Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.130,588
LQ45 608,029
Srikehati 297,628
JII 364,421
USD/IDR 18.083

Rencana 100 Gudang Pangan Disorot, Salah Lokasi Bisa Jadi Mubazir

Achmad Fauzi, Fakhri Fuadi Muflih

Selasa, 28 April 2026 | 16:28 WIB
Rencana 100 Gudang Pangan Disorot, Salah Lokasi Bisa Jadi Mubazir
Ilustrasi Gudang Bulog [Antara]
baca 10 detik
  • Pemerintah melalui Perum BULOG berencana membangun 100 infrastruktur pascapanen di 92 kabupaten guna menjaga stabilitas pasokan serta harga pangan.
  • Pengamat AEPI menekankan pentingnya perencanaan lokasi yang presisi agar investasi infrastruktur jangka panjang ini tidak menjadi mubazir bagi petani.
  • Pembangunan infrastruktur tersebut harus terintegrasi dengan ekosistem logistik nasional, cadangan pangan pemerintah, serta kebutuhan nyata di setiap daerah.

Suara.com - Pengamat pertanian dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI), Khudori menyoroti rencana pemerintah membangun 100 gudang infrastruktur pascapanen (IPP) untuk memperkuat ketahanan pangan.

Program 100 gudang yang dijalankan oleh Perum BULOG ini dinilai strategis, namun berisiko tidak optimal jika tidak dirancang secara matang.

Ia menilai pembangunan gudang untuk menampung hasil panen memang penting untuk mendukung stabilisasi pasokan dan harga pangan.

"Dalam konteks stabilisasi pasokan dan harga pangan, IPP adalah keniscayaan," ujar Khudori kepada wartawan yang dikutip, Selasa (28/4/2026).

Perum Bulog bersama pemerintah terus memperkuat strategi pengelolaan Cadangan Beras Pemerintah melalui peningkatan serapan dalam negeri, distribusi yang merata, serta penguatan sistem logistik pangan (Dok: Bulog)
Ilustrasi Gudang Bulog (Dok: Bulog)

Pemerintah sebelumnya menyetujui pembangunan 100 titik IPP yang tersebar di 26 kantor wilayah Bulog dan mencakup 92 kabupaten/kota. Infrastruktur ini mencakup berbagai fasilitas, mulai dari pengeringan, pengolahan, hingga penyimpanan pangan.

Namun, Khudori mengingatkan proyek ini tidak boleh dijalankan tanpa perencanaan yang presisi, mengingat nilai investasinya besar dan bersifat jangka panjang.

"IPP adalah investasi jangka menengah panjang. Kalau salah menentukan titik, termasuk salah memutuskan jenis yang disediakan, bisa-bisa IPP tidak optimal, bahkan mubazir," ujarnya.

Ia menilai penentuan lokasi menjadi faktor krusial agar infrastruktur yang dibangun benar-benar menjawab kebutuhan di lapangan, terutama dalam mengatasi persoalan distribusi dan ketimpangan pasokan antarwilayah.

Menurut dia, selama ini persoalan pangan di Indonesia tidak hanya terletak pada produksi, tetapi juga pada manajemen stok dan logistik yang belum optimal.

baca juga

"Produksi yang musiman, terkonsentrasi di Jawa, dan surplus hanya ada di sedikit wilayah, menuntut hadirnya manajemen stok dan logistik yang handal," jelas Khudori.

Ia menambahkan, tanpa dukungan infrastruktur yang tepat sasaran, pembangunan IPP berpotensi tidak memberikan dampak signifikan terhadap stabilisasi harga pangan.

Selain itu, Khudori juga menekankan pentingnya keterkaitan IPP dengan kebijakan lain, seperti Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) dan program swasembada pangan.

"IPP harus dikaitkan dengan penyelenggaraan cadangan pangan pemerintah dan terintegrasi dengan kebijakan swasembada pangan," ujarnya.

Menurut dia, pembangunan IPP tidak bisa berdiri sendiri, melainkan harus menjadi bagian dari ekosistem logistik pangan nasional secara menyeluruh.

"Intinya, keterpaduan bukan lagi perlu, tapi wajib. Karena ini menjadi penentu bermanfaat-tidaknya IPP yang tersedia," kata Khudori.

Ia juga menyoroti contoh di daerah seperti Gorontalo dan Nusa Tenggara Barat, yang merupakan produsen jagung, tetapi belum didukung industri pengolahan yang memadai.

"Jagung dari dua provinsi itu harus diangkut ke provinsi lain yang jaraknya jauh karena tidak ada pabrik pakan," tuturnya.

Khudori menilai, pembangunan infrastruktur yang tepat di daerah tersebut dapat membantu menekan biaya logistik sekaligus menjaga stabilitas harga di tingkat petani.

"Prinsip kehati-hatian harus menjadi kompas setiap keputusan," pungkas Khudori.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Pangan Hari Ini 28 April: Cabai Rawit Merah Meroket Rp165 Ribu Per Kilogram

Harga Pangan Hari Ini 28 April: Cabai Rawit Merah Meroket Rp165 Ribu Per Kilogram

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 09:17 WIB

Terpusat di Jawa dan Tergantung Musim, Masalah Stabilitas Stok Pangan Indonesia

Terpusat di Jawa dan Tergantung Musim, Masalah Stabilitas Stok Pangan Indonesia

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 19:23 WIB

Indonesia Merugi Rp30 Triliun per Tahun dari Makanan Tidak Aman

Indonesia Merugi Rp30 Triliun per Tahun dari Makanan Tidak Aman

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 15:41 WIB

Terkini

Emas 1 Kg hingga Bisnis SPBE: Upeti Mewah Moch Mahrus demi Menguras Dana Hibah Jatim

Emas 1 Kg hingga Bisnis SPBE: Upeti Mewah Moch Mahrus demi Menguras Dana Hibah Jatim

Jatim | Rabu, 29 Juli 2026 | 07:50 WIB

Saat Biaya Logistik Ditekan, Pelaku Industri Beralih ke Layanan Distribusi Terintegrasi

Saat Biaya Logistik Ditekan, Pelaku Industri Beralih ke Layanan Distribusi Terintegrasi

Bisnis | Rabu, 29 Juli 2026 | 07:49 WIB

Seperti Pesawat Jatuh! Kesaksian Horor Ledakan di AEON Mall yang Tewaskan 2 Orang

Seperti Pesawat Jatuh! Kesaksian Horor Ledakan di AEON Mall yang Tewaskan 2 Orang

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 07:43 WIB

Jutaan Batang Rokok Ilegal di Malang Disita: Modus Licin Terendus

Jutaan Batang Rokok Ilegal di Malang Disita: Modus Licin Terendus

Malang | Rabu, 29 Juli 2026 | 07:42 WIB

Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Terjaring OTT KPK, Ulangi Jejak Kelam Pendahulu

Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Terjaring OTT KPK, Ulangi Jejak Kelam Pendahulu

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 07:41 WIB

The House That Floated, Kisah Tanpa Dialog yang Membuat Pembaca Terharu

The House That Floated, Kisah Tanpa Dialog yang Membuat Pembaca Terharu

Your Say | Rabu, 29 Juli 2026 | 07:40 WIB

Aplikasi Snapboost Ditutup, Modusnya Berikan Suka di Media Sosial Bikin Uang Raib

Aplikasi Snapboost Ditutup, Modusnya Berikan Suka di Media Sosial Bikin Uang Raib

Bisnis | Rabu, 29 Juli 2026 | 07:38 WIB

Rudal Balistik Iran Hantam Pasukan AS, Timur Tengah di Ambang Perang Besar

Rudal Balistik Iran Hantam Pasukan AS, Timur Tengah di Ambang Perang Besar

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 07:35 WIB

Tinted Lip Balm Hanasui untuk Kulit Sawo Matang Shade Berapa? Cek Ulasannya

Tinted Lip Balm Hanasui untuk Kulit Sawo Matang Shade Berapa? Cek Ulasannya

Lifestyle | Rabu, 29 Juli 2026 | 07:35 WIB

Anomali Harga Minyak, Mengapa Tidak Melonjak Meski Timur Tengah Memanas?

Anomali Harga Minyak, Mengapa Tidak Melonjak Meski Timur Tengah Memanas?

Bisnis | Rabu, 29 Juli 2026 | 07:34 WIB

×