT Dharma Inti Bersama berkolaborasi mempercepat pembangunan Kawasan Industri Pulau Penebang untuk pengolahan bauksit.
  • DPRD menuntut transparansi progres proyek agar masyarakat dapat mengawasi investasi strategis tersebut demi menjamin kepercayaan publik daerah.
  • Pembangunan KIPP memberikan dampak ekonomi positif melalui penyerapan tenaga kerja, pemberdayaan masyarakat, serta peningkatan pendapatan asli daerah.

Progres Pembangunan dan Efek Berganda Ekonomi

Rapat Kerja LKPJ DPRD dengan perwakilan PT DIB (Harita Group), belum lama ini. [SUARAKALBAR.CO.ID/ist]
Rapat Kerja LKPJ DPRD dengan perwakilan PT DIB (Harita Group), belum lama ini. [SUARAKALBAR.CO.ID/ist]

Perwakilan manajemen PT DIB menjelaskan bahwa pembangunan KIPP saat ini terus berjalan, termasuk infrastruktur utama seperti pembangkit listrik, pelabuhan, dan fasilitas pendukung lainnya. Operasional penuh kawasan ditargetkan dimulai pada 2028.

Lebih dari sekadar pembangunan fisik, kehadiran KIPP juga mulai menciptakan efek berganda (multiplier effect) di berbagai sektor ekonomi.

Aktivitas proyek meningkatkan perputaran uang di masyarakat, membuka peluang usaha baru, serta mendorong permintaan bahan baku dari desa-desa sekitar.

Selain itu, perusahaan juga menjalankan berbagai program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), mulai dari bantuan kebutuhan pokok, dukungan energi, hingga pembangunan infrastruktur dasar di wilayah sekitar kawasan industri.

Kontribusi fiskal juga mulai terlihat melalui peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang menunjukkan tren positif dalam dua tahun terakhir, dengan potensi pertumbuhan lebih besar saat kawasan mulai beroperasi penuh.

Sinergi Tiga Pilar Pembangunan

Wakil Ketua DPRD Kayong Utara, Abdul Zamad, menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan KIPP sangat bergantung pada kolaborasi tiga pilar Utama, yakni pemerintah, perusahaan, dan masyarakat.

“Keberhasilan pembangunan tidak terlepas dari sinergi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat,” tegasnya.

Percepatan pembangunan KIPP yang dikelola oleh PT Dharma Inti Bersama, anak usaha Harita Group, menunjukkan bahwa kolaborasi antara sektor publik dan swasta dapat menjadi katalis kuat bagi transformasi ekonomi daerah dari wilayah kepulauan menjadi pusat industri yang tumbuh berkelanjutan dan inklusif.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kawasan Industri Anak Usaha Harita Group Bantu Kayong Utara Cetak Rekor Pertumbuhan Ekonomi

Kawasan Industri Anak Usaha Harita Group Bantu Kayong Utara Cetak Rekor Pertumbuhan Ekonomi

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 07:13 WIB

Program DIB Harita Group Ubah Nasib Istri Nelayan, Kini Bisa Hasilkan Cuan Sendiri

Program DIB Harita Group Ubah Nasib Istri Nelayan, Kini Bisa Hasilkan Cuan Sendiri

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 22:03 WIB

Purbaya Ungkap Syarat Jika Mau Targetkan Indonesia Emas 2045

Purbaya Ungkap Syarat Jika Mau Targetkan Indonesia Emas 2045

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 11:52 WIB

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di 2026 Diproyeksikan Turun ke 5 Persen

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di 2026 Diproyeksikan Turun ke 5 Persen

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 20:43 WIB

Purbaya Klaim Rating Utang Indonesia di S&P Aman hingga 2028

Purbaya Klaim Rating Utang Indonesia di S&P Aman hingga 2028

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 20:04 WIB

World Bank Minta Maaf ke Purbaya Buntut Salah Proyeksi Ekonomi RI

World Bank Minta Maaf ke Purbaya Buntut Salah Proyeksi Ekonomi RI

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 18:37 WIB

Terkini

Pipa Cisem II Beroperasi Penuh, KITB Dapat Suntikan Energi Baru

Pipa Cisem II Beroperasi Penuh, KITB Dapat Suntikan Energi Baru

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 20:23 WIB

Borok Investasi Asing Mencuat, Sering Terlantarkan Hak Pekerja

Borok Investasi Asing Mencuat, Sering Terlantarkan Hak Pekerja

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 20:17 WIB

Purbaya Pede Rupiah Bisa Menguat hingga Rp 16.800 per Dolar AS Tahun Depan

Purbaya Pede Rupiah Bisa Menguat hingga Rp 16.800 per Dolar AS Tahun Depan

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 19:58 WIB

Investasi AI di Indonesia Tetap Jalan Meski Rupiah Lemah

Investasi AI di Indonesia Tetap Jalan Meski Rupiah Lemah

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 19:56 WIB

Kereta 12 Rangkaian Akan Layani Green Line Tanah Abang - Rangkasbitung

Kereta 12 Rangkaian Akan Layani Green Line Tanah Abang - Rangkasbitung

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 19:27 WIB

Pemerintah Tepat Naikkan Harga Pertamax

Pemerintah Tepat Naikkan Harga Pertamax

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 18:58 WIB

Ekonom UGM Bongkar Stress Test APBN, Rupiah Rp18.200 Jadi Ambang Kritis

Ekonom UGM Bongkar Stress Test APBN, Rupiah Rp18.200 Jadi Ambang Kritis

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 18:40 WIB

Purbaya Klaim Harga BBM Naik Berefek Minim ke Inflasi

Purbaya Klaim Harga BBM Naik Berefek Minim ke Inflasi

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 18:32 WIB

Kenaikan Pertamax Bikin Kaget, Pengguna Xpander Menjerit: Rp480 Ribu Pun Belum Bisa Full Tank!

Kenaikan Pertamax Bikin Kaget, Pengguna Xpander Menjerit: Rp480 Ribu Pun Belum Bisa Full Tank!

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 18:26 WIB

Terungkap, Harga Pertamax Aslinya Rp21.000 per Liter

Terungkap, Harga Pertamax Aslinya Rp21.000 per Liter

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 18:01 WIB