Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Pemerintah Batasi Pembelian Beras SPHP, Ini Alasannya

M Nurhadi | Suara.com

Minggu, 26 April 2026 | 14:30 WIB
Pemerintah Batasi Pembelian Beras SPHP, Ini Alasannya
Warga Samarinda antre membeli beras SPHP. [ANTARA]
  • Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman memastikan harga beras SPHP tetap stabil tanpa kenaikan saat inspeksi di Karawang, Kamis (23/4/2026).
  • Pemerintah terus menyalurkan beras subsidi SPHP berkualitas tinggi sebagai penyeimbang pasar untuk meredam spekulasi harga di tingkat pedagang.
  • Kebijakan pembatasan pembelian maksimal 25 kg diberlakukan guna mencegah praktik pengemasan ulang demi keuntungan pribadi oleh oknum tidak bertanggung jawab.

Suara.com - Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) berjanji menjaga keterjangkauan harga pangan di tingkat masyarakat.

Dalam inspeksi mendadak ke Gudang Filial Perum Bulog di Karawang, Jawa Barat, Kamis (23/4/2026), Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, memastikan bahwa program beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) akan terus berlanjut tanpa adanya kenaikan harga.

Beras SPHP tetap menjadi instrumen utama pemerintah sebagai penyeimbang pasar (market equalizer) untuk meredam potensi spekulasi harga di tingkat pedagang.

Meskipun dijual dengan harga subsidi, Amran menekankan bahwa kualitas beras SPHP tahun ini mengalami peningkatan signifikan. Hal ini didorong oleh distribusi pupuk yang tepat waktu serta kondisi pengairan yang optimal di lahan pertanian.

"Kualitasnya sekarang setara premium. Harganya tidak kami naikkan sebagai penyeimbang jika ada pihak yang sengaja menaikkan harga di pasar," ujar Amran.

Hingga minggu ketiga April 2026, realisasi distribusi beras SPHP menunjukkan tren positif. Setelah menyalurkan 70,01 ribu ton pada Maret, angka distribusi per 23 April telah mencapai 69,85 ribu ton atau hampir melampaui capaian bulan sebelumnya.

Terkait kebijakan pembatasan pembelian maksimal 25 kg (atau 5 kantong ukuran 5 kg) per konsumen, pemerintah menegaskan langkah ini bukan merupakan sinyal kelangkaan stok.

Kebijakan ini murni diambil untuk mencegah praktik culas seperti pengemasan ulang (repacking) menjadi merek komersial demi keuntungan pribadi.

"Ini adalah beras subsidi negara. Harus dibatasi agar tidak diborong dalam jumlah besar (satu truk) lalu dijual kembali dengan harga tinggi. Ini hak rakyat untuk mendapatkan harga seimbang," tegas Amran.

Berdasarkan Keputusan Kepala Bapanas Nomor 34 Tahun 2026, rincian aturan pembelian adalah sebagai berikut:

Kemasan 5 kg: Maksimal pembelian 5 kantong.

Kemasan 2 kg: Maksimal pembelian 2 kantong.

Larangan: Beras SPHP dilarang keras untuk diperjualbelikan kembali.

Untuk kemasan 5 kg, masyarakat dapat memperolehnya di kisaran harga Rp59.900 hingga Rp73.000 di berbagai saluran distribusi seperti pasar tradisional, ritel modern, hingga operasi pasar resmi Bulog.

Tahun ini, pemerintah menyiapkan anggaran subsidi sebesar Rp4,97 triliun dengan target penyaluran total 828 ribu ton. Perum Bulog diinstruksikan untuk memprioritaskan distribusi ke wilayah-wilayah non-sentra produksi padi serta daerah yang belum memasuki masa panen raya guna memastikan pemerataan pasokan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Perhatian Emak-emak! Beli Beras SPHP Dijatah Hanya 5 Buah

Perhatian Emak-emak! Beli Beras SPHP Dijatah Hanya 5 Buah

Bisnis | Minggu, 26 April 2026 | 12:34 WIB

Cara Mudah Daftar MyPertamina di Tengah Naiknya Harga BBM Lengkap dengan Syaratnya

Cara Mudah Daftar MyPertamina di Tengah Naiknya Harga BBM Lengkap dengan Syaratnya

Otomotif | Jum'at, 24 April 2026 | 13:10 WIB

Pemerintah Gunakan Cara Baru Pantau BBM Subsidi Agar Tak Bocor

Pemerintah Gunakan Cara Baru Pantau BBM Subsidi Agar Tak Bocor

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 20:06 WIB

Bulog Cetak Rekor Sepanjang Sejarah, Stok Beras Tembus 5 Juta Ton

Bulog Cetak Rekor Sepanjang Sejarah, Stok Beras Tembus 5 Juta Ton

News | Kamis, 23 April 2026 | 19:07 WIB

Ekspor 200 Ribu Ton Beras RI ke Malaysia Terganjal: Harga Penawaran Terlalu Murah!

Ekspor 200 Ribu Ton Beras RI ke Malaysia Terganjal: Harga Penawaran Terlalu Murah!

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 10:22 WIB

Mantan Gubernur BI: Rupiah Melemah Karena Pemerintah Tahan Subsidi BBM

Mantan Gubernur BI: Rupiah Melemah Karena Pemerintah Tahan Subsidi BBM

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 18:54 WIB

Terkini

Dana Asing Keluar Rp 2 Triliun dari Pasar Saham RI Hari Ini, Paling Banyak di BCA

Dana Asing Keluar Rp 2 Triliun dari Pasar Saham RI Hari Ini, Paling Banyak di BCA

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 19:31 WIB

Terpusat di Jawa dan Tergantung Musim, Masalah Stabilitas Stok Pangan Indonesia

Terpusat di Jawa dan Tergantung Musim, Masalah Stabilitas Stok Pangan Indonesia

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 19:23 WIB

Purbaya Ultimatum Asosiasi Reksa Dana: Sekarang Saya Ikut Awasi, Macam-macam Saya Hajar!

Purbaya Ultimatum Asosiasi Reksa Dana: Sekarang Saya Ikut Awasi, Macam-macam Saya Hajar!

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:43 WIB

Cegah Diabetes hingga Hipertensi, Pemerintah Siapkan Label Khusus di Makanan

Cegah Diabetes hingga Hipertensi, Pemerintah Siapkan Label Khusus di Makanan

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:31 WIB

Bahlil Ngaku Tak Bisa Tidur Mikirin Pasokan LPG

Bahlil Ngaku Tak Bisa Tidur Mikirin Pasokan LPG

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:18 WIB

Purbaya Dibilang Gila Usai Sebut IHSG Bisa Tembus 28.000 di 2030

Purbaya Dibilang Gila Usai Sebut IHSG Bisa Tembus 28.000 di 2030

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:17 WIB

Pemerintah Wajibkan Dapur Makan Bergizi Gratis Kantongi Sertifikat Higiene

Pemerintah Wajibkan Dapur Makan Bergizi Gratis Kantongi Sertifikat Higiene

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:15 WIB

Industri Budaya dan Kreatif Sumbang 3 Persen PDB Global, Peluang Identitas Lokal RI Mendunia

Industri Budaya dan Kreatif Sumbang 3 Persen PDB Global, Peluang Identitas Lokal RI Mendunia

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:14 WIB

Putusan KPPU Tuai Kritik, Metodologi Denda Pindar Dinilai Tak Jelas

Putusan KPPU Tuai Kritik, Metodologi Denda Pindar Dinilai Tak Jelas

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:13 WIB

Tiru India, OJK Ingin Investor RI Lebih Punya Banyak Reksa Dana

Tiru India, OJK Ingin Investor RI Lebih Punya Banyak Reksa Dana

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:06 WIB