Dari Banner ke Influencer: Cara Baru Industri Rokok Menjangkau Anak Jadi Target Pasar

Dwi Bowo Raharjo, Lilis Varwati

Jum'at, 24 April 2026 | 18:16 WIB
Dari Banner ke Influencer: Cara Baru Industri Rokok Menjangkau Anak Jadi Target Pasar
Ilustrasi pemuda tengah merokok (freepik)
baca 10 detik
  • Industri tembakau mengalihkan strategi pemasaran melalui konten gaya hidup digital untuk menyasar anak dan remaja sebagai konsumen baru.
  • Berbagai studi menunjukkan tingginya paparan iklan produk tembakau bagi remaja di media sosial melalui pengaruh kreator konten daring.
  • Lentera Anak mendorong pemerintah memperkuat implementasi kebijakan agar platform digital bertanggung jawab mencegah distribusi iklan rokok kepada anak.

Suara.com - Lembaga perlindungan anak menyoroti perubahan strategi pemasaran industri tembakau yang kini semakin sulit dikenali. Jika sebelumnya promosi hadir dalam bentuk iklan konvensional, kini pendekatan tersebut beralih ke ruang digital dengan menyasar anak dan remaja melalui konten gaya hidup.

Lentera Anak menilai pergeseran ini sebagai tantangan baru dalam upaya melindungi anak dari paparan produk adiktif, terutama di media sosial.

Ketua Lentera Anak, Lisda Sundari, mengatakan industri tembakau telah mengubah pola pendekatan mereka secara signifikan.

“Industri tembakau telah mengalihkan strategi pemasaran mereka dari media konvensional ke platform digital. Kami melihat pergeseran modus, dari iklan banner biasa menjadi promosi terselubung melalui gaya hidup yang menargetkan anak sebagai konsumen baru,” kata Lisda dalam keterangannya, Jumat (24/4/2026).

Perubahan pola pemasaran ini membuat promosi produk tembakau tidak lagi mudah dikenali sebagai iklan.

Konten-konten tersebut kerap muncul dalam bentuk unggahan influencer, video hiburan, hingga narasi gaya hidup yang dekat dengan anak muda.

“Dan yang membahayakan, produk tembakau itu lebih banyak diiklankan sebagai sebuah gaya hidup, tanpa menjelaskan dampak merokok terhadap kesehatan,” tambah Lisda.

Fenomena ini dinilai memperluas jangkauan promosi, karena konten digital dapat diakses tanpa batas usia yang jelas.

Sejumlah data memperkuat temuan tersebut. Survei Lentera Anak pada 2021 menunjukkan sebanyak 88,1 persen anak yang terpapar iklan rokok elektronik melihatnya melalui media sosial.

baca juga

Sementara itu, survei Asosiasi Bimbingan Konseling Indonesia (ABKIN) mencatat 61 persen remaja mengaku pernah melihat iklan produk tembakau di YouTube.

Deklarasi menolak iklan rokok di Taman Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (21/11)
Deklarasi menolak iklan rokok di Taman Menteng, Jakarta Pusat. (Ist)

Temuan ini juga sejalan dengan studi dalam jurnal Tobacco Control (2022) yang menyebutkan 51 persen remaja di Indonesia terpapar promosi rokok daring, dengan 41 persen di antaranya melalui pengaruh influencer atau selebritas di media sosial.

Di sisi lain, Lentera Anak menyambut komitmen Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, untuk mengurangi paparan iklan yang menargetkan anak dan remaja di platform digital.

Langkah ini dinilai penting di tengah masifnya promosi produk tembakau yang semakin terselubung. Namun, Lisda mengingatkan bahwa komitmen tersebut perlu diikuti dengan mekanisme implementasi yang kuat, terutama dalam memastikan platform digital turut bertanggung jawab.

“Komitmen pemerintah perlu didukung oleh mekanisme implementasi yang kuat dan terintegrasi. PP TUNAS membuka peluang agar perlindungan anak tidak hanya bergantung pada mekanisme pelaporan dan penghapusan konten, tetapi juga melalui tanggung jawab platform untuk mencegah distribusi promosi produk tembakau kepada anak,” ucapnya.

Menurut Lentera Anak, regulasi yang ada seharusnya tidak hanya menitikberatkan pada penghapusan konten, tetapi juga pencegahan sejak awal. Karena itu, pemerintah didorong lakukan sinkronisasi kebijakan agar platform digital mampu mendeteksi pola promosi terselubung.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tak Hanya Baik Untuk Kesehatan, Gaya Hidup Vegetarian Juga Baik Untuk Bumi

Tak Hanya Baik Untuk Kesehatan, Gaya Hidup Vegetarian Juga Baik Untuk Bumi

Lifestyle | Jum'at, 24 April 2026 | 17:55 WIB

Event Lari Nasional Hadir di Malang, Gabungkan Gaya Hidup Sehat dan Liburan dalam Satu Momen

Event Lari Nasional Hadir di Malang, Gabungkan Gaya Hidup Sehat dan Liburan dalam Satu Momen

Lifestyle | Jum'at, 24 April 2026 | 09:13 WIB

Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Dokter Tekankan Pentingnya Monitoring Berkala

Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Dokter Tekankan Pentingnya Monitoring Berkala

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 08:43 WIB

BPJS Kesehatan Angkat Raffi Ahmad Jadi Duta Kehormatan: Dorong Edukasi dan Gaya Hidup Sehat

BPJS Kesehatan Angkat Raffi Ahmad Jadi Duta Kehormatan: Dorong Edukasi dan Gaya Hidup Sehat

News | Kamis, 23 April 2026 | 20:12 WIB

Terkini

Rupiah Kian Letoi, BI Bilang MSCI dan Konflik Timteng Jadi Biang Kerok

Rupiah Kian Letoi, BI Bilang MSCI dan Konflik Timteng Jadi Biang Kerok

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 15:33 WIB

Demo Hari Sumpah Pemuda, Massa Kepatihan Tuntut UMK Rp4,6 Juta dan Turunkan Prabowo

Demo Hari Sumpah Pemuda, Massa Kepatihan Tuntut UMK Rp4,6 Juta dan Turunkan Prabowo

Jogja | Rabu, 28 Oktober 2026 | 15:32 WIB

Pulang pada Diri Sendiri: Saat 'Rumah' Hanya Jadi Tempat Singgah

Pulang pada Diri Sendiri: Saat 'Rumah' Hanya Jadi Tempat Singgah

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 15:32 WIB

Digeser Shin Tae-yong Jadi Gelandang, Rizky Ridho Sampai Belajar dari Pemain Eropa

Digeser Shin Tae-yong Jadi Gelandang, Rizky Ridho Sampai Belajar dari Pemain Eropa

Bola | Rabu, 28 Oktober 2026 | 15:32 WIB

Tekan Angka Kemiskinan! Gubernur Sulsel akan Bangun 6 Sekolah Rakyat Baru

Tekan Angka Kemiskinan! Gubernur Sulsel akan Bangun 6 Sekolah Rakyat Baru

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 15:30 WIB

Heboh Pembalut Kena PPN, Kenapa Produk Sanitasi Perempuan Dikenai Pajak?

Heboh Pembalut Kena PPN, Kenapa Produk Sanitasi Perempuan Dikenai Pajak?

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 15:30 WIB

Melirik Armada Bersih Tokyo, Jakarta Kaji Operasional Bus Hidrogen dan Akses Perairan

Melirik Armada Bersih Tokyo, Jakarta Kaji Operasional Bus Hidrogen dan Akses Perairan

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 15:30 WIB

Menyusuri Makna Kehidupan dalam Buku Kantor Pos dan Siklus Musim Semi

Menyusuri Makna Kehidupan dalam Buku Kantor Pos dan Siklus Musim Semi

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 15:30 WIB

KPK Terbitkan Sprindik Baru Kasus Bea Cukai, Kantor PT Djarum Ikut Digeledah

KPK Terbitkan Sprindik Baru Kasus Bea Cukai, Kantor PT Djarum Ikut Digeledah

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 15:28 WIB

Palagan Senyap Menjaga Rimba: Sepak Terjang Satgas PKH Bentukan Prabowo

Palagan Senyap Menjaga Rimba: Sepak Terjang Satgas PKH Bentukan Prabowo

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 15:25 WIB

×