Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.885.000
Beli Rp2.725.000
IHSG 7.378,606
LQ45 715,878
Srikehati 346,150
JII 498,926

Dari Pesisir Jadi Pusat Industri, KIPP Harita Group Ubah Arah Ekonomi Kayong Utara

Dythia Novianty | Suara.com

Jum'at, 24 April 2026 | 12:04 WIB
Dari Pesisir Jadi Pusat Industri, KIPP Harita Group Ubah Arah Ekonomi Kayong Utara
Ketua Pansus LKPJ Ishak ST, jajaran pimpinan DPRD Kayong Utara pada Rapat Kerja Panitia Khusus (Pansus) LKPJ Kepala Daerah Tahun 2027, dan direksi PT Dharma Inti Bersama, anak usaha Harita Group. (Ist)
  • PT Dharma Inti Bersama membangun Kawasan Industri Pulau Penebang di Kayong Utara sebagai pusat pengolahan bauksit terintegrasi.
  • Proyek strategis nasional ini berhasil menyerap 1.800 tenaga kerja lokal dalam berbagai kegiatan konstruksi dan operasional kawasan.
  • Transformasi ekonomi daerah didorong melalui hilirisasi sumber daya alam yang ditargetkan beroperasi penuh pada tahun 2028 mendatang.

Suara.com - Transformasi ekonomi tengah berlangsung di wilayah pesisir Kabupaten Kayong Utara, dari aktivitas perikanan dan wilayah kepulauan kini mulai bergerak menuju pusat pertumbuhan industri baru berbasis hilirisasi sumber daya alam, berkat hadirnya Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP) yang dikembangkan oleh PT Dharma Inti Bersama, anak usaha Harita Group.

Kawasan strategis nasional ini menjadi pusat pengolahan dan pemurnian bijih bauksit untuk menghasilkan alumina dan aluminium terintegrasi. Kehadiran KIPP kini mulai menggeser struktur ekonomi lokal, dari berbasis tradisional menuju industri bernilai tambah tinggi.

Ketua Pansus DPRD Kayong Utara, Ishak ST, menilai perubahan ini sebagai momentum penting bagi daerah.

“Kami melihat adanya perubahan signifikan. Kehadiran KIPP bukan hanya investasi, tetapi sudah menjadi penggerak ekonomi baru di Kayong Utara,” ujarnya dalam Rapat Kerja LKPJ, belum lama ini.

1.800 Warga Lokal Masuk Ekosistem Industri Baru

Salah satu dampak paling nyata dari transformasi ini adalah penyerapan tenaga kerja lokal. Saat ini, sekitar 1.800 warga telah terlibat langsung dalam aktivitas proyek, mulai dari konstruksi hingga operasional pendukung kawasan industri.

Menurut DPRD, hal ini menunjukkan bahwa industrialisasi tidak hanya terjadi di atas kertas, tetapi benar-benar menyentuh masyarakat di tingkat akar rumput.

Anggota DPRD Kayong Utara, Abdul Rani, menegaskan bahwa dampak ekonomi sudah terasa bahkan sebelum tahap produksi dimulai.

“Belum masuk tahap produksi, tetapi dampaknya sudah nyata. Ada lapangan pekerjaan, pelatihan keterampilan, hingga pemberdayaan masyarakat pesisir,” katanya.

Rapat Kerja LKPJ DPRD dengan perwakilan PT DIB (Harita Group), belum lama ini. [SUARAKALBAR.CO.ID/ist]
Rapat Kerja LKPJ DPRD dengan perwakilan PT DIB (Harita Group), belum lama ini. [SUARAKALBAR.CO.ID/ist]

Dari Ekonomi Tradisional ke Industri Bernilai Tambah

KIPP yang berlokasi di Desa Pelapis, Kecamatan Kepulauan Karimata, menjadi simbol perubahan struktur ekonomi daerah. Kawasan ini dirancang sebagai pusat industri smelter yang mendukung agenda hilirisasi nasional.

Perwakilan manajemen PT DIB menjelaskan bahwa pembangunan kawasan terus dipercepat, termasuk infrastruktur utama seperti pembangkit listrik, pelabuhan, dan fasilitas pendukung lainnya. Operasional penuh ditargetkan dimulai pada 2028.

Selain pembangunan fisik, kehadiran KIPP juga menciptakan efek berganda (multiplier effect). Aktivitas proyek mendorong tumbuhnya usaha lokal, peningkatan permintaan barang dan jasa, serta membuka peluang ekonomi baru di desa-desa sekitar.

Harapan Baru Ekonomi Daerah

DPRD Kayong Utara menilai transformasi ini sebagai awal dari perubahan besar struktur ekonomi daerah. Dengan dukungan investasi industri, Kayong Utara diharapkan tidak hanya bergantung pada sektor tradisional, tetapi juga memiliki basis industri yang kuat dan berkelanjutan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Purbaya Ungkap Syarat Jika Mau Targetkan Indonesia Emas 2045

Purbaya Ungkap Syarat Jika Mau Targetkan Indonesia Emas 2045

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 11:52 WIB

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di 2026 Diproyeksikan Turun ke 5 Persen

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di 2026 Diproyeksikan Turun ke 5 Persen

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 20:43 WIB

Purbaya Klaim Rating Utang Indonesia di S&P Aman hingga 2028

Purbaya Klaim Rating Utang Indonesia di S&P Aman hingga 2028

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 20:04 WIB

World Bank Minta Maaf ke Purbaya Buntut Salah Proyeksi Ekonomi RI

World Bank Minta Maaf ke Purbaya Buntut Salah Proyeksi Ekonomi RI

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 18:37 WIB

Purbaya Curhat Banyak Dapat Sentimen Negatif Ekonomi: Kadang Dipuji, Besoknya Diragukan

Purbaya Curhat Banyak Dapat Sentimen Negatif Ekonomi: Kadang Dipuji, Besoknya Diragukan

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 17:21 WIB

Purbaya Sebut Perang AS vs Iran Baru Selesai September 2026

Purbaya Sebut Perang AS vs Iran Baru Selesai September 2026

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 17:04 WIB

Terkini

Momentum Kartini 2026: Pertamina Perkuat UMKM Naik Kelas Lewat Inovasi, Ketahanan, dan Akses Pasar

Momentum Kartini 2026: Pertamina Perkuat UMKM Naik Kelas Lewat Inovasi, Ketahanan, dan Akses Pasar

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 11:42 WIB

7 Bulan Menjabat, Harta Kekayaan Menkeu Purbaya Naik Rp18,2 M dan Tak Memiliki Utang

7 Bulan Menjabat, Harta Kekayaan Menkeu Purbaya Naik Rp18,2 M dan Tak Memiliki Utang

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 11:31 WIB

Isi Lengkap Candaan Menkeu Purbaya soal Selat Malaka yang Bikin Malaysia dan Singapura Berang

Isi Lengkap Candaan Menkeu Purbaya soal Selat Malaka yang Bikin Malaysia dan Singapura Berang

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 11:18 WIB

Siapa Penguasa Selat Malaka? Malaysia-Singapura Tolak Ide Purbaya Pajaki Kapal

Siapa Penguasa Selat Malaka? Malaysia-Singapura Tolak Ide Purbaya Pajaki Kapal

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 11:08 WIB

Sinergi DPRD dan Harita Group Dorong KIPP Kayong Utara Jadi Motor Ekonomi Baru Daerah

Sinergi DPRD dan Harita Group Dorong KIPP Kayong Utara Jadi Motor Ekonomi Baru Daerah

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 11:04 WIB

Transaksi Gadai Meningkat Pascalebaran, Masyarakat Ambalawi Manfaatkan Emas Jadi Sumber Likuiditas

Transaksi Gadai Meningkat Pascalebaran, Masyarakat Ambalawi Manfaatkan Emas Jadi Sumber Likuiditas

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 10:59 WIB

Usai Copot Febrio dan Luky, Purbaya Tunjuk Dua Nama Ini Sebagai Penggantinya

Usai Copot Febrio dan Luky, Purbaya Tunjuk Dua Nama Ini Sebagai Penggantinya

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 10:51 WIB

Garuda Indonesia (GIAA) Rugi Rp 803 Miliar di Kuartal 1 2026

Garuda Indonesia (GIAA) Rugi Rp 803 Miliar di Kuartal 1 2026

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 10:33 WIB

BCA Bakal Tebar Dividen Tiga Kali di 2026, Simak Jadwalnya

BCA Bakal Tebar Dividen Tiga Kali di 2026, Simak Jadwalnya

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 10:28 WIB

Harga Plastik Selangit, Menperin Minta Industri Makanan dan Minuman Pakai Kertas

Harga Plastik Selangit, Menperin Minta Industri Makanan dan Minuman Pakai Kertas

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 10:27 WIB