Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.710.000
Beli Rp2.570.000
IHSG 6.007,656
LQ45 597,448
Srikehati 291,253
JII 359,060
USD/IDR 17.916

Belanja Daerah Lamban, OJK Minta BPD Manfaatkan Dana Pemda

M Nurhadi, Rina Anggraeni

Senin, 27 April 2026 | 10:37 WIB
Belanja Daerah Lamban, OJK Minta BPD Manfaatkan Dana Pemda
Ilustrasi. [Ist]
  • OJK mendorong Bank Pembangunan Daerah memanfaatkan dana simpanan Pemerintah Daerah untuk meningkatkan penyaluran kredit pada sektor produktif lokal.
  • Kondisi likuiditas perbankan daerah per Februari 2024 sangat sehat dengan ruang ekspansi kredit yang masih terbuka cukup lebar.
  • Strategi penguatan BPD ini menjadi bagian dari visi OJK periode 2024–2027 untuk memperkuat peran bank sebagai penggerak ekonomi.

Suara.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan tanggapan terkait fenomena meningkatnya simpanan dana Pemerintah Daerah (Pemda) di sistem perbankan nasional, yang terjadi di tengah lambatnya penyerapan belanja daerah.

OJK memandang tren ini sebagai peluang strategis bagi Bank Pembangunan Daerah (BPD) untuk memperkuat peran intermediasi mereka.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menyatakan bahwa penempatan dana tersebut seharusnya menjadi motor penggerak ekonomi lokal, terutama melalui penyaluran kredit ke sektor produktif.

"Dukungan Pemda melalui penempatan dana di BPD memberikan keuntungan kompetitif karena menjadi sumber dana murah bagi bank. Hal ini dapat dioptimalkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah," jelas Dian dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (27/4/2026).

Langkah optimasi dana daerah ini sejalan dengan visi Roadmap Penguatan BPD 2024-2027 yang telah dirilis oleh OJK. Strategi tersebut dirancang agar BPD memiliki likuiditas yang terjaga dan kompetitif.

Dengan kapasitas permodalan yang kuat, bank daerah diharapkan lebih agresif dalam menyalurkan pembiayaan kepada pelaku UMKM dan sektor produktif lainnya yang relevan dengan kebutuhan spesifik masyarakat di daerah.

Penempatan dana ini biasanya mengikuti siklus anggaran saat realisasi Transfer ke Daerah (TKD) mulai berjalan, sehingga memperkuat daya tahan bank dalam menghadapi dinamika ekonomi.

Data Keuangan: Likuiditas Melimpah, Ruang Ekspansi Terbuka

Berdasarkan data keuangan per Februari 2024, performa perbankan daerah secara agregat berada dalam kondisi yang sangat sehat dengan likuiditas yang melimpah (ample). Beberapa indikator utama menunjukkan angka yang jauh di atas ambang batas regulasi:

  • Liquidity Coverage Ratio (LCR): Mencapai 201,78 persen.
  • Alat Likuid terhadap Non-Core Deposit (AL/NCD): Sebesar 129,83 persen.
  • Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK): Berada di level 27,42 persen.

Meski likuiditas melimpah, OJK mencatat bahwa potensi ekspansi kredit masih sangat terbuka lebar. Hal ini terlihat dari rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) BPD yang tercatat di level 83,84 persen.

Angka ini mengindikasikan bahwa BPD masih memiliki ruang yang cukup luas untuk menyalurkan kredit lebih banyak lagi kepada masyarakat.

Dian menegaskan bahwa OJK akan terus melakukan pengawasan ketat untuk memastikan optimalisasi dana daerah ini tidak mengabaikan prinsip kehati-hatian. Transformasi BPD diharapkan tidak hanya memperkuat kinerja internal bank, tetapi juga menjadi pilar penyangga ekonomi nasional.

"Melalui pengawasan ketat dari OJK, optimalisasi dana daerah ini diharapkan mampu memperkuat kinerja BPD dan menjadi motor penggerak ekonomi nasional melalui rasio likuiditas yang terjaga," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

OJK Klaim Perbankan Kebal Guncangan: Kokoh di Atas Kertas, Waspada di Lapangan

OJK Klaim Perbankan Kebal Guncangan: Kokoh di Atas Kertas, Waspada di Lapangan

Bisnis | Minggu, 26 April 2026 | 15:15 WIB

OJK Perpanjang Batas Laporan Keuangan Asuransi hingga Juni 2026

OJK Perpanjang Batas Laporan Keuangan Asuransi hingga Juni 2026

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 16:36 WIB

OJK: Bank Bisa Penuhi Kebutuhan Valas Tanpa Bikin Rupiah Semakin Goyah

OJK: Bank Bisa Penuhi Kebutuhan Valas Tanpa Bikin Rupiah Semakin Goyah

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 12:37 WIB

Dapat Restu dari OJK, Muhammad Awaluddin Sah Jabat Dirut Jasa Raharja

Dapat Restu dari OJK, Muhammad Awaluddin Sah Jabat Dirut Jasa Raharja

News | Jum'at, 24 April 2026 | 18:00 WIB

Menkeu Bantah Hoaks Uang Negara Tinggal Rp120 Triliun

Menkeu Bantah Hoaks Uang Negara Tinggal Rp120 Triliun

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 20:42 WIB

Tudingan Duit Bank Dipakai untuk Biayai Program Prioritas Pemerintah Terlalu Tendensius

Tudingan Duit Bank Dipakai untuk Biayai Program Prioritas Pemerintah Terlalu Tendensius

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 18:09 WIB

Terkini

Penjelasan Dugaan Manipulasi Eskpor CPO Grup Salim, Mengapa Maybank Ikut Diperiksa?

Penjelasan Dugaan Manipulasi Eskpor CPO Grup Salim, Mengapa Maybank Ikut Diperiksa?

Bisnis | Sabtu, 13 Juni 2026 | 18:55 WIB

ILC Adopsi Standar Internasional, Menaker Dorong Keseimbangan Pelindungan dan Inovasi

ILC Adopsi Standar Internasional, Menaker Dorong Keseimbangan Pelindungan dan Inovasi

Bisnis | Sabtu, 13 Juni 2026 | 18:18 WIB

Bank Dunia Singgung 20 Persen Orang Kaya RI, Sebut Tak Tahu Diri

Bank Dunia Singgung 20 Persen Orang Kaya RI, Sebut Tak Tahu Diri

Bisnis | Sabtu, 13 Juni 2026 | 17:12 WIB

Investor Wajib Tahu, Indikator Utama Bisnis FnB Layak Difranchisekan

Investor Wajib Tahu, Indikator Utama Bisnis FnB Layak Difranchisekan

Bisnis | Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:35 WIB

Penjualan Properti Anjlok, Pengembang Andalkan Kawasan Hunian-Komersial Terintegrasi

Penjualan Properti Anjlok, Pengembang Andalkan Kawasan Hunian-Komersial Terintegrasi

Bisnis | Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:20 WIB

Bank Jakarta Permudah Layanan Warga Bayar Pajak Kendaraan

Bank Jakarta Permudah Layanan Warga Bayar Pajak Kendaraan

Bisnis | Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:11 WIB

BTN Jakarta International Marathon 2026 Sukses Digelar, 20.500 Pelari Ramaikan Hari Pertama

BTN Jakarta International Marathon 2026 Sukses Digelar, 20.500 Pelari Ramaikan Hari Pertama

Bisnis | Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:40 WIB

Program JKN Bantu Dede Jalani Operasi Kista Ganglion

Program JKN Bantu Dede Jalani Operasi Kista Ganglion

Bisnis | Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:34 WIB

CBDK Cetak Laba Melonjak 317 Persen

CBDK Cetak Laba Melonjak 317 Persen

Bisnis | Sabtu, 13 Juni 2026 | 11:34 WIB

Mengapa Pertalite Mau Dihapus?

Mengapa Pertalite Mau Dihapus?

Bisnis | Sabtu, 13 Juni 2026 | 10:26 WIB