Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.828.000
Beli Rp2.700.000
IHSG 7.101,226
LQ45 684,142
Srikehati 332,003
JII 470,939
USD/IDR 17.285

Cekik Industri Tembakau Sama Saja 'Bunuh' 6 Juta Pekerja, Wamenaker: Negara Belum Siap!

Mohammad Fadil Djailani | Fakhri Fuadi Muflih | Suara.com

Rabu, 29 April 2026 | 18:09 WIB
Cekik Industri Tembakau Sama Saja 'Bunuh' 6 Juta Pekerja, Wamenaker: Negara Belum Siap!
Industri tembakau. [Unsplash]
  • Wamenaker ingatkan regulasi tembakau jangan picu PHK massal 6 juta pekerja
  • Pengalihan jutaan buruh tembakau sulit, negara dinilai belum siap mitigasi.
  • RTMM-SPSI minta pemerintah jaga industri tembakau sebagai aset ekonomi lokal.

Suara.com - Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor memberikan peringatan keras terkait rencana kebijakan yang berpotensi menekan industri hasil tembakau (IHT). Menurutnya, setiap regulasi yang menyasar sektor ini harus dihitung dengan sangat matang karena dampak sosial-ekonominya jauh lebih besar daripada yang dibayangkan, terutama ancaman gelombang PHK massal.

Afriansyah menegaskan bahwa IHT bukan sekadar sektor bisnis biasa, melainkan industri padat karya yang menjadi tulang punggung jutaan tenaga kerja dari hulu hingga hilir. Ia pun memberikan sindiran menukik terkait mudahnya mematikan sebuah industri melalui aturan.

“Biaya untuk membunuh industri ini jauh lebih murah dibanding biaya untuk merehabilitasi orang-orang yang terdampak. Bahkan bisa jadi tidak pakai biaya—cukup satu dua regulasi saja,” ujar Afriansyah kepada wartawan di Jakarta, Rabu (29/4/2026).

Ia memaparkan data bahwa sedikitnya 6 juta orang menggantungkan hidup pada sektor ini. Jika kebijakan yang diambil terlalu agresif tanpa mempertimbangkan mitigasi, maka efek domino terhadap kesejahteraan keluarga pekerja tidak akan terhindarkan.

"Kalau 6 juta pekerja harus dialihkan ke sektor lain, negara siap belum? Jujur, saya melihat kita belum siap. Ini bukan pekerjaan mudah, apalagi skill mereka terbatas," tegasnya.

Lebih lanjut, Afriansyah mengingatkan bahwa proses upskilling maupun reskilling untuk jutaan orang membutuhkan biaya yang sangat tinggi dan waktu yang lama. Oleh karena itu, ia meminta adanya sinkronisasi lintas kementerian agar aspek kesehatan dan ketenagakerjaan bisa berjalan beriringan tanpa harus mengorbankan nasib buruh.

Senada dengan Wamenaker, Ketua Umum FSP RTMM-SPSI, Hendry Wardana, meminta pemerintah untuk tidak hanya sibuk mengejar investasi lapangan kerja baru, tetapi lalai menjaga lapangan kerja yang sudah ada.

Hendry menyebut IHT adalah simbol kemandirian ekonomi karena hampir 100 persen rantai produksinya berasal dari sektor domestik. Ia juga menyoroti kebijakan fiskal dan non-fiskal, termasuk rencana pembatasan kadar tar dan nikotin, yang dianggap bisa 'mencekik' industri sigaret kretek tangan (SKT) yang padat karya.

“Kalau industri rokok dan tembakau dicekik, itu sama saja mencekik 6 juta orang. Ini bukan angka kecil,” cetus Hendry.

Menutup keterangannya, Wamenaker Afriansyah Noor meyakini bahwa Presiden pada akhirnya akan mengambil keputusan yang berpihak pada rakyat kecil. "Yang penting bagaimana kebutuhan orang banyak tetap terjaga," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

7 Subsektor Manufaktur Melemah, Kemenperin Ungkap Biang Keroknya

7 Subsektor Manufaktur Melemah, Kemenperin Ungkap Biang Keroknya

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 18:04 WIB

IKI April 2026 Bertahan di Level Ekspansi 51,75 Meski Bayang-bayang Global Menghantui

IKI April 2026 Bertahan di Level Ekspansi 51,75 Meski Bayang-bayang Global Menghantui

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 17:53 WIB

Marak Penyalahgunaan Narkoba, Pengusaha Liquid Tegaskan Vape Legal Aman

Marak Penyalahgunaan Narkoba, Pengusaha Liquid Tegaskan Vape Legal Aman

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 08:40 WIB

Terkini

7 Subsektor Manufaktur Melemah, Kemenperin Ungkap Biang Keroknya

7 Subsektor Manufaktur Melemah, Kemenperin Ungkap Biang Keroknya

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 18:04 WIB

Prabowo Gebrak Hilirisasi Fase II Senilai Rp116 Triliun: Jalan Tunggal Menuju Kemakmuran!

Prabowo Gebrak Hilirisasi Fase II Senilai Rp116 Triliun: Jalan Tunggal Menuju Kemakmuran!

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 17:59 WIB

IKI April 2026 Bertahan di Level Ekspansi 51,75 Meski Bayang-bayang Global Menghantui

IKI April 2026 Bertahan di Level Ekspansi 51,75 Meski Bayang-bayang Global Menghantui

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 17:53 WIB

BUMN Ini Sulap Kampung Mutus Jadi Mandiri, Ekonomi Warga Melejit 87,5 Persen

BUMN Ini Sulap Kampung Mutus Jadi Mandiri, Ekonomi Warga Melejit 87,5 Persen

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 17:44 WIB

IHSG Ditutup Perkasa ke Level 7.100, Ini Pemicunya

IHSG Ditutup Perkasa ke Level 7.100, Ini Pemicunya

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 17:18 WIB

Aksi Nyata Peduli Bumi, Pegadaian Inisiasi Gerakan PURE Movement

Aksi Nyata Peduli Bumi, Pegadaian Inisiasi Gerakan PURE Movement

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 16:54 WIB

BI Kuras Devisa Negara Triliunan Demi Rupiah Menguat 'Se-Perak Dua-Perak'

BI Kuras Devisa Negara Triliunan Demi Rupiah Menguat 'Se-Perak Dua-Perak'

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 16:16 WIB

Pemerintah Klaim Ketergantungan Indonesia ke Selat Hormuz Hanya 20 Persen

Pemerintah Klaim Ketergantungan Indonesia ke Selat Hormuz Hanya 20 Persen

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 16:02 WIB

Rupiah Cetak Rekor Buruk ke Level Rp17.326 per Dolar AS

Rupiah Cetak Rekor Buruk ke Level Rp17.326 per Dolar AS

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 15:51 WIB

Kelas Menengah Terus Mengelus Dada: Gaji Tak Naik-naik dan Daya Beli yang Kian Payah

Kelas Menengah Terus Mengelus Dada: Gaji Tak Naik-naik dan Daya Beli yang Kian Payah

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 15:43 WIB