Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.710.000
Beli Rp2.570.000
IHSG 6.007,656
LQ45 597,448
Srikehati 291,253
JII 359,060
USD/IDR 17.916

Suku Bunga Tinggi, Milenial-Gen Z Kini Lebih Percaya Medsos Ketimbang Brosur Properti

Mohammad Fadil Djailani, Fakhri Fuadi Muflih

Jum'at, 24 April 2026 | 23:20 WIB
Suku Bunga Tinggi, Milenial-Gen Z Kini Lebih Percaya Medsos Ketimbang Brosur Properti
Ilustrasi Milenial mencari hunian.Foto ist.
  • Milenial & Gen Z pilih riset properti via media sosial ketimbang cara konvensional.
  • Kenaikan bunga KPR buat konsumen lebih selektif dan hati-hati sebelum membeli hunian.
  • Akses transportasi dan gaya hidup jadi faktor utama penentu keputusan beli rumah.

Suara.com - Di tengah tekanan suku bunga kredit dan daya beli yang masih menantang, calon pembeli dari kalangan milenial dan Gen Z kini tidak lagi mengandalkan cara-cara konvensional seperti brosur atau pameran untuk mencari hunian impian.

Data terbaru menunjukkan bahwa riset digital menjadi langkah pertama yang wajib dilakukan sebelum mengambil keputusan besar. Dengan penetrasi internet di Indonesia yang mencapai 78 persen, mayoritas pencarian rumah kini dimulai dari kanal online dan media sosial.

"Pengaruh media sosial sangat besar dalam mencari properti. Calon pembeli kini tidak lagi bergantung pada brosur. Mereka menggali informasi melalui konten digital sebelum memutuskan survei langsung," ujar Aya Choiriyah, influencer sekaligus konsumen properti, dalam Seminar Property Outlook ASG Expo di Jakarta, Jumat (24/4/2026).

Menurut Aya, faktor kenaikan suku bunga KPR membuat konsumen jauh lebih hati-hati. Mengingat sebagian besar pembiayaan properti bergantung pada kredit perbankan, riset mendalam menjadi kunci agar cicilan tidak membebani di kemudian hari.

"Sebagai konsumen, harapannya bunga KPR jangan tinggi-tinggi. Yang paling terasa itu perubahan cicilan setiap bulan. Perubahan kecil saja sangat berdampak pada kemampuan bayar," tegasnya.

Selain harga dan pembiayaan, generasi muda kini memprioritaskan konektivitas. Desain rumah yang estetik saja tidak cukup; akses transportasi, kedekatan dengan tempat kerja, hingga fasilitas penunjang gaya hidup menjadi poin krusial yang dipantau melalui ulasan video dan foto di media sosial.

Aya menekankan bahwa media sosial kini berfungsi sebagai ruang edukasi, bukan sekadar etalase visual. Oleh karena itu, pengembang dituntut untuk beradaptasi dengan menyajikan informasi yang transparan dan relevan.

"Pengembang harus bisa menjelaskan nilai proyeknya dengan jelas melalui digital, jangan hanya sekadar jualan visual," pungkasnya.

Disisi lain skema pembayaran kreatif dinilai bisa menjaga minat masyarakat untuk membeli properti di tengah tekanan daya beli. Associate Director Bank Artha Graha Internasional, Andy Dharma, mengatakan bunga rendah di awal cicilan menjadi salah satu cara untuk membantu konsumen membeli properti.

Namun, dia mengingatkan konsumen tetap perlu memahami skema bunga setelah masa promo selesai.

“Pada awalnya bunga bisa disubsidi melalui promo. Setelah itu, bunga akan kembali ke level normal,” ujar Andy.

Menurut Andy, bunga promo memang dapat meringankan beban konsumen pada fase awal pembelian. Namun, pembeli harus menghitung kemampuan membayar cicilan secara matang.

Dia mengatakan konsumen tidak boleh hanya melihat cicilan pada periode promo. Konsumen juga harus siap ketika bunga kembali mengikuti ketentuan normal.

“Karena itu, konsumen perlu punya financial planning yang baik sebelum mengambil rumah,” katanya.

Andy menjelaskan pembiayaan properti tidak hanya dipengaruhi bunga KPR. Kenaikan biaya material dan tekanan biaya pembangunan juga ikut memengaruhi harga properti.

Dia menilai pasar properti saat ini lebih banyak digerakkan kebutuhan riil. Pembeli membeli properti untuk dihuni atau digunakan dalam jangka panjang, bukan sekadar spekulasi.

“Sekarang lebih banyak real demand. Bukan lagi spekulator yang hanya masuk sebentar lalu keluar,” ucap Andy.

Sementara itu, Director of Sales & Marketing PIK2, Lucia Aditjakra, mengatakan pengembang perlu lebih adaptif dalam menghadapi perlambatan pasar properti.

Lucia menegaskan perlambatan tidak berarti kebutuhan hunian hilang. Menurut dia, rumah tetap menjadi kebutuhan dasar masyarakat.

“Memang ada perlambatan, tetapi tidak berarti orang tidak butuh hunian. Hunian tetap merupakan kebutuhan manusia,” ujar Lucia.

Dia menyebut pengembang perlu menyiapkan skema pembayaran kreatif. Bentuknya bisa berupa kerja sama dengan bank, extended payment, hingga konsep sewa untuk memiliki.

“Kami membuat payment scheme yang kreatif. Bukan sekadar diskon, tetapi bagaimana skemanya bisa membantu konsumen,” kata Lucia.

Lucia mengatakan strategi tersebut diperlukan untuk menjawab tantangan daya beli. Pengembang tidak cukup hanya memberi diskon, tetapi perlu membuat pola pembayaran yang lebih sesuai dengan kondisi konsumen.

Dia juga menekankan pentingnya value engineering agar produk tetap efisien dan berkualitas.

“Rumah mungkin makin compact, tetapi harus tetap worth living. Kualitas, lifestyle, dan fleksibilitas tidak boleh dikorbankan,” ujar Lucia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harapan Konsumen Properti: Bunga KPR Jangan Tinggi-Tinggi!

Harapan Konsumen Properti: Bunga KPR Jangan Tinggi-Tinggi!

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 21:46 WIB

Tragedi PRT Lompat dari Lantai 4 Kos Benhil, Polisi Endus Dugaan Tindak Pidana

Tragedi PRT Lompat dari Lantai 4 Kos Benhil, Polisi Endus Dugaan Tindak Pidana

News | Jum'at, 24 April 2026 | 22:10 WIB

324 Hunian Warga Bantaran Rel Pasar Senen Hampir Rampung

324 Hunian Warga Bantaran Rel Pasar Senen Hampir Rampung

Foto | Jum'at, 24 April 2026 | 18:51 WIB

Terkini

Dilema Pertamina Naikkan Harga Pertamax, Ekonom: Kalau Ditahan Terus Bisa Gerus Keuangan Negara

Dilema Pertamina Naikkan Harga Pertamax, Ekonom: Kalau Ditahan Terus Bisa Gerus Keuangan Negara

Bisnis | Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:22 WIB

Inovasi Karyawan Petrokimia Gresik Hasilkan Nilai Rp154 Miliar

Inovasi Karyawan Petrokimia Gresik Hasilkan Nilai Rp154 Miliar

Bisnis | Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:01 WIB

Layanan Kereta Indonesia Disebut Sudah Setara Global

Layanan Kereta Indonesia Disebut Sudah Setara Global

Bisnis | Sabtu, 13 Juni 2026 | 07:54 WIB

Sepanjang Tahun 2025, Pertamina EP Cepu Torehkan Kinerja Moncer

Sepanjang Tahun 2025, Pertamina EP Cepu Torehkan Kinerja Moncer

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 20:48 WIB

Laba Naik Saat Industri Media Berat, Emiten DIGI Bongkar Strategi Rahasianya

Laba Naik Saat Industri Media Berat, Emiten DIGI Bongkar Strategi Rahasianya

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 19:34 WIB

Aura Research Jadi Senjata Baru DIGI, Andalkan AI untuk Riset hingga Advokasi Bisnis

Aura Research Jadi Senjata Baru DIGI, Andalkan AI untuk Riset hingga Advokasi Bisnis

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 19:26 WIB

Pegadaian dan KSEI Perkuat Ekosistem Emas Melalui Investasi ETF Emas

Pegadaian dan KSEI Perkuat Ekosistem Emas Melalui Investasi ETF Emas

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 19:17 WIB

Laba Bersih Arkadia Digital Media (DIGI) Melonjak 45,1% di 2025, Siapkan Ekspansi Bisnis AI

Laba Bersih Arkadia Digital Media (DIGI) Melonjak 45,1% di 2025, Siapkan Ekspansi Bisnis AI

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 19:05 WIB

RI Siapkan Indonesia Center New York, Bidik Investasi dan Ekspansi Bisnis ke AS

RI Siapkan Indonesia Center New York, Bidik Investasi dan Ekspansi Bisnis ke AS

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 18:59 WIB

Domestik Lesu, SIG Mau Kirim 1 Juta Ton Semen ke Pasar AS Lewat Dermaga Baru

Domestik Lesu, SIG Mau Kirim 1 Juta Ton Semen ke Pasar AS Lewat Dermaga Baru

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 18:54 WIB