Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.828.000
Beli Rp2.700.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Harga Minyak Dunia Tembus USD 110, Diprediksi Bisa Capai 120 Dolar AS

M Nurhadi | Suara.com

Rabu, 29 April 2026 | 06:58 WIB
Harga Minyak Dunia Tembus USD 110, Diprediksi Bisa Capai 120 Dolar AS
Gamsunoro, kapal tanker milik Pertamina International Shipping. [Antara]
  • Eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran menyebabkan gangguan pengiriman energi di Selat Hormuz sejak awal tahun 2026.
  • Goldman Sachs memprediksi harga minyak mentah dunia berpotensi menembus US$120 per barel jika ekspor tidak segera pulih.
  • Pembatalan dialog damai oleh Presiden Donald Trump memicu lonjakan harga komoditas serta risiko guncangan ekonomi global yang signifikan.

Suara.com - Gejolak geopolitik yang melibatkan Amerika Serikat (AS) dan Iran kini berada pada titik yang sangat mengkhawatirkan. Perang yang tak kunjung usai antara kedua negara tersebut telah memicu lonjakan harga energi di pasar internasional secara signifikan.

Lembaga keuangan ternama, Goldman Sachs, baru-baru ini merilis peringatan keras bahwa harga minyak mentah dunia berpotensi meroket hingga menyentuh level US$120 per barel pada penghujung tahun ini jika eskalasi militer terus berlanjut tanpa solusi diplomatik.

Pemicu utama dari proyeksi suram ini adalah pupusnya harapan akan kelanjutan dialog damai antara Washington dan Teheran. Kondisi tersebut diperparah dengan terhentinya arus pengiriman komoditas energi dari kawasan Teluk yang kini berlangsung lebih lama dari perkiraan semula.

Berdasarkan pantauan pasar pada Rabu (29/4/2026) pagi, harga minyak mentah dunia sudah menunjukkan tren "mendidih".

Minyak mentah (Crude Oil) terpantau berada di posisi US$99,40, sementara minyak jenis Brent telah menembus angka psikologis US$110,74 per barel.

Lonjakan ini terjadi setelah harga sempat melandai di level US$80 saat muncul sinyal Iran melunak dan membuka akses Selat Hormuz beberapa waktu lalu. Namun, stabilitas tersebut hancur seketika setelah Presiden Donald Trump membalas dengan langkah keras berupa pemblokiran total akses minyak dari Timur Tengah.

Gangguan Kapasitas Produksi

Goldman Sachs menekankan bahwa jika aktivitas ekspor tidak segera pulih ke level normal hingga akhir Juli mendatang, dunia harus bersiap menghadapi guncangan hebat.

Apabila terjadi penurunan kapasitas produksi yang berkelanjutan di kawasan Teluk sebesar 2,5 juta barel per hari, maka harga minyak rata-rata dipastikan akan mendekati angka US$120 pada kuartal keempat.

Untuk minyak mentah Amerika, West Texas Intermediate (WTI), Goldman kini mematok harga di kisaran US$83 per barel dalam skenario dasarnya, naik dari perkiraan awal sebesar US$75.

Di awal pekan ini saja, WTI sudah menunjukkan penguatan 1,9% menuju level US$96,16, sementara Brent sudah berada di titik tertinggi sejak gencatan senjata singkat awal bulan ini, yakni naik 2,9% ke level US$108,33.

Memburuknya situasi ini berakar dari keputusan mendadak Presiden Donald Trump yang membatalkan rencana pengiriman delegasi AS ke Islamabad untuk pembicaraan damai.

Trump beralasan bahwa perjalanan tersebut hanya membuang-buang waktu, sebuah sikap yang langsung memutus jalur komunikasi setelah Menteri Luar Negeri Iran meninggalkan Pakistan hanya beberapa jam sebelumnya.

Dampaknya terasa nyata di jalur distribusi energi paling vital di dunia, Selat Hormuz. Jalur pelayaran ini tercatat hampir lumpuh total selama dua bulan terakhir sejak pecahnya konflik.

Meski pada Senin pagi dilaporkan terdapat satu kapal tanker gas cair dan dua kapal kargo yang berhasil melintas menuju Oman dan India, lalu lintas di titik krusial tersebut tetap sangat dibatasi dan berada di bawah pengawasan ketat blokade laut oleh Washington.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Arab Saudi Tekankan Pentingnya Keamanan Selat Hormuz

Arab Saudi Tekankan Pentingnya Keamanan Selat Hormuz

News | Selasa, 28 April 2026 | 19:13 WIB

Terungkap! Ini Isi Proposal Damai Iran yang Bikin Donald Trump Meradang

Terungkap! Ini Isi Proposal Damai Iran yang Bikin Donald Trump Meradang

News | Selasa, 28 April 2026 | 19:13 WIB

Iran Alami Kelakaan Obat Kanker dan Diabetes Akibat Serangan Udara Militer Israel - AS

Iran Alami Kelakaan Obat Kanker dan Diabetes Akibat Serangan Udara Militer Israel - AS

News | Selasa, 28 April 2026 | 16:37 WIB

Rupiah Loyo Lagi, Masih Betah di Level Rp 17.242/USD

Rupiah Loyo Lagi, Masih Betah di Level Rp 17.242/USD

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 16:22 WIB

Apa itu UNCLOS? Hukum Internasional yang Menjadi Sorotan di Tengah Perang AS - Iran

Apa itu UNCLOS? Hukum Internasional yang Menjadi Sorotan di Tengah Perang AS - Iran

News | Selasa, 28 April 2026 | 13:42 WIB

Terima Pesan dari Mojtaba Khamenei, Sikap Vladimir Putin Bisa Bikin AS Was-was

Terima Pesan dari Mojtaba Khamenei, Sikap Vladimir Putin Bisa Bikin AS Was-was

News | Selasa, 28 April 2026 | 13:20 WIB

Terkini

Sah! Susi Pudjiastuti Ditunjuk Jadi Komisaris Utama Bank BJB

Sah! Susi Pudjiastuti Ditunjuk Jadi Komisaris Utama Bank BJB

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 23:13 WIB

IHSG Bergejolak, Ini Alasan BBRI Jadi Rekomendasi Saham di Tengah Krisis

IHSG Bergejolak, Ini Alasan BBRI Jadi Rekomendasi Saham di Tengah Krisis

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 19:55 WIB

Pemerintah Mau Bentuk satgas indonesia Financial Center, Urus KEK Sektor Keuangan

Pemerintah Mau Bentuk satgas indonesia Financial Center, Urus KEK Sektor Keuangan

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 19:05 WIB

YLKI Soroti Posisi Gerbong KRL Khusus Wanita, Dinilai Rawan Saat Kecelakaan

YLKI Soroti Posisi Gerbong KRL Khusus Wanita, Dinilai Rawan Saat Kecelakaan

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 18:34 WIB

64,5% UMKM Dikuasai Perempuan, Tapi Masih Terkendala Pengelolaan Keuangan

64,5% UMKM Dikuasai Perempuan, Tapi Masih Terkendala Pengelolaan Keuangan

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 18:29 WIB

KCIC Sebut Okupansi Whoosh Naik Usai Kecelakaan KRL di Bekasi

KCIC Sebut Okupansi Whoosh Naik Usai Kecelakaan KRL di Bekasi

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 18:29 WIB

Insiden Kecelakaan KRL, Airlangga Ungkap Flyover Rp 4 Triliun Arahan Prabowo Dibiayai APBN

Insiden Kecelakaan KRL, Airlangga Ungkap Flyover Rp 4 Triliun Arahan Prabowo Dibiayai APBN

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 18:20 WIB

Danantara Bakal Evaluasi Total PT KAI Usai Insiden Kecelakaan Kereta Bekasi Timur

Danantara Bakal Evaluasi Total PT KAI Usai Insiden Kecelakaan Kereta Bekasi Timur

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 17:52 WIB

Green SM-VinFast Disorot Usai Kecelakaan KRL Maut, Ternyata Jokowi Pernah Datangi Pabriknya

Green SM-VinFast Disorot Usai Kecelakaan KRL Maut, Ternyata Jokowi Pernah Datangi Pabriknya

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 17:52 WIB

Pemerintah Bebaskan Bea Impor LPG & Bahan Baku Plastik, Cegah Kenaikan Harga Makanan-Minuman

Pemerintah Bebaskan Bea Impor LPG & Bahan Baku Plastik, Cegah Kenaikan Harga Makanan-Minuman

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 17:16 WIB